TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Timnas Indonesia dinilai punya kekuatan untuk menjadi juara FIFA ASEAN Cup, terutama jika pemain-pemain terbaik yang berkarier di Eropa bisa tampil penuh. Namun, turnamen tersebut juga dipandang sebagai bagian dari proses membangun tim menuju target yang lebih besar.
Penilaian itu muncul dalam pembahasan mengenai persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA ASEAN Cup. Selain mengejar gelar juara, turnamen ini dianggap menjadi kesempatan untuk memperbaiki permainan, membangun chemistry, sekaligus mengukur perkembangan skuad senior.
Timnas Indonesia disebut datang dengan kekuatan yang jauh lebih lengkap dibandingkan ketika tampil di Piala AFF. Sejumlah pemain yang berkarier di Eropa diharapkan bisa bergabung karena adanya periode internasional yang diperpanjang pada September dan Oktober.
Kehadiran pemain-pemain tersebut menjadi salah satu alasan munculnya optimisme terhadap peluang Indonesia. Skuad yang disebut antara lain Ole Romeny, Emil Audero, Martin Paes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, serta sejumlah pemain lain yang bermain di kompetisi Eropa.
Menurut pembahasan tersebut, beberapa pemain Indonesia bahkan berkiprah di empat liga top Eropa. Kondisi itu dinilai menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan tim-tim Asia Tenggara lainnya.
Meski begitu, Vietnam, Malaysia, dan Thailand juga tidak tinggal diam. Ketiga negara tersebut disebut terus melakukan pembenahan, termasuk rencana menambah pemain naturalisasi. Persaingan di kawasan Asia Tenggara pun diperkirakan tetap ketat.
Baca Juga: Honda Civic 2027 Tak Banyak Berubah, tapi Versi Hybrid Punya 200 HP
Target Juara dan Perbaikan Permainan
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, disebut sudah memiliki target untuk membawa tim menjadi juara. Dengan kekuatan terbaik yang tersedia, target tersebut dinilai wajar.
Pertandingan pertama melawan Singapura juga menjadi perhatian. Indonesia disebut memiliki kesempatan untuk membalas hasil kurang memuaskan sebelumnya ketika kedua tim kembali bertemu.
Namun, gelar juara bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Performa permainan juga menjadi perhatian penting setelah hasil Indonesia di Piala AFF sebelumnya dinilai mengecewakan.
Dalam pembahasan tersebut, kekalahan sebenarnya masih bisa diterima apabila permainan tim menunjukkan perkembangan positif. Persoalannya, penampilan Indonesia pada Piala AFF disebut belum memuaskan dan beberapa kekalahan terjadi akibat kesalahan sendiri.
Karena itu, FIFA ASEAN Cup diharapkan menjadi ruang untuk memperbaiki persoalan tersebut. Indonesia ingin melihat bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana tim berkembang dari sisi permainan.
Turnamen ini juga dipandang sebagai intermediate goal sebelum menghadapi target yang lebih besar. Pertandingan melawan tim seperti Thailand nantinya bisa menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana perkembangan Timnas Indonesia di level senior.
Baca Juga: Timnas Indonesia Disebut Masuk Grup Tersulit, Pelatih Soroti Tantangan Lawan Jepang
Full Diaspora Jadi Kekuatan
Kehadiran pemain diaspora menjadi salah satu faktor yang paling dinantikan. Para pemain yang sebelumnya tidak bisa dipanggil diharapkan dapat memperkuat tim ketika agenda internasional berlangsung.
Kekuatan tersebut dianggap penting karena tujuan utama Indonesia bukan berhenti di FIFA ASEAN Cup. Turnamen ini menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Asia dan kemudian kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dengan skuad yang lebih lengkap, Indonesia diharapkan bisa mendapatkan rasa percaya diri yang lebih tinggi ketika menghadapi lawan-lawan kuat.
Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Emil Audero. Setelah kesulitan mendapatkan menit bermain di Como, ia dipinjamkan ke Rayo Vallecano. Perpindahan tersebut dinilai bisa memberikan kesempatan bermain yang lebih besar.
Emil disebut membutuhkan menit bermain setelah lebih banyak menjadi pilihan ketiga di Como. Di Rayo Vallecano, peluang tampil sebagai kiper utama dinilai lebih terbuka karena penjaga gawang utama klub tersebut sedang mengalami cedera.
Kesempatan bermain juga dianggap penting bagi Emil menjelang agenda bersama Timnas Indonesia. Bahkan, laga menghadapi tim besar seperti Real Madrid disebut bisa menjadi pengalaman berharga apabila ia mendapat kesempatan tampil.
Pada akhirnya, FIFA ASEAN Cup diharapkan tidak hanya menghasilkan trofi. Timnas Indonesia juga dituntut menunjukkan proses yang lebih positif, baik dari sisi performa maupun konsistensi permainan.
Dengan pemain-pemain terbaik yang kembali bergabung, turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengukur kekuatan sekaligus mempersiapkan fondasi menuju Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia 2030.
Baca Juga: Honda Civic 2027 Diprediksi Makin Canggih, Bawa Teknologi Baru dan Opsi Hybrid
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest