JAKARTA - Pasar mobil bekas di Indonesia masih menempatkan Toyota Avanza bekas sebagai salah satu pilihan paling menggiurkan. Konsumsi bahan bakarnya yang teruji irit, daya tahan atau durability bodi dan mesin yang tangguh, hingga kemudahan mendapatkan suku cadang menjadi alasan utama kendaraan ini dijuluki mobil sejuta umat. Kendati demikian, calon pembeli diingatkan untuk tidak terburu-buru melakukan transaksi sebelum memeriksa kondisi unit secara menyeluruh.
Membeli mobil bekas memerlukan ketelitian ekstra agar tidak mendapatkan unit bermasalah di kemudian hari. Terdapat sejumlah langkah dan tips krusial yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk meminang kendaraan keluarga tersebut.
Langkah pertama yang harus diwaspadai adalah potensi mendapatkan "mobil capek". Istilah ini merujuk pada unit yang memiliki jarak tempuh (odometer) sangat tinggi karena digunakan untuk bekerja keras setiap hari, seperti bekas operasional perusahaan atau armada taksi online. Secara umum, penggunaan normal mobil melaju sekitar 10.000 hingga 20.000 kilometer per tahun. Jika angka pada odometer melebihi batas rata-rata tersebut, mobil berpotensi lebih rentan bermasalah.
Baca Juga: Suli Da’im Soroti Polemik Data Desil di Trenggalek: Jangan Sampai Angka Mengalahkan Kondisi Riil
Meski begitu, angka kilometer bukan satu-satunya tolok ukur. Pemeriksaan riwayat servis berkala melalui dokumen resmi seperti buku servis menjadi hal yang wajib dilakukan. Mobil berkilometer rendah yang jarang menjalani servis rutin bisa menyimpan banyak masalah teknis. Sebaliknya, unit dengan kilometer tinggi namun disiplin melakukan servis berkala di bengkel terpercaya justru layak untuk dipertimbangkan.
Pengujian langsung atau test drive juga menjadi tahapan vital. Calon pembeli perlu merasakan performa akselerasi, stabilitas bantingan suspensi, serta hembusan pendingin udara (AC). Keberadaan bunyi-bunyi aneh pada area mesin, transmisi, dan kaki-kaki harus diwaspadai. Bersamaan dengan itu, kondisi komponen interior seperti kelayakan plafon, lapisan jok, hingga bagian door trim wajib dipastikan dalam kondisi terbaiknya.
Penyesuaian anggaran (budget) turut menentukan generasi unit yang bisa diboyong. Bagi calon pembeli dengan dana di bawah Rp100 juta, Toyota Avanza generasi pertama menjadi pilihan yang tersedia. Sementara itu, bagi pemilik dana di kisaran Rp120 juta, model Grand New Avanza keluaran tahun 2015 hingga 2019 atau generasi kedua menjadi opsi paling tepat.
Baca Juga: Vivo Hadirkan Berbagai Pilihan HP Baterai Jumbo hingga 8.100 mAh
Grand New Avanza rilisan 2015 hingga 2019 dinilai ideal karena usianya terbilang masih muda, yaitu kisaran enam tahun dari masa pakainya. Selain itu, teknologinya sudah lebih modern dengan dukungan mesin dual VVT-i yang lebih irit dan bertenaga. Sektor kenyamanan juga meningkat lewat kabin yang lebih senyap, busa jok lebih tebal, serta tambahan headrest pada baris tengah. Fitur keselamatan berupa sistem pengereman ABS juga sudah disematkan sebagai standar.
Jika dana yang disiapkan terbatas, calon pembeli disarankan memilih varian berkapasitas mesin 1.300 cc dibanding 1.500 cc. Performa mesin 1.300 cc dinilai sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan berkendara di dalam maupun luar kota. Pembeli juga tidak perlu ragu meminang varian E jika tidak mementingkan gengsi, sebab tingkat kenyamanan berkendara yang ditawarkan varian ini tidak berbeda dengan varian G.
Source : https://www.youtube.com/watch?v=rOdQnn-toDk
Editor : Latifa Irsyadiyah