TRENGGALEK NJENGGELEK- Mobil hybrid murah semakin menarik perhatian konsumen Indonesia di tengah biaya bahan bakar yang terus menjadi pertimbangan. Dalam sebuah ulasan otomotif, enam model dari Suzuki, BYD, Toyota, dan Wuling dibandingkan berdasarkan harga, teknologi, konsumsi bahan bakar, hingga kekurangannya. Pilihannya mencakup mobil mild hybrid, full hybrid, hingga plug-in hybrid yang menawarkan karakter berbeda.
Perkembangan teknologi elektrifikasi membuat mobil hybrid tidak lagi identik dengan kendaraan premium berharga tinggi. Sejumlah pabrikan kini menawarkan teknologi tersebut pada model keluarga, SUV, maupun compact SUV dengan rentang harga yang lebih mudah dijangkau.
Baca Juga: Diklat Jurnalistik MTsN 1 Trenggalek Asah Kreativitas Siswa Jadi Jurnalis Muda
Enam Mobil Hybrid yang Dibahas
Rekomendasi pertama adalah Suzuki Ertiga Hybrid. MPV tujuh penumpang ini menggunakan mesin K15B berkapasitas 1.462 cc empat silinder dengan tenaga 104 horsepower dan torsi 138 Nm. Sistem tersebut dipadukan baterai lithium berukuran kecil serta Integrated Starter Generator (ISG).
Berikutnya ada Suzuki XL7 Hybrid. Menggunakan basis mesin yang sama dengan Ertiga Hybrid, XL7 menawarkan karakter SUV dengan tampilan lebih gagah. Mesin 1.462 cc tersebut menghasilkan tenaga 104 horsepower dan torsi 138 Nm.
Pilihan ketiga adalah Suzuki Fronx Hybrid. Compact SUV ini menggunakan mesin K15C Smart Hybrid 1.462 cc dengan tenaga sekitar 102 horsepower dan torsi 137 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis enam percepatan konvensional. Harga yang disebut dalam ulasan berada di kisaran Rp286 juta hingga Rp310 jutaan.
Model keempat adalah BYD M6 DM, kendaraan keluarga tujuh penumpang dengan teknologi plug-in hybrid. Mobil tersebut menggabungkan mesin bensin 1.498 cc Atkinson Cycle dengan motor listrik. Sistem baterainya menggunakan Blade Battery dengan pilihan kapasitas 7,4 kWh hingga 18,3 kWh.
Toyota Yaris Cross Hybrid tipe G menjadi pilihan kelima. Mobil ini mengandalkan mesin bensin 1.500 cc dengan teknologi Dual VVT-i yang dipadukan motor listrik dan transmisi e-CVT. Varian G Hybrid disebut dipasarkan sekitar Rp399 jutaan dengan sejumlah fitur premium yang dikurangi untuk menekan harga.
Sementara itu, pilihan keenam adalah Wuling Almaz Hybrid. SUV berukuran besar ini menggunakan mesin 2.000 cc empat silinder Atkinson Cycle dengan tenaga 123 horsepower dan torsi 168 Nm. Motor listriknya menghasilkan tenaga 174 horsepower dan torsi 320 Nm, yang dipadukan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Perbedaan Teknologi Hybrid
Keenam mobil tersebut sebenarnya tidak menggunakan teknologi yang sama. Suzuki Ertiga Hybrid, XL7 Hybrid, dan Fronx Hybrid menggunakan sistem mild hybrid. Baterainya berukuran relatif kecil sehingga motor listrik tidak menjadi penggerak utama kendaraan.
Sistem tersebut lebih berfungsi membantu mesin ketika akselerasi awal dan mendukung fitur seperti engine start-stop. Karena itu, penghematan bahan bakarnya tidak bisa disamakan dengan full hybrid.
Berbeda dengan Toyota Yaris Cross Hybrid dan Wuling Almaz Hybrid yang masuk kategori full hybrid. Motor listriknya dapat bekerja secara mandiri dalam kondisi tertentu, termasuk ketika kendaraan bergerak perlahan di lalu lintas perkotaan. Konsumsi bahan bakarnya dalam kondisi ideal disebut dapat berada pada kisaran 20-25 km per liter.
BYD M6 DM memiliki sistem berbeda karena merupakan plug-in hybrid. Baterainya dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal. Konsep tersebut memungkinkan kendaraan lebih banyak mengandalkan tenaga listrik, sementara mesin bensin berfungsi sebagai pendukung ketika dibutuhkan.
Ada Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Teknologi hybrid memang menawarkan efisiensi, tetapi tetap memiliki konsekuensi. Pada mild hybrid, penghematan bahan bakar cenderung tidak sebesar full hybrid karena mesin bensin masih menjadi sumber tenaga utama.
Plug-in hybrid juga membutuhkan kebiasaan mengisi daya secara rutin agar manfaat efisiensinya maksimal. Selain itu, baterai berukuran besar menambah bobot kendaraan.
Biaya penggantian baterai setelah masa garansi juga perlu diperhitungkan. Komponen tersebut dapat membutuhkan biaya besar ketika mengalami kerusakan di luar masa perlindungan. Penempatan baterai pada beberapa model juga berpotensi memengaruhi ruang kabin atau bagasi.
Dengan karakter teknologi dan harga yang berbeda, mobil hybrid murah kini menawarkan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Suzuki bermain di sistem mild hybrid, Toyota dan Wuling menawarkan full hybrid, sedangkan BYD menghadirkan plug-in hybrid dengan kemampuan pengisian eksternal.
Baca Juga: Jumat Wage 2026: Rezeki Disebut Naik, Tapi Ada Ujian dalam Karier dan Cinta
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest