TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Daihatsu Terios 2026 masih punya alasan kuat untuk dipertimbangkan meski modelnya tidak lagi tergolong baru. Di tengah tren mobil baru yang banyak menggunakan penggerak roda depan dan transmisi CVT, Terios tetap mempertahankan penggerak roda belakang serta transmisi otomatis konvensional.
Dalam ulasan Formula Motor TV, Terios disebut sebagai mobil yang kerap mendapat kritik karena teknologinya dianggap tertinggal. Namun, kondisi tersebut justru dinilai menjadi salah satu keunggulannya, terutama bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan, kemudahan perawatan, dan karakter kendaraan yang tahan digunakan.
Ada lima alasan yang dianggap membuat Terios masih relevan, yakni desain, kepraktisan, fitur, posisi berkendara, dan mesin.
Desain Terios Masih Punya Karakter
Alasan pertama adalah desain. Terios generasi yang pertama kali diperkenalkan pada 2018 memang belum mendapatkan generasi baru dalam ulasan tersebut. Namun, Daihatsu sudah memberikan penyegaran melalui facelift.
Perubahan paling terlihat terdapat di bagian depan. Bumper baru memiliki bentuk yang disebut menyerupai ekspresi cemberut sehingga memberikan kesan lebih agresif. Ornamen silver dibuat lebih gelap, sementara area depan juga sudah mendapatkan kamera 360 derajat.
Lampu utama mendapatkan desain baru dengan daytime running light (DRL) dan bagian dalam berwarna hitam. Fog lamp juga menggunakan LED. Grill turut berubah dengan bentuk yang semakin menonjolkan karakter sporty.
Pada bagian samping, Terios menggunakan pelek R17 dengan warna gun metal grey dan ban berukuran 215/60 R17. Sementara di belakang terdapat tambahan list hitam, spoiler, aksen chrome, serta bumper dengan perpaduan warna silver dan chrome.
Secara keseluruhan, desain tersebut tetap mempertahankan karakter Terios yang maskulin dan gagah.
Baca Juga: Komparasi Innova Reborn vs Innova Zenix, Diesel Badak atau Hybrid Modern?
Praktis untuk Keluarga dan Bawa Barang
Alasan kedua adalah kepraktisan. Terios memiliki banyak kompartemen penyimpanan yang tersebar hingga baris ketiga. Dalam video tersebut, jumlahnya disebut mencapai 28 kompartemen.
Bagasi juga menjadi salah satu keunggulan. Dengan seluruh jok tiga baris dalam posisi tegak, kapasitasnya disebut sekitar 200 liter. Ketika jok dilipat dan ruang dimanfaatkan secara maksimal, kapasitasnya dapat mencapai lebih dari 500 liter, bahkan disebut bisa mendekati 800 liter.
Ground clearance Terios juga dianggap cukup untuk melewati jalan rusak maupun tanjakan. Meski bukan yang tertinggi di kelasnya, dimensinya dinilai masih memberikan rasa aman untuk penggunaan sehari-hari.
Kepraktisan tersebut membuat Terios dinilai cocok untuk keluarga maupun pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk membawa barang dalam jumlah cukup banyak.
Fitur dan Posisi Berkendara
Alasan ketiga adalah fitur. Terios sudah dibekali LED headlamp, DRL, smart entry, roof rail, engine start-stop, AC digital, AC belakang, serta electric retract mirror.
Head unit juga menjadi salah satu peningkatan penting karena sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Selain itu, tersedia wireless charger, USB, power outlet, kamera parkir, parking sensor, dan kamera 360 derajat.
Untuk keselamatan, Terios memiliki dua airbag, ABS, EBD, dan fitur bantuan berkendara lainnya.
Alasan keempat berkaitan dengan posisi berkendara. Setir memang baru dapat diatur secara tilt dan belum teleskopik. Namun, pengaturan jok sudah mencakup maju-mundur, naik-turun, dan kemiringan sandaran.
Posisi duduk dinilai cukup nyaman dengan visibilitas yang baik. Hanya saja, karakter suspensinya disebut cenderung keras ketika mobil tidak membawa muatan penuh.
Baca Juga: Toyota Kijang Innova Zenix Q Hybrid Modellista 2026, Ini Beda dengan Model 2025
Mesin 1.500 cc dan Penggerak Roda Belakang
Alasan terakhir adalah mesin dan sistem penggerak. Terios menggunakan mesin 2NR-VE 1.500 cc, empat silinder segaris, dengan teknologi Dual VVT-i.
Dalam video, mesin tersebut disebut menghasilkan tenaga 103 HP pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 136 Nm pada 4.200 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis konvensional empat percepatan ke roda belakang.
Kombinasi tersebut menjadi karakter yang semakin jarang ditemukan pada mobil baru. Berdasarkan pengujian yang disampaikan, konsumsi bahan bakar Terios mencapai 12,5 kilometer per liter. Pengujian sebelumnya pada unit Terios lain bahkan disebut menghasilkan angka 14 kilometer per liter.
Menurut ulasan Formula Motor TV, teknologi yang lebih sederhana justru dapat menjadi keuntungan karena dinilai lebih mudah dirawat dibandingkan sistem transmisi modern seperti CVT.
Dengan demikian, Daihatsu Terios 2026 masih dinilai layak bagi konsumen yang mencari SUV tiga baris dengan desain maskulin, ruang praktis, fitur cukup lengkap, serta penggerak roda belakang. Terios mungkin bukan pilihan dengan teknologi paling baru, tetapi karakter tersebut justru menjadi daya tarik bagi pengguna yang membutuhkan mobil untuk penggunaan harian dan perjalanan dengan medan yang lebih menantang.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest