Mitsubishi Xpander Hybrid Tembus 21 Km/L, Ini Spesifikasi dan Harganya di Thailand

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 21:58 WIB
Mitsubishi Xpander Hybrid diuji di Thailand dengan konsumsi 21 km/l.
Mitsubishi Xpander Hybrid diuji di Thailand dengan konsumsi 21 km/l.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Mitsubishi Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid diuji langsung di Thailand International Motor Expo. Dibandingkan Xpander yang saat ini dikenal di Indonesia, versi hybrid membawa sejumlah perubahan, mulai dari sistem penggerak, transmisi e-CVT, fitur kabin, hingga rem belakang cakram. Salah satu yang paling menarik, konsumsi bahan bakarnya diklaim dapat mencapai 21 km per liter.

Pengujian tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi hybrid Mitsubishi bekerja pada MPV keluarga ini. Selain lebih halus saat dikendarai, motor listrik juga memberikan respons dan torsi instan yang terasa ketika mobil digunakan untuk berakselerasi maupun melewati tanjakan.

Tampilan Xpander Hybrid Tak Banyak Berubah

Dari sisi eksterior, Xpander Cross Hybrid disebut masih memiliki desain yang pada dasarnya serupa dengan model yang tersedia di Indonesia.

Perbedaan paling mudah dikenali adalah keberadaan emblem HV (Hybrid Electric Vehicle) serta aksen berwarna biru pada beberapa bagian bodi dan pelek. Ukuran ban juga masih sama, yakni 205/55 R17.

Pada bagian atap, roof rail tetap tersedia. Namun, terdapat perbedaan detail pada handel pintu yang menggunakan aksen krom.

Sementara di bagian belakang, desain secara umum masih serupa. Perubahan yang cukup penting justru terdapat pada sistem pengereman. Xpander Cross Hybrid menggunakan rem cakram di roda belakang, berbeda dari Xpander Indonesia yang menggunakan rem tromol.

Baca Juga: Toyota Land Cruiser FJ Punya 5 Keunggulan, Calon SUV Off-Road Baru Toyota

Mesin 1.600 cc Dipadukan Motor Listrik

Jantung pacu menjadi pembeda terbesar Xpander Hybrid. Mobil ini menggunakan mesin bensin 1.600 cc empat silinder berkode 4A92 yang dipadukan dengan motor listrik.

Motor listrik memperoleh tenaga dari baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh. Sistem tersebut menghasilkan tenaga motor listrik hingga 115 PS dan torsi 255 Nm.

Tenaga disalurkan melalui transmisi e-CVT ke roda depan. Kombinasi tersebut membuat respons mobil terasa lebih cepat, terutama ketika membutuhkan tenaga pada putaran bawah.

Dalam pengujian, Xpander Hybrid disebut memiliki klaim konsumsi bahan bakar hingga 21 km/liter. Angka tersebut tentu dapat berbeda dalam penggunaan sehari-hari tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, beban kendaraan, dan kondisi lalu lintas.

Interior Mendapat Fitur Berbeda

Masuk ke kabin, perubahan paling terlihat terdapat pada panel instrumen. Xpander Hybrid menggunakan desain speedometer baru yang memiliki tampilan lebih modern dan dilengkapi informasi mengenai aliran energi dari mesin, baterai, hingga roda.

Setirnya juga menggunakan desain yang serupa dengan model Mitsubishi kekinian. Selain pengaturan tilt, setir telah memiliki pengaturan teleskopik.

Fitur lain yang menjadi pembeda adalah auto headlamp dan auto wiper. Sistem tersebut memungkinkan lampu dan wiper bekerja secara otomatis berdasarkan kondisi yang terdeteksi sensor.

Sistem pendingin udara juga mendapatkan fitur tambahan berupa heater dan defogger depan. Sementara head unit tetap mendukung Android Auto dan Apple CarPlay.

Pakai Electric Shifter dan Tujuh Mode Berkendara

Xpander Hybrid menggunakan electric shifter dengan pengoperasian yang berbeda dari Xpander konvensional. Pengemudi dapat memilih posisi D dan B, sedangkan posisi P tersedia melalui tombol khusus.

Selain itu, terdapat electronic parking brake dan auto hold.

Mobil ini juga memiliki sejumlah pilihan mode berkendara. Mode yang tersedia mencakup EV, Charge, Normal, Wet, Gravel, Tarmac, hingga Mud.

Mode EV memungkinkan kendaraan bergerak menggunakan tenaga listrik selama kondisi baterai mencukupi. Sementara mode Charge memungkinkan mesin bekerja untuk membantu mengisi baterai.

Akselerasi Lebih Halus dan Torsi Instan

Saat digunakan dalam kondisi lalu lintas padat, karakter Xpander Hybrid terasa sangat halus. Sistem hybrid dapat membuat mesin menyala dan mati secara otomatis sesuai kebutuhan.

Saat akselerasi, motor listrik memberikan respons yang cepat. Regenerative braking juga bekerja ketika pengemudi mengurangi tekanan pedal gas.

Jika membutuhkan efek deselerasi lebih kuat, pengemudi dapat memilih posisi B pada shifter. Mode tersebut membuat regenerative braking terasa lebih kuat sekaligus membantu memanen energi untuk baterai.

Keunggulan lain terasa ketika mobil digunakan di tanjakan. Torsi motor listrik hingga 255 Nm memberikan respons instan pada putaran bawah sehingga mobil terasa lebih sigap dibandingkan Xpander bermesin bensin konvensional.

Harga Xpander Hybrid di Thailand

Di Thailand, Xpander Hybrid dalam video tersebut disebut dibanderol sekitar 933.000 baht, sedangkan Xpander Cross Hybrid berada di kisaran 961.000 baht.

Jika dikonversikan menggunakan kurs yang disebut dalam video, harganya sekitar Rp430 jutaan untuk Xpander Hybrid dan Rp456 jutaan untuk Xpander Cross Hybrid. Namun, harga tersebut merupakan harga pasar Thailand dan tidak dapat dijadikan patokan langsung apabila nantinya model hybrid dipasarkan di Indonesia.

Dengan teknologi hybrid, konsumsi bahan bakar yang diklaim mencapai 21 km/liter, serta tambahan fitur dan sistem pengereman, Xpander Hybrid menawarkan sejumlah perbedaan dibandingkan Xpander konvensional.

Kini, pertanyaan berikutnya adalah kapan Mitsubishi akan membawa Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid ke Indonesia. Hingga saat ini, waktu kehadirannya di pasar Indonesia masih menjadi hal yang dinantikan.

Baca Juga: Suzuki Frong Rico Lubis Dimodif Rally, Ban 235/60 R16 Bikin Melongo

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
Xpander Cross Hybrid Xpander Hybrid Thailand mitsubishi xpander Mitsubishi Xpander Hybrid mobil hybrid