TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Daihatsu Xenia dinilai memiliki value tinggi bagi konsumen yang sedang mencari MPV tujuh penumpang dengan harga kompetitif, kabin lega, fitur keselamatan modern, serta konsumsi bahan bakar yang efisien. Meski popularitasnya dinilai belum sebesar Toyota Avanza maupun Veloz, Xenia menawarkan sejumlah keunggulan karena menggunakan platform yang sama dengan dua model tersebut.
Dalam ulasan yang disampaikan, Daihatsu Xenia generasi terbaru mengalami perubahan besar dibanding generasi sebelumnya. Mobil ini bersama Avanza dan Veloz beralih dari sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD) menjadi penggerak roda depan atau front wheel drive (FWD).
Perubahan tersebut disebut membawa sejumlah keuntungan. Xenia kini menawarkan kabin yang lebih lega, kenyamanan lebih baik, serta efisiensi bahan bakar yang menjadi salah satu keunggulannya.
Varian yang diulas merupakan Xenia tertinggi dengan paket ADS atau Daihatsu Styling. Varian ini mendapat tambahan body kit dan dilengkapi ASA, sistem bantuan pengemudi atau ADAS versi Daihatsu.
Baca Juga: Hasil Moto3 Aragon 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Finis ke-20
Harga Kompetitif dan Pilihan Varian Beragam
Kelebihan pertama Daihatsu Xenia adalah harga dan pilihan variannya. Dalam ulasan tersebut disebutkan bahwa varian entry level Xenia dibanderol tidak sampai Rp230 juta.
Sementara varian tertinggi dengan mesin 1.500 cc, transmisi CVT, paket ADS, serta fitur ADAS disebut memiliki harga tidak sampai Rp290 juta.
Harga tersebut membuat Xenia menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang menginginkan karakter berkendara Avanza dan Veloz, tetapi dengan harga yang lebih kompetitif. Ketiganya menggunakan platform yang sama sehingga sejumlah karakter dasar, termasuk ruang kabin dan impresi berkendara, memiliki kemiripan.
Pilihan mesin Xenia juga cukup beragam. Konsumen dapat memilih mesin 1.300 cc atau 1.500 cc. Pilihan transmisinya terdiri dari manual dan CVT.
Keberagaman tersebut dinilai menjadi nilai tambah karena calon konsumen dapat menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan dan anggaran.
Kelebihan berikutnya adalah akomodasi. Dengan tinggi pengulas 168 cm, ruang kaki di baris kedua disebut sangat lega. Bahkan saat kursi digeser ke posisi paling belakang, ruang kaki masih memberikan keleluasaan yang besar.
Konfigurasi FWD juga memungkinkan lantai kendaraan dibuat lebih rendah dibanding mobil RWD yang memiliki komponen penggerak di bawah lantai. Kondisi tersebut memberikan tambahan ruang di dalam kabin.
Baris ketiga juga dinilai masih cukup lega untuk penumpang dewasa dan dapat digunakan untuk perjalanan jauh.
Dari sisi kepraktisan, Xenia memiliki armrest, kantong penyimpanan, ruang untuk botol atau gelas di door trim, serta beberapa kompartemen terbuka. Penumpang di baris ketiga juga mendapatkan kompartemen dan soket 12 volt yang dapat digunakan untuk mengisi daya gadget dengan adaptor.
Kemampuan membawa barang juga menjadi keunggulan. Saat kursi baris ketiga dilipat, lantai dapat dibuat rata. Kursi baris kedua juga dapat dilipat untuk membawa barang yang lebih panjang atau berukuran besar.
Baca Juga: Jadwal Moto3 San Marino 2026: Kualifikasi, Race, dan Klasemen Terbaru
Fitur ADAS dan Konsumsi BBM Jadi Nilai Jual
Pada varian tertinggi, Daihatsu Xenia dibekali sejumlah fitur seperti keyless entry, tombol start-stop, stability control, dan hill start assist.
Mobil ini juga menggunakan Advanced Safety Assist atau ASA. Fitur tersebut mencakup pedal miss operation control, lane departure prevention, serta lane departure warning. Dalam ulasan, fitur tersebut dinilai menjadi nilai tambah karena tidak semua MPV di kelasnya menawarkan kemampuan bantuan pengemudi serupa.
Selain fitur keselamatan, Xenia juga disebut memiliki kamera 360 derajat. Namun, kualitas gambar kamera menjadi salah satu catatan karena dinilai kurang tajam atau terlihat buram. Meski demikian, tampilan kamera disebut masih cukup terang saat digunakan pada malam hari.
Kenyamanan menjadi kelebihan lain setelah perubahan dari RWD ke FWD. Suspensi disebut terasa lebih lembut, sementara mobil tetap mampu memberikan stabilitas ketika melewati jalan tidak rata maupun saat bermanuver.
Varian CVT yang diulas juga memiliki mode S dan mode manual untuk membantu pengemudi ketika membutuhkan tenaga lebih.
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu poin penting. Dalam pengujian yang disampaikan, Xenia mencatat konsumsi 14,7 km per liter di dalam kota dan 18 km per liter pada perjalanan tol dengan kecepatan tinggi konstan.
Pada rute kombinasi dengan kecepatan 50 km per jam, konsumsi bahan bakar yang dicatat mencapai 21,8 km per liter.
Di sisi lain, kekurangan Daihatsu Xenia terdapat pada performa akselerasi. Pengujian 0-100 km per jam disebut membutuhkan waktu 12,5 detik. Namun, karakter tersebut dinilai sejalan dengan orientasi Xenia sebagai MPV yang lebih mengutamakan akomodasi, kenyamanan, dan efisiensi ketimbang performa.
Catatan lainnya adalah brand image yang dinilai tidak memberikan prestise setinggi Toyota Avanza. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi trade-off dari harga Xenia yang lebih kompetitif.
Secara keseluruhan, Daihatsu Xenia dinilai layak dipertimbangkan bagi konsumen yang mencari MPV tujuh penumpang dengan kabin lega, fitur lengkap, konsumsi BBM efisien, serta harga yang menawarkan value kompetitif.
Baca Juga: Hasil Moto3 Inggris 2026: David Almansa Juara, Veda Ega Pratama Finis 9
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest