TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Hyundai Santa Fe Hybrid menunjukkan keunggulan konsumsi bahan bakar saat dibandingkan dengan Toyota Fortuner diesel 2.800 cc dalam pengujian perjalanan dalam kota dan luar kota. Hasil pengujian tersebut sekaligus menjadi pertimbangan apakah keputusan Hyundai mengganti mesin diesel Santa Fe dengan mesin bensin turbo hybrid merupakan langkah yang tepat.
Pengujian dilakukan dengan membandingkan Santa Fe Hybrid dan Fortuner diesel 2.800 cc. Keduanya memang memiliki karakter berbeda. Fortuner menggunakan konstruksi ladder frame dan lebih diarahkan untuk kebutuhan offroad serta pekerjaan berat, sedangkan Santa Fe menggunakan monocoque dengan fokus lebih besar pada kenyamanan dan penggunaan keluarga.
Dari sisi harga, perbedaannya juga cukup jauh. Fortuner dibanderol mulai Rp584.500.500 untuk tipe G, sedangkan varian tertinggi GR Sport 4x4 mencapai Rp789.600.000. Sementara itu, Santa Fe memiliki harga mulai Rp739.300.000 dan unit yang digunakan dalam pengujian merupakan Santa Fe XRT dengan harga Rp932.400.000.
Perbedaan karakter semakin terlihat dari dimensinya. Santa Fe memiliki panjang 4,83 meter dan wheelbase 2,815 meter. Fortuner memiliki panjang 4,795 meter dengan wheelbase 2,745 meter. Lebar Santa Fe juga mencapai 1,9 meter, sementara Fortuner 1,855 meter.
Namun, Fortuner unggul pada tinggi dan ground clearance. Tingginya mencapai 1.835 mm dengan ground clearance 225 mm. Santa Fe memiliki tinggi 1.770 mm dan ground clearance 176 mm. Karakter tersebut membuat Fortuner lebih siap menghadapi medan berat, sementara Santa Fe lebih mengutamakan kenyamanan di jalan raya.
Baca Juga: Julukan Ratu Headshot Megawati Hangestri: Ini Daftar Lengkap Korban Spike Maut Megatron di Korea
Perbedaan Mesin dan Performa
Santa Fe generasi terbaru meninggalkan mesin diesel 2.200 cc yang dikenal halus dan bertenaga. Kini mobil tersebut menggunakan mesin 1.500 cc turbo hybrid dengan tenaga mesin 180 PS dan tenaga gabungan 235 PS. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim sekitar delapan detik.
Dalam pengujian, Santa Fe mencatat waktu 0-100 km/jam 8,74 detik. Hasil itu sedikit lebih cepat dibandingkan Fortuner 2.800 cc yang dalam pengujian mencatat sekitar 10,87 detik.
Fortuner 2.800 cc sendiri memiliki tenaga 204 PS dan torsi 500 Nm. Mesin tersebut dinilai tangguh serta memiliki karakter yang kuat. Namun, suara dan getaran khas mesin diesel masih terasa di kabin.
Untuk perawatan, Santa Fe Hybrid disebut memiliki servis gratis selama tiga tahun atau 60.000 kilometer. Setelah itu, biaya servis berkala setiap 15.000 kilometer disebut sekitar Rp1,7 juta.
Fortuner juga mendapatkan servis gratis tiga tahun atau 60.000 kilometer. Setelah masa tersebut berakhir, servis setiap 10.000 kilometer diperkirakan membutuhkan sekitar Rp3,1 juta untuk oli dan kebutuhan terkait.
Baca Juga: Ketakutan Tim V-League Hadapi Pukulan Megawati: Bentuk Blocking Khusus Demi Hindari Headshot
Konsumsi BBM Jadi Pembeda
Pengujian konsumsi bahan bakar dilakukan dalam kondisi lalu lintas perkotaan dan perjalanan luar kota. Di dalam kota, Santa Fe Hybrid sempat mencatat angka 24,5 km/l setelah digunakan selama sekitar satu jam dengan jarak tempuh 21,3 kilometer.
Fortuner pada pengujian yang sama mencatat sekitar 10,3 km/l. Hasil tersebut menunjukkan perbedaan konsumsi yang sangat besar. Namun, penguji juga mengingatkan angka Santa Fe di dalam kota dinilai terlalu irit dan mungkin kurang representatif karena kondisi lalu lintas saat pengujian.
Untuk perjalanan luar kota, kedua mobil dibawa dari Klaten menuju Solo dan Sragen lalu kembali ke Klaten. Pengujian dilakukan dengan kecepatan tinggi dan cruise control sekitar 120 km/jam, meski kondisi jalan membuat kecepatan aktual tidak selalu mencapai angka tersebut.
Santa Fe mencatat konsumsi 18,0 km/l dengan jarak tempuh 166 kilometer selama sekitar 2 jam 57 menit. Sementara Fortuner mencatat 12,6 km/l.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa efisiensi menjadi salah satu keunggulan utama Santa Fe Hybrid. Meski demikian, Fortuner tetap memiliki keunggulan ketika berbicara mengenai kemampuan offroad, konstruksi yang dirancang untuk durability, pilihan penggerak 4x4, serta banyaknya opsi modifikasi.
Pada akhirnya, pengujian tersebut menyimpulkan bahwa peralihan Santa Fe dari mesin diesel ke bensin turbo hybrid dinilai tepat. Santa Fe Hybrid tidak hanya menawarkan konsumsi bahan bakar lebih hemat, tetapi juga performa yang tetap kuat dan kenyamanan lebih tinggi.
Sementara Fortuner diesel tetap memiliki tempat bagi konsumen yang membutuhkan SUV dengan karakter pekerja keras dan kemampuan medan berat. Perbedaan keduanya pun kembali pada kebutuhan pengguna: Santa Fe Hybrid untuk efisiensi dan kenyamanan, sedangkan Fortuner diesel lebih kuat pada durability dan kemampuan offroad.
Baca Juga: Di Balik Julukan Ratu Headshot: Sisi Empati dan Sportivitas Tinggi Megawati Hangestri di Lapangan
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest