TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Feda Ega Pratama berhasil lolos langsung ke Q2 Moto3 San Marino 2026, tetapi masih memiliki pekerjaan rumah pada beberapa sektor Sirkuit Misano. Berdasarkan evaluasi hari pertama, rider Honda Team Asia itu tampil kuat di sektor kedua dan keempat, sementara sektor pertama dan ketiga masih menjadi titik yang perlu diperbaiki.
Feda disebut masih beradaptasi dengan karakter Sirkuit Misano pada hari pertama. Pembalap asal Gunung Kidul tersebut sempat mengalami kesulitan pada awal sesi hingga posisinya terlempar dari 10 besar.
Namun, performanya membaik pada sesi sore. Feda mampu memperbaiki catatan waktu hingga akhirnya mengamankan tempat langsung di Q2. Hasil ini menjadi modal penting karena ia tidak perlu menjalani Q1 untuk memperebutkan tiket menuju sesi kualifikasi kedua.
Performa Feda juga menjadi perhatian karena ia sempat berhadapan dengan Maximo Quiles di lintasan. Dalam tayangan tersebut, Quiles terlihat memberikan isyarat kepada Feda ketika keduanya berada dalam situasi mengejar catatan waktu.
Secara kecepatan motor, Quiles dinilai memiliki keuntungan melalui KTM yang digunakannya. Karena itu, Feda disebut harus bekerja keras ketika menghadapi pembalap tersebut di lintasan.
Baca Juga: Toyota Rush 2027 Warna Grey Tampil Gagah, Desain Modern hingga Kabin 7 Penumpang
Sektor 1 dan 3 Jadi Pekerjaan Rumah
Sirkuit Misano memiliki karakter teknikal dengan total 16 tikungan. Dari jumlah tersebut, 10 tikungan mengarah ke kanan dan enam lainnya ke kiri.
Lintasan ini memiliki panjang 4,23 kilometer dengan lebar sekitar 12 meter. Sementara lintasan lurusnya hanya sekitar 530 meter. Karakter tersebut membuat akselerasi keluar tikungan menjadi salah satu aspek penting.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah tikungan ke-11. Tikungan tersebut membutuhkan stabilitas bagian depan motor atau front end yang baik karena pembalap harus membawa motor dengan kecepatan tinggi sebelum mengarah ke kanan.
Dalam evaluasi performa Feda, sektor ketiga yang berkaitan dengan area tersebut masih menjadi kelemahan. Menurut pengamatan dalam tayangan, Feda membutuhkan kepercayaan diri dan setting motor yang lebih sesuai ketika menghadapi bagian tersebut.
Sektor pertama juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Feda. Sebaliknya, sektor kedua menjadi salah satu area terbaiknya.
Pada sektor kedua, Feda bahkan disebut menjadi pembalap Honda terbaik dengan menempati posisi kelima. Catatan tersebut menunjukkan bahwa motor Honda Team Asia sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing pada bagian tertentu dari lintasan.
Sektor keempat juga memberikan sinyal positif. Feda berada di posisi keenam dalam catatan sektor tersebut. Dengan demikian, perbaikan pada T1 dan T3 dinilai bisa menjadi kunci untuk meningkatkan posisi keseluruhan pada hari berikutnya.
Baca Juga: Toyota Rush 2027 Diprediksi Makin Modern, Ini Bocoran Desain dan Fiturnya
Top Speed Honda Jadi Sinyal Positif
Selain catatan waktu per sektor, performa Feda pada top speed juga menjadi perhatian. Dalam evaluasi yang disampaikan, Feda disebut menjadi salah satu pembalap Honda dengan kecepatan tertinggi dan berada di posisi kelima secara keseluruhan dalam catatan top speed yang dibahas.
Hal tersebut menjadi indikasi bahwa persoalan Feda bukan semata-mata pada tenaga motor. Pekerjaan yang masih harus dilakukan lebih banyak berkaitan dengan stabilitas ketika melakukan pengereman kuat serta kemampuan membawa kecepatan di sektor tertentu.
Pada hari pertama, David Almansa menjadi pembalap yang menguasai catatan waktu tercepat. Feda sendiri berada di sekitar posisi ke-13 dalam catatan waktu yang dibahas, dengan selisih sekitar satu detik dari Almansa.
Meski belum menjadi hasil terbaik, Feda tetap mampu mengamankan tiket langsung ke Q2. Ia juga dinilai memiliki pengalaman positif di Misano karena dalam tayangan disebut pernah berada di posisi enam besar ketika berlaga pada 2024 dan 2025, meski menggunakan motor yang berbeda.
Karena itu, hari kedua akan menjadi kesempatan bagi Feda dan Honda Team Asia untuk mengumpulkan lebih banyak data. Tim diharapkan dapat memperbaiki setting motor, terutama untuk membantu Feda tampil lebih kompetitif pada sektor pertama dan ketiga.
Dengan sektor kedua dan keempat yang sudah menunjukkan kecepatan cukup baik, peningkatan pada dua sektor yang masih menjadi kelemahan dapat menjadi modal penting bagi Feda untuk memangkas jarak dengan para pembalap KTM.
Target untuk merangsek ke barisan depan pun masih terbuka. Namun, karakter Misano yang teknikal dan sempit membuat setiap kesalahan bisa berdampak besar terhadap catatan waktu.
Feda kini tinggal memaksimalkan hasil evaluasi hari pertama untuk menghadapi sesi berikutnya. Tiket langsung ke Q2 sudah diamankan, dan tantangan berikutnya adalah mengubah potensi yang terlihat di beberapa sektor menjadi catatan waktu yang lebih kompetitif.
Baca Juga: Toyota Raize Generasi Berikutnya Diduga Bawa Wajah Baru hingga Opsi Hybrid
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest