JAKARTA - Nissan X-Trail T33 akhirnya kembali ke Indonesia setelah sempat vakum beberapa tahun. Generasi terbaru ini hadir dengan sistem e-Power dan penggerak semua roda atau all wheel drive (AWD). Berbeda dari kekhawatiran bakal ada pemangkasan fitur, unit yang masuk disebut tetap membawa kelengkapan yang dinilai mendekati versi luar negeri.
Nissan X-Trail T33 yang dipasarkan di Indonesia hanya tersedia dalam satu pilihan mesin. Jantung mekanisnya berupa mesin bensin 1.500 cc tiga silinder turbo. Namun, mesin tersebut tidak menjadi penggerak roda secara langsung.
Konsep e-Power yang digunakan membuat mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk memasok energi ke baterai dan motor listrik. Penggerak utama kendaraan sepenuhnya berasal dari motor listrik yang ditempatkan di bagian depan dan belakang.
Baca Juga: Yamaha Vixion Terancam Disuntik Mati, Ini Alasan Model Legendaris Itu Mulai Ditinggalkan
Motor listrik depan memiliki tenaga 203 PS dengan torsi 350 Nm. Sementara motor listrik belakang menghasilkan 135 PS dan torsi 190 Nm. Kombinasi tersebut membuat respons akselerasi X-Trail T33 terasa seperti mobil listrik karena tenaga disalurkan secara linear tanpa perpindahan gigi konvensional.
Nissan mengklaim akselerasi 0-100 km/jam mencapai 7,2 detik. Dalam pengujian yang diceritakan dalam video, performanya disebut terasa lebih cepat dibandingkan angka klaim tersebut.
Desain Lebih Kotak dan Kabin 7 Penumpang
Dari sisi eksterior, X-Trail T33 kembali menggunakan bentuk bodi yang lebih mengotak. Desain tersebut berbeda dari generasi sebelumnya yang tampil lebih membulat.
Baca Juga: Yamaha R25 Bekas di Bawah Rp20 Juta, Masih Layak Dibeli daripada R15 Baru?
Bagian depan memiliki grille berbentuk V khas Nissan, LED daytime running light (DRL), lampu utama di bagian bawah, high beam di bagian tengah, serta fog lamp. Penggunaan aksen krom juga dibuat relatif minimalis.
Pada bagian samping, SUV ini menggunakan pelek 19 inci yang disebut sebagai ukuran terbesar pada X-Trail. Pelek tersebut dipadukan ban berukuran 235/55 R19.
Bagian belakang tidak lagi menggunakan knalpot yang terlihat. Lampu belakang sudah LED, meski lampu sein dan lampu mundur masih menggunakan bohlam. Motor listrik belakang juga ditempatkan di area belakang untuk mendukung sistem AWD.
Baca Juga: Yamaha R2 Disebut Jadi Upgrade Yamaha R15, Bawa Mesin 199 cc dengan Teknologi VVA
Salah satu hal yang menarik adalah konfigurasi tujuh penumpang dengan susunan 5+2. Baris ketiga lebih ditujukan untuk penumpang berukuran kecil karena ruang kepala dan kaki terbatas.
Kursi baris kedua dapat digeser cukup jauh. Pengaturan ini memungkinkan pemilik mengatur kompromi antara ruang kaki penumpang belakang dan kapasitas bagasi. Jika baris ketiga tidak digunakan, kursinya dapat dilipat sehingga ruang penyimpanan bertambah.
Kabin juga dibekali panoramic sunroof dan AC tiga zona. Suhu untuk area depan kiri, depan kanan, dan belakang dapat diatur secara terpisah, meski pengaturan kecepatan hembusan bagian belakang mengikuti bagian depan.
Baca Juga: Hyundai Tucson 2027 Tampil Baru, Lebih Bongsor dan Punya Desain SUV Kotak
Nyaman, Kencang, dan Irit
Masuk ke kabin depan, X-Trail T33 membawa panel instrumen digital berukuran besar, head-up display, serta head unit dengan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel. Sistem navigasi bawaan juga dapat ditampilkan melalui head-up display.
Sistem audio menggunakan Bose. Kamera 360 derajat juga tersedia, sementara sejumlah fungsi masih menggunakan tombol fisik, termasuk pengaturan AC, spion, dan beberapa fitur lainnya.
Dari sisi kenyamanan, suspensi X-Trail T33 disebut tetap berorientasi comfort. Peredaman kabin juga menjadi salah satu keunggulan karena mobil menggunakan kaca ganda pada jendela.
Baca Juga: Hyundai Tucson 2027 Bawa Perubahan Total, Desain Makin Gagah dan Ada Varian XRT
Saat dikendarai, sistem e-Power membuat akselerasinya terasa kuat seperti mobil listrik. Tersedia mode Auto, Eco, Sport, Snow, dan Offroad. Sistem e-4ORCE juga membantu mendistribusikan tenaga serta melakukan pengereman pada roda tertentu ketika menikung agar mobil lebih stabil.
Konsumsi bahan bakar yang ditampilkan dalam pengujian mencapai 22,2 km/l, kemudian meningkat menjadi 23,6 km/l dan 24,1 km/l setelah digunakan berkendara.
Untuk fitur bantuan pengemudi, adaptive cruise control disebut bekerja halus ketika mengikuti kendaraan di depan. Namun, sistem lane keeping assist tidak tersedia. Fitur yang ada hanya lane departure warning yang memberikan peringatan ketika kendaraan keluar jalur.
Source : https://www.youtube.com/watch?v=L_takGp_wb4
Editor : Latifa Irsyadiyah