8 Motor Honda yang Sebaiknya Jangan Dibeli Buru-Buru, Ini Alasannya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:45 WIB
8 motor Honda yang sebaiknya jangan dibeli buru-buru, mulai Genio, ADV 150, Scoopy hingga PCX 160, beserta alasannya (Pinterest).
8 motor Honda yang sebaiknya jangan dibeli buru-buru, mulai Genio, ADV 150, Scoopy hingga PCX 160, beserta alasannya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Motor Honda yang sebaiknya jangan dibeli menjadi pembahasan menarik bagi calon konsumen yang sedang mencari kendaraan baru. Meski Honda dikenal dengan citra motor irit, awet, dan memiliki harga jual kembali tinggi, tidak semua model dinilai cocok untuk setiap kebutuhan. Dalam sebuah ulasan, terdapat delapan motor Honda yang disarankan untuk dipertimbangkan matang-matang sebelum dibeli.

Daftar tersebut bukan berarti seluruh model yang disebut buruk. Penilaian lebih banyak didasarkan pada kesesuaian mesin, fitur, kenyamanan, harga, hingga karakter motor dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.

Model pertama yang dibahas adalah Honda Genio. Secara desain, Genio dinilai memiliki tampilan ramping dengan perpaduan unsur klasik dan sporty. Namun, motor ini dianggap terlalu dekat dengan Honda Beat karena sama-sama menggunakan mesin 110 cc.

Selain itu, Genio disebut memiliki bodi ringan, fitur yang relatif sederhana, serta suspensi yang dinilai kurang nyaman. Bagian jok belakang juga dianggap sempit sehingga kurang ideal untuk penggunaan berboncengan.

Model berikutnya adalah Honda ADV 150. Motor ini sempat mendapat perhatian karena membawa desain bernuansa adventure. Namun, menurut ulasan tersebut, karakter berkendaranya justru lebih mendekati motor perkotaan.

Mesin 150 cc dinilai kurang bertenaga ketika digunakan menghadapi tanjakan, sementara suspensinya dianggap tidak segarang tampilan luarnya. Ban standar dengan pola yang agresif juga disebut kurang nyaman untuk penggunaan harian. Biaya servis dan suku cadang turut menjadi catatan.

Baca Juga: Hyundai Kona 2027 Hanya Tawarkan Mesin Bensin, Harga Tetap Mulai Rp400 Jutaan

Dari Supra GTR 150 hingga Scoopy

Honda Spacy juga masuk dalam daftar. Motor tersebut sebenarnya memiliki keunggulan berupa bagasi besar dan jok lebar sehingga cocok untuk kebutuhan keluarga. Namun, desainnya dianggap terlalu biasa dan performanya tidak memiliki keistimewaan.

Respons gas Spacy disebut cenderung lambat dan handling-nya kurang menyenangkan ketika digunakan bermanuver di jalan padat. Motor ini juga dinilai sudah sulit ditemukan sehingga konsumen yang ingin membelinya perlu mempertimbangkan ketersediaan suku cadang.

Berikutnya ada Honda Supra GTR 150. Motor bebek sport ini sempat diposisikan sebagai penantang Yamaha MX King. Mesin 150 cc DOHC menjadi salah satu keunggulannya, tetapi karakter tenaga yang lebih terasa pada putaran mesin tinggi dianggap kurang cocok untuk penggunaan harian.

Desain Supra GTR juga dinilai terlalu kalem untuk kelas bebek sport. Popularitas yang kalah dari kompetitor turut berdampak pada harga jual bekas. Ketersediaan part aftermarket juga disebut tidak sebanyak MX King.

Meski demikian, Supra GTR 150 tetap memiliki potensi performa. Dalam kondisi tertentu, terutama jika digunakan sebagai motor balap dengan biaya dan bengkel yang tepat, performanya disebut bisa lebih bertenaga.

Honda Scoopy dengan rangka ISAF kemudian menjadi model kelima. Scoopy sendiri disebut memiliki identitas desain yang kuat dan populer di kalangan anak muda. Namun, penggunaan rangka ISAF menjadi hal yang dinilai perlu dipertimbangkan calon pembeli.

Honda Scoopy, Beat, dan Genio disebut menggunakan rangka tersebut. Meski terdapat garansi rangka, konsumen tetap disarankan mempertimbangkan faktor tersebut sebelum menentukan pilihan.

Baca Juga: Hyundai Kona 2027 Berubah Total, Bawa Desain Futuristis dan Teknologi Canggih

CBR150R, SH150i, dan PCX 160

Model keenam adalah Honda CBR150R. Desainnya dinilai semakin menarik, tetapi performanya dianggap kurang agresif karena lebih diarahkan untuk kenyamanan penggunaan sehari-hari. Suspensi disebut lembut, posisi berkendara tidak terlalu sporty, dan karakter mesin dinilai kurang galak.

Namun, bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan, desain, serta penggunaan harian, CBR150R justru disebut sebagai salah satu motor yang nyaman di kelasnya.

Selanjutnya ada Honda SH150i, skuter premium yang populer di Eropa dan Vietnam tetapi dinilai kurang cocok dengan pasar Indonesia. Salah satu alasannya adalah harga yang dianggap terlalu tinggi dibandingkan fitur yang ditawarkan. Mesin dan fitur juga dinilai tidak terlalu jauh dari PCX.

Terakhir, Honda PCX 160 masuk dalam daftar. Di atas kertas, motor ini memiliki mesin 160 cc, panel digital, smart key, dan sejumlah fitur lainnya. Namun, ulasan tersebut menyoroti sejumlah keluhan pengguna, seperti panas berlebih, konsumsi oli, getaran mesin, hingga masalah radiator.

Konsumsi bahan bakar juga dinilai belum seefisien yang diharapkan untuk sebuah skuter matik. Sementara pada model terbaru, harga disebut semakin tinggi dengan fitur yang dinilai tidak berbeda jauh dari generasi sebelumnya.

Meski demikian, PCX 160 tetap disebut memiliki kelebihan, terutama dari sisi desain. Karena itu, delapan model tersebut tidak secara mutlak dinyatakan tidak layak dibeli. Konsumen tetap perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, prioritas, dan ekspektasi terhadap sebuah motor.

Baca Juga: Korsleting, Rumah Terbakar, Kerugian Tembus Rp1,5 M

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Honda Genio motor Honda yang sebaiknya jangan dibeli Honda ADV 150 Honda Scoopy Honda PCX 160