TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Mitsubishi Xpander Ultimate CVT facelift merupakan varian flagship sekaligus versi paling mewah dari lini Xpander. Mengusung sejumlah pembaruan pada desain, fitur, kenyamanan, dan pengendalian, mobil ini masih mempertahankan karakter yang menjadi daya tarik Xpander sejak awal hadir. Namun, perkembangan rival di kelas MPV 1.500 cc membuat Mitsubishi Xpander Ultimate juga memiliki sejumlah kekurangan.
Sejak generasi pertamanya, Xpander dikenal menawarkan kenyamanan, kabin yang lega, serta material yang terasa lebih premium dibandingkan sejumlah rival di kelasnya. Seiring waktu, kompetitor seperti Toyota Veloz, Avanza, dan Hyundai Stargazer juga mengalami perkembangan signifikan.
Melalui facelift terbaru, Mitsubishi memberikan sejumlah penyegaran agar Xpander tetap kompetitif. Perubahan terlihat dari grille dan bumper, sementara karakter dasar desainnya masih dipertahankan.
Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan Mitsubishi Xpander Ultimate CVT facelift?
Baca Juga: Mitsubishi Xpander Hybrid di Thailand Dijamin 10 Tahun, Kapan Masuk Indonesia?
5 Kelebihan Mitsubishi Xpander Ultimate
1. Kabin terasa mewah
Salah satu kelebihan utama Xpander Ultimate adalah nuansa interiornya. Warna kabin yang kini lebih gelap memberikan kesan elegan, meskipun warna sebelumnya dinilai mampu membuat interior terlihat lebih lega.
Dari sisi material dan tampilan keseluruhan, Xpander Ultimate masih memberikan kesan premium untuk ukuran MPV di kelasnya.
2. Kabin lega dan praktis
Ruang kaki dan ruang kepala menjadi salah satu keunggulan Xpander. Untuk pengemudi dengan tinggi 168 cm, ruang kaki masih memberikan keleluasaan, bahkan ketika konfigurasi kursi disesuaikan untuk penumpang di baris belakang.
Bagasinya juga cukup praktis. Selain mampu menampung barang berukuran cabin size, terdapat ruang penyimpanan tambahan di bagian bawah lantai bagasi.
Bangku juga dapat dilipat untuk menghasilkan lantai yang rata. Fitur tersebut membuat kabin lebih fleksibel ketika digunakan membawa barang berukuran panjang atau besar.
3. Fitur cukup lengkap
Sebagai varian tertinggi, Mitsubishi Xpander Ultimate mendapatkan fitur yang lebih lengkap dibandingkan varian di bawahnya.
Mobil ini memiliki enam airbag, head unit layar sentuh 10 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto, serta panel instrumen digital berukuran 8 inci.
Fitur lain yang tersedia meliputi keyless operation, electric parking brake, auto hold, wireless charging, active stability control, cruise control, dan kamera 360 derajat.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Active Yaw Control (AYC). Sistem tersebut membantu meningkatkan stabilitas kendaraan ketika bermanuver dengan melakukan intervensi pada roda tertentu.
4. Nyaman untuk perjalanan jauh
Kenyamanan merupakan karakter yang sudah melekat pada Xpander sejak generasi pertama. Pada versi facelift, suspensi mendapatkan penyetelan khusus sehingga karakter kendaraan menjadi lebih matang dalam hal pengendalian.
Suspensinya memang disebut tidak selembut generasi awal. Namun, pengaturan yang lebih firm membuat handling meningkat tanpa mengorbankan kenyamanan secara signifikan.
Kombinasi tersebut membuat Xpander Ultimate tetap menjadi salah satu MPV yang nyaman untuk perjalanan jauh.
5. Efisiensi bahan bakar tergolong baik
Meski masih menggunakan mesin konvensional tanpa turbo dan hybrid, Xpander Ultimate CVT mampu mencatat konsumsi bahan bakar yang cukup baik dalam pengujian.
Konsumsi dalam kota disebut mencapai sekitar 15,4 km per liter. Di jalan tol dengan kecepatan rata-rata 90 km per jam, angkanya sekitar 17,4 km per liter.
Sementara dalam rute kombinasi dengan kecepatan rata-rata 50 km per jam, konsumsi bahan bakarnya dapat mencapai sekitar 21 km per liter.
Ground clearance 220 mm juga menjadi nilai tambah karena memberikan rasa lebih aman ketika melewati polisi tidur tinggi, lubang, atau permukaan jalan yang tidak rata.
Baca Juga: Suzuki Ertiga Hybrid Diuji di Tanjakan 24 Derajat, Bawa 6 Orang Tetap Berhasil Menanjak
3 Kekurangan Mitsubishi Xpander Ultimate
1. Belum memiliki ADAS
Kekurangan pertama adalah absennya fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS). Bukan berarti fitur keselamatan Xpander Ultimate minim, tetapi sejumlah kompetitor sudah menawarkan teknologi tersebut.
Hyundai Stargazer dan Toyota Veloz, misalnya, disebut telah memiliki sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut. Sementara Mitsubishi sebenarnya memiliki teknologi Diamond Sense pada beberapa model lainnya, tetapi fitur tersebut belum tersedia di Xpander.
2. Belum tersedia versi hybrid
Perkembangan MPV hybrid juga menjadi tantangan bagi Xpander. Di kelasnya sudah terdapat Toyota Veloz Hybrid, sementara Xpander Hybrid baru tersedia di Thailand.
Bagi konsumen yang menginginkan efisiensi sekaligus teknologi elektrifikasi, belum tersedianya pilihan hybrid menjadi salah satu kekurangan Xpander di pasar Indonesia.
3. Harga tergolong tinggi
Harga Mitsubishi Xpander Ultimate CVT disebut berada di angka sekitar Rp342,8 juta untuk wilayah Jabodetabek. Jika memilih warna Quartz White Pearl, terdapat tambahan biaya Rp1,5 juta.
Harga tersebut masih dapat dianggap wajar untuk sebuah varian flagship. Namun, ketika dibandingkan dengan kompetitor yang sudah menawarkan ADAS atau bahkan teknologi hybrid, Xpander Ultimate mulai terasa lebih mahal.
Pada akhirnya, Mitsubishi Xpander Ultimate memiliki keunggulan kuat pada feel mewah, kenyamanan, kelapangan kabin, kepraktisan, dan efisiensi. Namun, absennya ADAS dan pilihan hybrid membuatnya tertinggal dari sejumlah rival yang berkembang lebih agresif.
Bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan kesan premium dalam MPV 1.500 cc, Xpander Ultimate masih menjadi pilihan menarik. Sebaliknya, konsumen yang mengejar teknologi terbaru mungkin perlu mempertimbangkan rival yang sudah menawarkan ADAS dan sistem hybrid.
Baca Juga: Mitsubishi Xpander Hybrid Dibongkar, Ternyata Beda Mesin dan Konsumsi BBM
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest