TRENGGALEK NJENGGELEK- Motor listrik untuk tanjakan dan perjalanan jauh 2026 kini semakin beragam. Sejumlah model menawarkan torsi besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga jarak tempuh lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian.
Kemampuan menghadapi tanjakan masih menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli motor listrik. Kekhawatiran tersebut muncul karena motor listrik dianggap belum mampu menyamai performa motor bensin ketika melewati jalan curam atau digunakan dalam perjalanan panjang.
Namun, perkembangan teknologi membuat anggapan tersebut mulai berubah. Motor listrik terbaru hadir dengan torsi instan yang membuat respons akselerasi terasa cepat. Kapasitas baterai juga semakin besar sehingga beberapa model mampu digunakan untuk mobilitas harian dengan jarak tempuh cukup jauh.
Berikut lima motor listrik yang dalam transkrip disebut menarik untuk menghadapi tanjakan dan perjalanan jauh pada 2026.
1. Alva Servo
Alva Servo menjadi salah satu motor listrik yang menonjol dari sisi performa. Motor ini menggunakan penggerak mid-drive dengan tenaga hingga 9,8 kW dan torsi mencapai 53,5 Nm.
Konfigurasi tersebut membuat Servo ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan tenaga responsif, termasuk ketika melewati tanjakan. Saat digunakan berboncengan atau membawa barang, tenaga motor diklaim tetap terasa kuat.
Alva Servo juga menggunakan dua baterai lithium dengan daya jelajah hingga sekitar 125 kilometer dalam kondisi optimal. Tersedia pula Boost Mode yang memberikan tambahan akselerasi ketika dibutuhkan.
2. Polytron Fox Air dan Fox 500
Polytron Fox Air dan Fox 500 menawarkan kombinasi tenaga serta jarak tempuh untuk penggunaan harian. Keduanya disebut menggunakan motor berdaya 3.000 watt dengan output yang dapat meningkat ketika diperlukan.
Karakter tarikannya dinilai sesuai untuk menghadapi tanjakan perkotaan maupun jalan berbukit. Salah satu perhatian utama terdapat pada penggunaan baterai lithium iron phosphate atau LiFePO4.
Untuk Fox Air, jarak tempuh disebut dapat mencapai sekitar 130 kilometer dalam kondisi ideal. Desain maxi scooter juga membuat motor ini ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan.
Baca Juga: IHSG di Bawah 6.000, BEI Buka Suara soal Tekanan Jual yang Makin Kuat
3. United E-Motor TX3000
United E-Motor TX3000 dirancang sebagai skuter listrik untuk menghadapi kondisi jalan yang lebih beragam. Motor BOS berdaya 3.000 watt menjadi sumber tenaganya.
Selain kemampuan melewati tanjakan, TX3000 mengandalkan suspensi yang kokoh untuk menghadapi jalan bergelombang atau permukaan yang kurang rata.
Motor ini menggunakan dua slot baterai lithium iron dengan jarak tempuh hingga sekitar 120 kilometer dalam kondisi optimal. Fitur fast charging juga menjadi salah satu fitur yang ditawarkan untuk mempercepat proses pengisian.
4. VinFast Feliz dan Vellis 2
VinFast melalui lini Feliz dan Vellis 2 menawarkan motor listrik dengan kombinasi performa, kenyamanan, serta daya jelajah.
Dalam transkrip, kedua model tersebut disebut memiliki kecepatan maksimum hingga sekitar 90 km per jam dan daya jelajah sekitar 145 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Torsi instan motor listrik juga membuat akselerasi terasa responsif ketika menghadapi jalan menanjak. VinFast turut mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan layanan pendukungnya di Indonesia.
5. Yadea E8S Pro
Yadea E8S Pro menjadi pilihan dengan motor berdaya 2.000 watt. Meski angka dayanya berada di bawah beberapa model lain dalam daftar, motor ini disebut tetap memadai untuk tanjakan perkotaan dan pemakaian harian.
Yadea E8S Pro menggunakan teknologi baterai TTF Air Graphene yang ditujukan untuk daya tahan dan penggunaan jangka panjang.
Jarak tempuhnya disebut berada di kisaran 100 hingga 150 kilometer, tergantung kondisi dan mode berkendara. Sistem pengereman cakram ganda juga menjadi salah satu fitur penting untuk pengguna yang sering melewati jalan menurun atau kawasan berbukit.
Perhatikan Mode Berkendara Saat Menanjak
Penggunaan motor listrik di tanjakan membutuhkan strategi berkendara yang tepat. Dalam transkrip, pengguna disarankan mengaktifkan mode Sport atau mode bertenaga tinggi sejak awal pendakian.
Dengan teknologi motor listrik yang terus berkembang, kemampuan menghadapi tanjakan dan perjalanan jarak jauh kini menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan produsen.
Bagi konsumen, spesifikasi seperti tenaga motor, torsi, kapasitas baterai, jarak tempuh, sistem pengereman, serta kondisi jalan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga: IHSG Menjelang Penutupan Masih Merah, Indonesia Bertahan di Secondary Emerging Market
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest