Daihatsu Terios Masih Dicari Setelah 20 Tahun, Ini Alasan Pemilik Bertahan

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 22:25 WIB
Daihatsu Terios masih dicari setelah 20 tahun. Simak alasan RWD, mesin 1.500 cc, dan perawatannya tetap diminati.
Daihatsu Terios masih dicari setelah 20 tahun. Simak alasan RWD, mesin 1.500 cc, dan perawatannya tetap diminati.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Daihatsu Terios masih menjadi salah satu SUV bekas yang menarik perhatian meski telah sekitar 20 tahun hadir di Indonesia. Di tengah mobil baru yang menawarkan kenyamanan dan efisiensi lebih modern, Terios tetap memiliki sejumlah keunggulan, terutama penggerak roda belakang (RWD), perawatan yang relatif mudah, serta mesin yang dikenal cukup tangguh.

Karakter tersebut membuat Daihatsu Terios memiliki pasar tersendiri. Mobil ini memang tidak menawarkan kenyamanan seperti SUV modern, tetapi bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan kemampuan melibas berbagai kondisi jalan dan biaya perawatan terjangkau, Terios masih dipertimbangkan.

Suspensi Keras Jadi Kekurangan Terios

Salah satu karakter yang paling sering disorot dari Daihatsu Terios adalah suspensinya. Dalam ulasan Formula Motor TV, bantingan Terios disebut cenderung keras sehingga kurang cocok bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan.

Karakter tersebut semakin terasa bagi penumpang baris kedua karena posisi duduknya berada cukup dekat dengan area roda belakang. Setiap melewati jalan tidak rata, guncangan bisa terasa lebih kuat.

Baris ketiga juga memiliki ruang yang terbatas. Hal ini berkaitan dengan sejarah pengembangan Terios yang pada awalnya menggunakan bodi short wheelbase. Di Indonesia, Daihatsu kemudian menghadirkan versi long wheelbase dengan tambahan baris ketiga untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Kompromi tersebut membuat Terios lebih fungsional untuk membawa penumpang, tetapi ruang dan kenyamanannya tidak selega SUV generasi terbaru.

Ban Serep Gantung Kurangi Kepraktisan

Ciri khas lain Terios adalah ban serep yang ditempatkan di pintu belakang. Posisi tersebut memberikan kesan SUV yang lebih gagah, tetapi juga membuat pintu bagasi harus dibuka ke samping.

Mekanisme ini membutuhkan ruang lebih luas di belakang kendaraan. Kondisi tersebut bisa menjadi kendala ketika mobil diparkir di area yang sempit.

Akses ke bagasi pun tidak sepraktis mobil dengan pintu belakang yang dibuka ke atas. Namun, desain ban serep gantung tetap menjadi salah satu identitas Terios yang membuatnya berbeda dari sejumlah SUV modern.

 

RWD Jadi Alasan Terios Masih Dicari

Di balik kekurangannya, penggerak roda belakang atau RWD menjadi salah satu alasan utama Terios masih diminati. Sistem ini dianggap memiliki karakter yang sesuai untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, termasuk perjalanan ke daerah dengan medan yang lebih berat.

Terios generasi yang mulai hadir di Indonesia sejak 2006 juga menawarkan karakter SUV yang berbeda dibandingkan banyak mobil keluarga modern berpenggerak depan atau FWD.

Bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan dengan ground clearance tinggi dan karakter penggerak belakang, Terios masih memiliki daya tarik tersendiri di pasar mobil bekas.

Mesin 1.500 cc dan Perawatan Relatif Mudah

Daihatsu Terios juga menggunakan mesin 1.500 cc yang memiliki kesamaan dengan sejumlah model Daihatsu lainnya. Kesamaan komponen tersebut membuat ketersediaan suku cadang relatif mudah ditemukan.

Jaringan bengkel Daihatsu yang telah berkembang luas di Indonesia turut menjadi salah satu faktor pendukung. Selain bengkel resmi, berbagai bengkel umum juga sudah familiar dengan kendaraan ini.

Terios yang dibahas dalam video merupakan model tahun 2017 dengan transmisi otomatis konvensional. Sistem tersebut dinilai lebih sederhana dibandingkan beberapa teknologi transmisi modern yang membutuhkan penanganan berbeda.

Dari sisi konsumsi bahan bakar, Terios memang bukan kendaraan yang dikenal paling irit. Namun, karakter mesin dan kemudahan perawatannya menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mencari mobil bekas untuk penggunaan jangka panjang.

Terios Disebut Punya Basis dari Daihatsu Be-go

Terios juga memiliki sejarah menarik di balik pengembangannya. Model yang masuk ke Indonesia disebut memiliki basis dari Daihatsu Be-go yang dipasarkan di Jepang.

Untuk pasar Indonesia, bodinya kemudian dibuat lebih panjang atau long wheelbase dan mendapat tambahan baris ketiga. Langkah tersebut dilakukan agar kendaraan lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang membutuhkan kapasitas penumpang lebih banyak.

Dengan kombinasi RWD, mesin 1.500 cc, karakter SUV, dan kemudahan perawatan, Daihatsu Terios tetap memiliki alasan untuk dipertimbangkan di pasar mobil bekas.

Pada akhirnya, Terios memang bukan kendaraan yang cocok untuk semua konsumen. Namun, usia panjang di pasar Indonesia dan reputasi yang telah dibangun membuat SUV ini masih memiliki peminat hingga sekarang.

 

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
Daihatsu Terios SUV bekas mesin 1500 cc Terios RWD Daihatsu Be-go