Maka Cavalry Diuji, Motor Listrik Rp35 Jutaan dengan Top Speed Tembus 108 Km/Jam

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:07 WIB
Maka Cavalry diuji dengan top speed 108 km/jam, jarak tempuh hingga 121 km, baterai 4 kWh, dan harga Rp35,85 juta (Pinterest).
Maka Cavalry diuji dengan top speed 108 km/jam, jarak tempuh hingga 121 km, baterai 4 kWh, dan harga Rp35,85 juta (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Maka Cavalry menjadi salah satu motor listrik yang cukup banyak menarik perhatian. Dalam pengujian Otomotif TV, motor listrik lokal ini menawarkan kombinasi performa responsif, jarak tempuh cukup jauh, posisi berkendara nyaman, serta harga Rp35.850.000 on the road Jakarta. Namun, ada sejumlah catatan, terutama pada karakter mode berkendara dan kualitas finishing bodi.

Maka Cavalry dibekali baterai lithium iron phosphate berkapasitas 4 kWh. Sementara penggeraknya menggunakan motor listrik hub dengan daya 4 kW dan tenaga maksimal 9 kW atau sekitar 12 HP. Motor ini juga memiliki torsi yang diklaim mencapai 251 Nm.

Ada dua pilihan riding mode pada Maka Cavalry, yakni HT atau High Torque dan HR atau High Regen. Kedua mode tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda saat digunakan.

Mode High Torque menjadi salah satu sisi yang paling disukai dalam pengujian. Respons motor terasa sangat ringan setelah kendaraan mulai berjalan. Pengendara cukup membuka gas sedikit untuk mempertahankan atau menambah kecepatan.

Namun, respons awal dari posisi diam terasa cukup kalem. Menurut penguji, karakter awal tersebut justru terasa agak lambat sebelum motor mulai mendapatkan momentum.

Setelah melaju, performanya berubah jauh lebih responsif. Maka Cavalry dinilai ringan saat digunakan untuk menyalip maupun menghadapi tanjakan.

Dalam pengujian kecepatan maksimal, motor listrik ini mampu mencapai 108 km/jam. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding klaim kecepatan maksimal 105 km/jam.

Akselerasinya juga disebut tidak terpaut jauh dengan Honda PCX 160 Road. Perbedaan hasil pengujian disebut hanya tipis, sehingga secara performa Maka Cavalry dinilai cukup bertenaga untuk ukuran motor listrik perkotaan.

Baca Juga: 6 Mobil Hybrid Murah 2026, Ada Suzuki Ertiga hingga BYD M6 DM Harga Rp298 Jutaan

Jarak Tempuh Bisa Lebih dari 90 Km dalam Gaya Berkendara Agresif

Pada mode High Torque, pengujian dengan gaya berkendara cukup agresif menghasilkan jarak tempuh sekitar 91 km. Hasil tersebut diperoleh meski motor digunakan dengan karakter berkendara yang responsif dan kecepatan tinggi.

Sementara mode High Regen ditujukan untuk membantu efisiensi energi melalui sistem regeneratif yang lebih besar. Namun, karakter engine brake pada mode ini dinilai terlalu kuat.

Saat pengendara menutup gas, motor terasa seperti tertahan cukup keras. Efek tersebut membuat pengalaman berkendara terasa kurang nyaman karena terjadi perubahan deselerasi yang cukup signifikan.

Akselerasi pada mode High Regen juga terasa lebih lambat. Kecepatan maksimalnya dibatasi hingga 70 km/jam.

Ketika kapasitas baterai berada di atas 11 persen, motor masih dapat mencapai kecepatan maksimal tersebut. Namun, saat baterai berada di angka 11 persen, kecepatan maksimal turun menjadi sekitar 40 km/jam.

Ketika kapasitas baterai berada di bawah 10 persen dan indikator kura-kura muncul, kecepatan maksimal kembali dibatasi hingga sekitar 32 km/jam.

Dalam pengujian, mode High Regen menghasilkan jarak tempuh sekitar 112 hingga 121 km. Sementara klaim jarak tempuh hingga 160 km disebut dapat dicapai dengan catatan motor dikendarai pada kecepatan rata-rata sekitar 25 km/jam.

Untuk pengisian daya, baterai 4 kWh pada Maka Cavalry membutuhkan waktu sekitar delapan jam menggunakan charger bawaan berdaya 500 watt. Pengisian lebih cepat tersedia melalui fast charging di dealer. Dalam pengujian, pengisian selama 12 menit diklaim dapat menambah jarak tempuh sekitar 20 km.

Baca Juga: 5 Mobil Hybrid Paling Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp260 Jutaan

Nyaman Dikendarai, Tetapi Finishing Bodi Jadi Catatan

Maka Cavalry memiliki tinggi jok 770 mm. Penguji dengan tinggi badan 173 cm dan bobot 65 kg masih dapat menapak dengan nyaman.

Karakter posisi berkendaranya disebut mengingatkan pada Honda ADV 160 maupun Honda PCX 160. Setang berada cukup dekat dan rendah sehingga memberikan posisi duduk santai.

Handling menjadi salah satu nilai positif motor ini. Karakternya dinilai mudah dikendalikan saat bermanuver dan cukup stabil ketika digunakan untuk menikung.

Suspensi belakang juga dinilai nyaman dan memiliki setelan preload lima tingkat. Namun, suspensi depan disebut terlalu empuk sehingga berpotensi mengalami bottoming ketika menghantam lubang atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi.

Bobot Maka Cavalry mencapai 132,6 kg dengan wheelbase yang cukup panjang. Karena itu, motor ini dinilai tidak selincah skutik berukuran kecil saat digunakan untuk menyelip di tengah kemacetan.

Dari sisi fitur, Maka Cavalry menggunakan pencahayaan LED, DRL yang berubah menjadi lampu sein, speedometer digital, port USB, bagasi berkapasitas 20 liter, tombol mundur, serta dudukan khusus pada setang untuk menjepit holder ponsel.

Namun, fitur seperti keyless, alarm, konektivitas dan ABS belum tersedia.

Catatan lain terdapat pada kualitas finishing sejumlah panel bodi plastik. Penguji menemukan beberapa celah antarpanel yang belum konsisten dan terlihat kurang rapi.

Meski demikian, komponen berbahan logam seperti bagian suspensi, pelek, handle rem hingga lengan ayun dinilai memiliki finishing yang cukup baik. Dengan harga Rp35.850.000 on the road Jakarta, Maka Cavalry dinilai menawarkan spesifikasi penggerak dan baterai yang cukup menarik, meski masih memiliki sejumlah hal yang perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Toyota Veloz Hybrid Resmi Meluncur, Harga Prebooking Mulai Rp299 Juta

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Maka Cavalry kendaraan listrik otomotif motor listrik motor listrik indonesia