
TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Memilih Toyota Fortuner bekas membutuhkan pemeriksaan menyeluruh agar calon pembeli tidak hanya terpaku pada tampilan luar atau angka kilometer. Seperti Toyota Fortuner VNT TRD tahun 2014 transmisi otomatis, sejumlah bagian diperiksa mulai dari rangka, mesin, bodi, airbag, safety belt, ban, interior hingga test drive.
Pemeriksaan pertama dilakukan pada bagian depan mobil. Tulangan depan perlu dilihat untuk memastikan kondisinya masih rapi. Bagian baut pada bull head juga diperiksa untuk melihat apakah pernah dibuka atau tidak. Selain itu, nomor pada bagian tersebut turut diperhatikan.
Pemeriksaan kemudian berlanjut ke rangka depan dan bagian bawah kendaraan. Kondisi tulangan bawah hingga area sealer pada cup mesin juga diperiksa. Bagian tersebut perlu dipastikan masih dalam kondisi aman dan tidak menunjukkan tanda pernah dibongkar.
Periksa Kondisi Mesin
Setelah bagian rangka, pemeriksaan berlanjut ke mesin. Salah satu bagian yang perlu dicek adalah pengisian oli. Pemilik atau calon pembeli dapat melihat apakah terdapat asap berlebihan atau tanda mesin mengalami masalah.
Baca Juga: Yamaha Zuma 125 2026 Punya Gaya Tangguh, Konsumsi BBM 50–60 MPG
Bagian bawah mesin juga perlu diperhatikan. Kondisinya disebut ideal apabila terlihat kering. Suara mesin juga menjadi salah satu hal yang diperiksa. Pada unit dengan mesin 2KD, karakter suaranya disebut cenderung garing.
Pemeriksaan lainnya diarahkan pada fuel pump. Bagian ini dilihat untuk memastikan belum pernah dibongkar. Salah satu tanda yang diperhatikan adalah adanya tap atau coretan pabrik pada bautnya.
Setelah mesin dan rangka diperiksa, pengecekan dilanjutkan ke bodi. Diperlukan alat pengukur ketebalan untuk melihat kondisi panel. Angka pengukuran yang ditampilkan masih berada di kisaran 0,13 hingga 0,20 dan disebut mengindikasikan bodi masih dalam kategori orisinal.
Pengecekan dilakukan menyeluruh mengelilingi mobil. Bagian belakang, bumper, hingga kolong kendaraan turut diperiksa. Pada bagian bawah, kondisi rangka dan sasis dilihat untuk memastikan tidak terdapat bagian yang keropos.
Baca Juga: Yamaha Zuma 125 2026 Dapat Penyegaran, Bawa Panel Digital dan Dua Rem Cakram
Cek Airbag, Ban, dan Interior
Bagian interior juga tidak luput dari pemeriksaan. Door trim, laci, jok, serta setir diperhatikan kondisinya. Khusus airbag, harus diperiksa pada bagian cetakan pabrik yang dapat diperiksa secara visual. Kondisinya dibandingkan untuk melihat apakah terdapat indikasi pernah diperbaiki.
Safety belt juga menjadi perhatian. Pemeriksaan sabuk pengaman dapat menjadi salah satu cara untuk melihat kondisi sistem keselamatan mobil. Sabuk pengaman dicoba dengan cara ditarik untuk melihat apakah mekanismenya masih dapat mengunci.
Selanjutnya, umur ban diperiksa melalui kode tahun produksi. Pada unit yang diperlihatkan, terdapat ban dengan kode tahun. Pemeriksaan seluruh ban dianggap penting karena penggantian ban juga menjadi salah satu biaya yang perlu diperhitungkan ketika membeli mobil bekas.
Kondisi jok diperiksa dengan menekannya untuk melihat apakah masih kencang atau sudah terasa ngempos. Setir juga diamati, termasuk kondisi kulitnya. Pada unit tersebut, kulit setir disebut masih bawaan dan belum pernah diretrim.
Baca Juga: Yamaha Zuma 2026 Resmi Meluncur, Skuter 125 Cc Bergaya Offroad
Kondisi dashboard turut diperiksa. Pemeriksaan ini, adalah bagian yang harus dilakukan, agar mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya.
Setelah pemeriksaan fisik selesai, mesin kembali dicek dalam kondisi lebih panas. Tutup oli dan stik oli kembali diperiksa untuk melihat apakah muncul asap. Sirkulasi oli power steering juga diamati, begitu pula kondisi tabung reservoir radiator dan minyak rem.
Tahap terakhir adalah test drive. Setelah seluruh bagian diperiksa, mesin diuji dengan menahan putaran mesin pada sekitar 1.500 hingga 2.000 RPM selama kurang lebih satu menit sambil mendengarkan suara mesin dan turbo.
Pemeriksaan mobil bekas perlu dilakukan secara teliti. Calon pembeli tidak disarankan hanya melihat tampilan atau kilometer rendah, tetapi juga mencocokkannya dengan kondisi kendaraan dan, jika tersedia, buku servis serta catatan perawatan.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber