TRENGGALEK NJENGGELEK- Suzuki Katana menjadi salah satu mobil lawas yang masih memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta otomotif. Salah satunya pemilik Suzuki Katana GX tahun 2001 bermesin 1.000 cc yang sejak SMA telah mengidamkan mobil tersebut. Setelah menunggu sekitar 15 tahun, impian itu akhirnya terwujud dan unit yang didapat kemudian direstorasi secara bertahap agar lebih nyaman digunakan untuk perjalanan sehari-hari maupun jarak jauh.
Berawal dari Mobil Impian Sejak SMA
Ketertarikan terhadap Suzuki Katana sudah muncul sejak 2007 ketika pemiliknya masih duduk di bangku SMA. Saat itu, keinginan untuk memiliki mobil tersebut masih sebatas impian karena belum memungkinkan untuk membelinya.
Proses mencari unit yang sesuai pun tidak mudah. Mobil Katana atau Jimny lawas dengan kondisi bagus relatif sulit ditemukan. Sementara itu, unit yang kondisinya masih baik biasanya ditawarkan dengan harga lebih tinggi.
Setelah melalui proses pencarian cukup panjang, akhirnya ditemukan Suzuki Katana GX produksi 2001. Mobil tersebut menggunakan mesin 1.000 cc, sudah dilengkapi power steering, rem booster, serta transmisi manual lima percepatan.
Atap Diubah agar Mirip Suzuki Jimny
Salah satu perubahan yang dilakukan pada mobil ini adalah bagian atap. Ketika dibeli, Katana tersebut masih menggunakan model atap yang tinggi.
Pemilik kemudian menggantinya dengan model atap trepes yang dianggap lebih menarik dan memiliki tampilan menyerupai Suzuki Jimny. Modifikasi tersebut menjadi salah satu cara untuk menyesuaikan tampilan mobil dengan selera pemilik.
Selain tampilan, sejumlah bagian mekanis juga mendapat perhatian. Perawatan dilakukan mulai dari penggantian bearing atau laher kaki-kaki, oli mesin, oli gardan, hingga servis rutin.
Menurut pemilik, perawatan Suzuki Katana relatif tidak terlalu rumit karena ketersediaan suku cadangnya masih cukup banyak. Namun, beberapa komponen seperti platina, kondensor, koil, dan sistem pendingin tetap perlu diperhatikan.
Baca Juga: Megawati Hangestri Bikin Blok Hyundai Hillstate Tak Bisa Santai, Gerakannya Sulit Ditebak
AC Diganti Kompresor Denso
Karena digunakan untuk kebutuhan pribadi dan perjalanan jauh, kenyamanan kabin menjadi salah satu perhatian. Kompresor AC bawaan kemudian diganti menggunakan kompresor Denso baru.
Langkah tersebut dilakukan agar sistem pendingin kabin dapat bekerja lebih baik sehingga Suzuki Katana terasa lebih nyaman ketika digunakan dalam kondisi cuaca panas.
Pada bagian interior, jok juga dilapisi bahan leather look. Sementara plafon diganti menggunakan material yang menyerupai plafon mobil hardtop. Perubahan tersebut tidak hanya membuat tampilan kabin lebih bersih, tetapi juga membantu mengurangi panas yang masuk dari bagian atap.
Punya Kekhawatiran soal Overheat
Salah satu hal yang sempat menjadi perhatian sebelum membeli Suzuki Katana adalah persoalan suhu mesin. Mobil lawas ini kerap dikaitkan dengan potensi overheat, terutama ketika digunakan dalam kondisi lalu lintas padat.
Namun, pemilik mengaku tidak pernah mengalami overheat selama menggunakan unit tersebut. Ia juga tidak melakukan modifikasi berupa pemasangan extra fan atau double fan elektrik.
Sebagai gantinya, dilakukan perubahan pada arah saluran selang radiator. Modifikasi sederhana tersebut disebut cukup membantu menjaga sistem pendinginan mesin dan mengurangi kekhawatiran ketika mobil digunakan dalam kondisi macet.
Bumper Diganti agar Lebih Kokoh
Perubahan lainnya dilakukan pada bagian eksterior. Bumper depan dan belakang diganti untuk memberikan tampilan yang lebih kokoh.
Meski berbagai perubahan telah dilakukan, pemilik tetap mempertahankan karakter dasar Suzuki Katana. Menurutnya, kenyamanan mobil ini memang tidak bisa disamakan dengan mobil modern.
Namun, ada karakter lain yang justru membuatnya tetap menarik untuk dikendarai.
Pemilik menyebut Suzuki Katana memiliki sensasi fun to drive yang sulit dijelaskan secara spesifik. Karakter berkendaranya menjadi salah satu alasan mobil lawas tersebut tetap menyenangkan meskipun secara kenyamanan masih tergolong sederhana.
Bagi pemiliknya, Suzuki Katana bukan sekadar kendaraan tua yang direstorasi. Mobil tersebut menjadi perwujudan impian sejak masa SMA sekaligus kendaraan yang memiliki nilai emosional tersendiri.
Baca Juga: 8 Wisata Banyuwangi yang Lagi Hits, Ada Kawah Ijen hingga Green Island
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest