TRENGGALEK NJENGGELEK- Toyota Hybrid System atau THS menjadi salah satu teknologi elektrifikasi yang telah dikembangkan Toyota selama hampir tiga dekade. Teknologi ini bermula pada 1997 ketika Toyota memperkenalkan sistem powertrain hybrid untuk kendaraan penumpang dan membuktikan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan secara luas.
Sejak saat itu, Toyota Hybrid System terus mengalami pengembangan dan digunakan pada berbagai model kendaraan Toyota di berbagai negara. Sistem terbaru merupakan evolusi dari desain hybrid series-parallel yang memungkinkan roda kendaraan digerakkan oleh mesin bensin, motor listrik, atau kombinasi keduanya.
Menariknya, Toyota Hybrid System tidak membutuhkan pengisian daya melalui charger eksternal. Baterai hybrid dapat diisi menggunakan tenaga mesin dan regenerative braking ketika kendaraan melambat atau melakukan pengereman.
Apa yang Terjadi Saat Mobil Hybrid Dinyalakan?
Cara kerja Toyota Hybrid System dimulai ketika tombol start ditekan. Berbeda dengan mobil konvensional yang menggunakan starter motor untuk menghidupkan mesin, sistem hybrid terlebih dahulu mengaktifkan komputer kendaraan dan electronic control unit atau ECU.
Komponen elektronik tersebut mendapatkan pasokan listrik dari baterai 12 volt. Baterai ini juga menjalankan berbagai perangkat seperti lampu, power window, kunci pintu, dan sistem elektronik lainnya.
Setelah aktif, ECU akan memeriksa sejumlah kondisi kendaraan, termasuk status baterai hybrid, temperatur mesin, dan suhu lingkungan. Sistem kemudian mengaktifkan komponen penting bernama system main relay.
Relay tersebut berfungsi mengatur aliran listrik bertegangan tinggi dari baterai hybrid menuju berbagai komponen kendaraan. Sistem dirancang agar aliran listrik dapat diaktifkan secara aman ketika kendaraan mulai beroperasi.
Jika sistem mendeteksi kerusakan atau terjadi kecelakaan, relay dapat segera memutus aliran listrik. Kabel bertegangan tinggi pada kendaraan Toyota hybrid biasanya diberi warna oranye sebagai penanda keselamatan.
Peran Inverter dan Dua Motor Generator
Setelah sistem aktif, energi dari baterai hybrid dialirkan menuju inverter-converter. Komponen ini bertugas mengatur aliran listrik bertegangan tinggi menuju dan dari motor generator serta baterai.
Toyota Hybrid System menggunakan dua motor generator utama, yakni Motor Generator 1 atau MG1 dan Motor Generator 2 atau MG2. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam mengoperasikan kendaraan.
MG1 berada di belakang mesin dan dapat berfungsi sebagai motor untuk menghidupkan mesin ketika dibutuhkan. Karena memiliki tenaga lebih besar dibandingkan starter motor konvensional, proses menyalakan mesin dapat berlangsung dengan sangat halus.
Ketika mesin sudah aktif, MG1 dapat berubah fungsi menjadi generator untuk menghasilkan energi dan mengisi baterai hybrid.
Sementara itu, MG2 berperan sebagai motor yang membantu menggerakkan kendaraan. Ketika kendaraan melakukan pengereman atau melambat, MG2 berubah fungsi menjadi generator. Energi kinetik kendaraan yang biasanya terbuang saat pengereman kemudian dimanfaatkan untuk mengisi baterai.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport Dakar 2017 Dijual Rp359 Juta, Kilometer 100 Ribu dan Sunroof Normal
Mengapa Hybrid Toyota Bisa Efisien?
Salah satu komponen penting dalam sistem ini adalah planetary gear set yang berfungsi sebagai power split device. Komponen tersebut mengatur pembagian tenaga antara mesin dan motor generator sehingga keduanya dapat bekerja secara bersamaan maupun terpisah.
Toyota juga menggunakan prinsip Atkinson cycle pada mesin hybrid. Dalam sistem ini, katup intake dibiarkan terbuka sedikit lebih lama sehingga tekanan di dalam silinder menjadi lebih rendah.
Konfigurasi tersebut membantu menghasilkan efisiensi bahan bakar tinggi dan emisi gas buang yang lebih rendah. Namun, karakter mesin Atkinson memiliki konsekuensi berupa tenaga yang relatif lebih rendah. Kekurangan tersebut kemudian dibantu motor listrik sehingga respons tenaga kendaraan tetap baik.
Bagaimana Sistem Hybrid Toyota Mendapat Penggerak AWD?
Toyota juga dapat mengubah kendaraan hybrid penggerak roda depan menjadi all-wheel drive atau AWD tanpa menggunakan poros penggerak mekanis konvensional.
Caranya dengan menambahkan motor generator khusus di bagian belakang kendaraan. Motor tersebut berada di antara roda belakang dan bekerja secara independen tanpa hubungan mekanis dengan drivetrain utama.
Motor generator belakang dapat memberikan tambahan traksi ketika dibutuhkan. Komponen tersebut juga mampu menghasilkan energi untuk baterai ketika kendaraan melambat atau melakukan pengereman.
Dengan kombinasi mesin bensin, motor listrik, regenerative braking, dan sistem pengaturan tenaga elektronik, Toyota Hybrid System menjadi salah satu fondasi utama teknologi elektrifikasi Toyota. Sistem tersebut dirancang untuk memadukan efisiensi, respons tenaga, serta kemampuan berkendara tanpa kebutuhan mengisi baterai melalui sumber listrik eksternal.
Baca Juga: Harga Mitsubishi Pajero Sport Bekas 2013-2015 per September Mulai Rp243 Juta
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinteerst