TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - All New Fortuner yang disebut-sebut bakal hadir dengan tampilan baru diprediksi belum benar-benar berganti platform. Berdasarkan spy shot yang dibahas dalam video CVT Indonesia, SUV ladder frame Toyota tersebut kemungkinan besar masih menggunakan sasis yang sama seperti generasi sebelumnya, meski mendapat perubahan desain secara besar-besaran.
Dalam pembahasan tersebut, All New Fortuner bahkan disebut lebih tepat sebagai super deep facelift ketimbang generasi baru sepenuhnya. Kode model baru seperti AN250 atau AN260 masih sebatas kemungkinan karena belum diketahui penamaan resmi yang akan digunakan Toyota.
Jika mengacu pada spy shot yang beredar, perubahan terbesar diperkirakan berada pada tampilan eksterior dan interior. Sementara struktur dasarnya disebut masih mempertahankan platform Fortuner sebelumnya.
Dimensi dan Tampilan Berubah, Sasis Dipertahankan
Fortuner saat ini memiliki panjang sekitar 4.795 mm dengan wheelbase 2.745 mm dan tinggi sekitar 1.800 mm. Dalam pembahasan video, dimensinya diperkirakan tidak berubah signifikan.
Kalaupun ada perubahan, wheelbase kemungkinan hanya diperpanjang sekitar 5 sampai 10 mm. Perubahan tersebut dinilai masih memungkinkan tanpa harus mengubah platform secara keseluruhan.
Dari sisi eksterior, desain All New Fortuner diperkirakan mengikuti bahasa desain terbaru Toyota. Bagian depan disebut akan memiliki lampu yang lebih sipit serta grille berukuran lebih besar.
Desain tersebut disebut memiliki kemiripan dengan Hilux generasi terbaru. Bagian belakang juga diperkirakan mengalami revisi, terutama pada bentuk lampu yang terlihat lebih menyipit dan menggunakan LED.
Sementara itu, pembahasan mengenai kabin menyoroti kemungkinan hadirnya desain dashboard baru. Setir, panel instrumen, layout dashboard, hingga door trim diprediksi mengambil inspirasi dari produk Toyota terbaru, termasuk Hilux.
Desain tersebut dianggap lebih modern dibandingkan dashboard Fortuner yang sekarang. Namun, ada sejumlah fitur yang masih diharapkan hadir, salah satunya sunroof.
Baca Juga: Di Balik Julukan Ratu Headshot: Sisi Empati dan Sportivitas Tinggi Megawati Hangestri di Lapangan
Baris Ketiga hingga Suspensi Jadi Sorotan
Salah satu bagian yang dinilai perlu mendapat peningkatan adalah mekanisme kursi baris ketiga. Dalam video tersebut, pengguna berharap kursi dapat dilipat rata dengan lantai sehingga ruang belakang menjadi lebih praktis.
Saat ini, kursi baris ketiga dinilai masih membuat posisi duduk cukup jongkok, terutama bagi penumpang dengan tinggi sekitar 175 cm. Ruang kepala juga disebut sangat terbatas.
Meski begitu, Fortuner tetap dinilai memiliki kepraktisan yang baik. Bahkan dalam pengalaman yang dibagikan, ruang untuk membawa barang dianggap lebih praktis dibandingkan salah satu rivalnya, Mitsubishi Pajero Sport.
Dari sisi kenyamanan berkendara, karakter suspensi Fortuner juga menjadi salah satu keunggulannya. Mobil ini tetap memiliki gejala limbung karena menggunakan konstruksi ladder frame, tetapi dinilai tidak terlalu mengayun.
Pengalaman tersebut membuat Fortuner dianggap lebih nyaman untuk perjalanan pendek, menengah, maupun jarak jauh dibandingkan Pajero Sport generasi yang dibahas dalam video.
Hal lain yang mendapat perhatian adalah sistem kemudi. Fortuner saat ini masih menggunakan hydraulic power steering sehingga bobot setir terasa lebih berat dibandingkan mobil dengan electric power steering. Jika mengikuti Hilux terbaru, ada harapan sistem kemudi Fortuner mendatang dibuat lebih ringan.
Rumor Mesin 3.000 Cc Mild Hybrid
Bagian paling menarik dari pembahasan All New Fortuner adalah rumor mengenai mesin baru berkode 3GD. Mesin tersebut disebut akan memiliki kapasitas 3.000 cc dan berpotensi dipadukan dengan teknologi mild hybrid.
Dalam video, mesin ini dirumorkan mampu menghasilkan tenaga sekitar 270 horsepower dengan torsi mencapai 650 Nm. Namun, seluruh informasi mengenai mesin tersebut masih sebatas rumor dan belum dikonfirmasi dalam transkrip sebagai spesifikasi resmi Toyota.
Jika benar digunakan, kombinasi mesin diesel 3.000 cc dan mild hybrid berpotensi membuat performa Fortuner meningkat signifikan.
Meski demikian, ada dugaan versi awal yang masuk Indonesia justru menggunakan mesin 2.800 cc. Sementara mesin 3.000 cc disebut kemungkinan lebih dahulu dipasarkan untuk kawasan Timur Tengah.
Pada akhirnya, All New Fortuner diperkirakan lebih banyak menawarkan penyegaran tampilan dibandingkan perubahan struktur. Bagi loyalis Fortuner, perubahan tersebut tetap bisa menjadi alasan untuk melakukan upgrade, terutama jika desain baru dan teknologi mesinnya benar-benar direalisasikan.
Baca Juga: Ketakutan Tim V-League Hadapi Pukulan Megawati: Bentuk Blocking Khusus Demi Hindari Headshot
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest