TRENGGALEK NJENGGELEK- Mencari mobil bekas di bawah Rp100 juta untuk kendaraan harian tidak harus selalu berujung pada mobil dengan perawatan mahal. Ada sejumlah pilihan seperti Suzuki Splash, Nissan March, Toyota Vios, Toyota Yaris, hingga Toyota Avanza generasi pertama yang masih menarik dipertimbangkan.
Kelima mobil tersebut memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama dikenal cukup praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Faktor yang menjadi pertimbangan meliputi biaya perawatan, konsumsi bahan bakar, ketersediaan suku cadang, kemudahan mencari bengkel, serta kondisi kendaraan.
Suzuki Splash, Mungil dan Mudah Dirawat
Suzuki Splash menjadi salah satu pilihan yang mungkin tidak langsung terpikir ketika mencari mobil bekas murah. Untuk unit tahun 2010, harganya disebut berada di kisaran Rp65 jutaan.
Mobil ini menggunakan mesin 1.200 cc empat silinder dengan tenaga sekitar 86 horsepower. Dimensinya yang kecil membuat Splash mudah diajak bermanuver di jalan sempit maupun saat parkir.
Ketersediaan bengkel dan suku cadang juga menjadi salah satu kelebihannya. Pajak tahunannya disebut sekitar Rp1,7 juta. Namun, calon pembeli tetap perlu memeriksa bagian kaki-kaki dan suspensi karena usia kendaraan sudah cukup tua. Untuk varian otomatis, kondisi transmisinya juga wajib diperiksa.
Nissan March, Hatchback Ringkas untuk Kota
Pilihan berikutnya adalah Nissan March. Unit tahun 2011 disebut masih dapat ditemukan di pasar mobil bekas dengan harga yang relatif terjangkau, tergantung tipe dan kondisi.
March menggunakan mesin 1.200 cc tiga silinder dengan tenaga sekitar 76 horsepower. Bobotnya ringan sehingga cukup nyaman digunakan untuk aktivitas perkotaan seperti bekerja, kuliah, maupun sekadar bepergian.
Meski demikian, transmisi otomatis harus menjadi perhatian utama. Pembeli sebaiknya mencoba perpindahan posisi D dan R serta memastikan tidak terdapat hentakan berlebihan.
Selain transmisi, komponen seperti kaki-kaki, karet, dan sensor juga perlu diperiksa karena usia kendaraan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Punya Cara Khusus Pilih Pemain di Persija, Bukan Sekadar Nama Besar
Toyota Vios Punya Rekam Jejak sebagai Mobil Kerja
Toyota Vios menjadi satu-satunya sedan dalam daftar. Vios tahun 2010 disebut berada di kisaran Rp85 jutaan.
Dengan mesin 1.500 cc empat silinder bertenaga sekitar 109 horsepower, Vios menawarkan kemampuan yang cukup untuk perjalanan dalam maupun luar kota.
Reputasinya sebagai mobil yang tahan digunakan juga tidak lepas dari sejarah Vios yang banyak dipakai sebagai armada taksi. Mesin relatif sederhana, suku cadang mudah ditemukan, dan banyak bengkel umum memahami mobil ini.
Namun, kondisi aktual tetap menjadi faktor penting. Kaki-kaki, engine mounting, AC, dan transmisi otomatis perlu diperiksa. Riwayat servis bahkan lebih penting daripada sekadar melihat angka odometer.
Toyota Yaris, Pilihan Hatchback yang Serbaguna
Toyota Yaris cocok bagi konsumen yang menginginkan hatchback dengan mesin 1.500 cc. Mobil ini cukup nyaman digunakan di perkotaan maupun perjalanan luar kota.
Bentuk hatchback membuat kapasitas bagasi lebih fleksibel. Jok belakang dapat dilipat ketika pemilik membutuhkan ruang tambahan untuk membawa barang.
Ketersediaan suku cadang dan bengkel juga relatif mudah. Namun, calon pembeli perlu berhati-hati terhadap unit yang pernah dimodifikasi secara berlebihan atau digunakan dengan pola berkendara yang cukup agresif.
Toyota Avanza Generasi Pertama, Serbaguna untuk Keluarga
Toyota Avanza generasi pertama menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan mobil lebih serbaguna. Mobil ini dapat digunakan untuk membawa keluarga, bepergian keluar kota, hingga mengangkut barang.
Mesinnya sederhana dan suku cadangnya mudah ditemukan. Banyak bengkel umum juga sudah familiar dengan Avanza.
Meski begitu, usia kendaraan membuat pemeriksaan tetap wajib dilakukan. Kaki-kaki, sistem pendingin, kebocoran oli, AC, dan transmisi otomatis harus diperiksa sebelum membeli.
Pada akhirnya, memilih mobil bekas di bawah Rp100 juta tidak cukup hanya melihat harga. Kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, serta riwayat servis harus menjadi perhatian utama agar mobil murah tidak berubah menjadi sumber pengeluaran baru.
Baca Juga: Shin Tae-yong di Persija Jadi Sorotan, Taktik Lama Timnas Bakal Terulang?
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest