Mitsubishi Hybrid 2026 Siapkan Pajero hingga Xpander Sport, Ini Bocorannya

Putri Dwi Lestari • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:50 WIB
Mitsubishi hybrid 2026 menyiapkan Xpander, Xforce hingga Pajero Sport dengan produksi lokal dan fokus efisiensi bahan bakar.(PINTEREST)
Mitsubishi hybrid 2026 menyiapkan Xpander, Xforce hingga Pajero Sport dengan produksi lokal dan fokus efisiensi bahan bakar.(PINTEREST)

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Mitsubishi menyiapkan lini kendaraan hybrid untuk pasar Indonesia mulai semester kedua tahun fiskal 2026. Strategi tersebut menjadi langkah Mitsubishi menghadapi perubahan tren otomotif sekaligus menyesuaikan teknologi elektrifikasi dengan kondisi infrastruktur pengisian daya di Indonesia.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia memilih teknologi hybrid sebagai salah satu fokus utama dibandingkan kendaraan listrik murni. Pertimbangannya, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dinilai belum merata dan masih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar.

Kondisi tersebut membuat mobil hybrid dianggap lebih praktis untuk digunakan di berbagai wilayah. Kendaraan hybrid tidak bergantung sepenuhnya pada stasiun pengisian eksternal karena baterainya dapat memperoleh energi dari putaran mesin bensin dan energi kinetik ketika kendaraan melakukan pengereman.

Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan dibandingkan ketika menggunakan mobil bermesin bensin konvensional.

Baca Juga: Hyundai Kona 2027 Bawa Hybrid, Kona Electric, dan Kabin Lebih Premium

Xpander Hybrid Jadi Andalan

Mitsubishi Xpander Hybrid disebut menjadi produk utama di kategori MPV. Model ini menggunakan teknologi yang sebelumnya telah dipasarkan di Thailand.

Xpander Hybrid mengandalkan mesin bensin 1,6 liter Atkinson Cycle yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai lithium-ion. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga maksimal 116 PS dengan torsi maksimal 255 Nm.

Keunggulan motor listrik terletak pada ketersediaan torsi sejak awal tarikan. Karakter tersebut membuat akselerasi kendaraan dapat terasa lebih cepat dibandingkan mesin bensin biasa.

Dari sisi efisiensi, konsumsi bahan bakar Xpander Hybrid berada di kisaran 20 hingga 22 kilometer per liter. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Xpander bermesin bensin konvensional yang berada di kisaran 12 hingga 14 kilometer per liter dalam penggunaan normal.

Baca Juga: 8 Motor Honda yang Sebaiknya Jangan Dibeli, Genio dan ADV 150 Disorot karena Alasan Ini

Mobil ini juga dibekali tujuh drive mode untuk menyesuaikan kondisi perjalanan. Pilihannya mencakup mode Normal, Asphalt, Gravel, Mud, Wet, serta EV murni yang digunakan pada kecepatan rendah.

Selain Xpander, Mitsubishi juga menyiapkan model hybrid untuk segmen compact SUV. Mitsubishi Xforce disebut menjadi model kedua yang mendapatkan teknologi tersebut.

Salah satu spesifikasi yang disorot adalah ground clearance mencapai 222 milimeter. Penempatan baterai dirancang agar tidak mengurangi ketinggian kendaraan, sehingga kemampuan melintasi jalan rusak maupun genangan tetap dipertahankan.

Xforce Hybrid juga tetap dilengkapi active yaw control untuk membantu mengatur distribusi tenaga pengereman pada roda depan dan menjaga kestabilan kendaraan ketika menikung dalam kecepatan tinggi.

Pajero Sport dan Destinator Menyusul?

Selain MPV dan compact SUV, Mitsubishi juga memberikan sinyal mengenai pengembangan kendaraan hybrid di segmen yang lebih besar.

Pajero Sport Hybrid disebut memiliki indikasi kuat untuk hadir pada generasi berikutnya. Selama ini, Pajero Sport identik dengan mesin diesel turbo. Penggunaan sistem hybrid diarahkan untuk menekan emisi dan meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan kemampuan tarik, towing, serta daya jelajah di medan berat.

Nama Mitsubishi Destinator juga muncul sebagai kandidat SUV baru. Model tersebut diperkirakan akan ditempatkan di antara Xforce dan Pajero Sport. Fokusnya adalah kemampuan jelajah yang lebih tangguh, dengan kemungkinan hadir langsung menggunakan pilihan mesin hybrid.

Untuk mendukung rencana tersebut, Mitsubishi akan memproduksi kendaraan hybrid di pabrik mereka yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Proses produksi lokal atau completely knocked down (CKD) diharapkan membantu menekan biaya logistik dan memanfaatkan insentif pajak untuk kendaraan rendah emisi.

Baca Juga: Indonesia Menang 3-0 atas Malaysia, Megawati dan Chelsea Berliana Bersinar

Lokalisasi juga disebut dapat membantu ketersediaan komponen hybrid di dealer resmi, termasuk modul baterai dan motor listrik. Dengan demikian, konsumen tidak perlu bergantung sepenuhnya pada proses impor komponen.

Mitsubishi juga memperhatikan kekhawatiran konsumen mengenai harga jual kembali mobil hybrid, khususnya terkait usia baterai. Untuk mengatasinya, perusahaan disebut menyiapkan sertifikasi kondisi baterai melalui bengkel resmi.

Sertifikat kesehatan baterai tersebut dapat disertakan ketika pemilik menjual kendaraan. Langkah ini ditujukan untuk membantu menjaga nilai jual mobil hybrid Mitsubishi di pasar bekas.

Dengan rencana peluncuran massal pada 2026, Mitsubishi akan masuk ke persaingan kendaraan hybrid yang semakin ramai di Indonesia. Xpander Hybrid dan Xforce Hybrid menjadi bagian awal dari strategi elektrifikasi yang tetap mempertahankan karakter kendaraan Mitsubishi untuk menghadapi kondisi geografis dan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Editor : Putri Dwi Lestari
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Mitsubishi Indonesia Mitsubishi XForce Hybrid Pajero Sport Hybrid Mitsubishi hybrid 2026 Mitsubishi Xpander Hybrid