TRENGGALEK NJENGGALEK- Mitsubishi Hybrid 2026 segera meramaikan pasar otomotif Indonesia dengan sejumlah model elektrifikasi. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) disebut menyiapkan lini kendaraan hybrid mulai semester kedua tahun fiskal 2026, dengan Xpander Hybrid sebagai salah satu produk utama, disusul Xforce Hybrid serta sejumlah SUV lain yang tengah dipersiapkan.
Strategi tersebut dipilih Mitsubishi karena menilai teknologi hybrid lebih sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini. Infrastruktur pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) masih belum merata, terutama di luar kota-kota besar. Berbeda dengan mobil listrik murni, mobil hybrid dapat mengisi baterai melalui mesin bensin dan energi kinetik ketika melakukan pengereman.
Xpander Hybrid Jadi Andalan
Xpander Hybrid disebut menjadi produk utama Mitsubishi di segmen MPV. Teknologi yang digunakan sebelumnya telah dipasarkan di Thailand.
Mobil ini mengandalkan mesin bensin 1,6 liter Atkinson yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai lithium-ion. Motor listriknya disebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 116 PS dengan torsi 255 Nm.
Keunggulan sistem tersebut berada pada karakter torsi motor listrik yang tersedia sejak awal putaran. Kondisi ini diklaim mampu memberikan respons akselerasi lebih cepat dibandingkan mobil dengan mesin bensin konvensional.
Dari sisi konsumsi bahan bakar, Xpander Hybrid disebut mampu mencapai 20 hingga 22 kilometer per liter. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Xpander bermesin bensin konvensional yang dalam kondisi penggunaan normal berada di kisaran 12 hingga 14 kilometer per liter.
Xpander Hybrid juga dibekali tujuh pilihan drive mode. Pengemudi dapat menyesuaikan mode dengan kondisi jalan, mulai Normal, Aspal, Tanah, Berlumpur, Basah hingga mode EV untuk penggunaan pada kecepatan rendah.
Baca Juga: 8 Jenis Ikan Cupang Cantik untuk Akuarium, Ada yang Harganya Capai Rp2 Juta
Xforce Hybrid Punya Ground Clearance 222 Mm
Selain Xpander, Mitsubishi Xforce disebut menjadi model berikutnya yang mendapatkan teknologi hybrid. SUV kompak ini diposisikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan efisiensi sekaligus kemampuan melewati berbagai kondisi jalan.
Salah satu daya tarik Xforce Hybrid adalah ground clearance yang disebut mencapai 222 mm. Penempatan baterai dirancang agar tidak mengurangi ketinggian mobil sehingga kemampuan melewati jalan rusak maupun genangan tetap terjaga.
Model tersebut juga disebut memiliki fitur Active Yaw Control yang membantu mengatur distribusi tenaga pengereman pada roda depan. Sistem ini ditujukan untuk menjaga kestabilan kendaraan ketika menikung pada kecepatan tinggi.
Pajero Sport dan Destinator Ikut Disiapkan
Rencana elektrifikasi Mitsubishi tidak berhenti pada MPV dan SUV kompak. Generasi terbaru Pajero Sport juga disebut memiliki indikasi kuat untuk mengadopsi sistem hybrid.
Penggunaan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menekan emisi tanpa mengorbankan kemampuan towing maupun daya jelajah di medan berat.
Nama Mitsubishi Destinator juga muncul sebagai kandidat SUV baru yang posisinya diperkirakan berada di antara Xforce dan Pajero Sport. Model ini disebut berpotensi hadir dengan pilihan mesin hybrid.
Diproduksi Lokal di Cikarang
Mitsubishi berencana memproduksi kendaraan hybrid di fasilitas mereka di Cikarang, Jawa Barat, melalui skema produksi lokal atau CKD. Langkah tersebut diharapkan membantu menekan biaya logistik sekaligus memanfaatkan insentif pemerintah untuk kendaraan rendah emisi.
Produksi lokal juga berpotensi membuat ketersediaan komponen hybrid lebih mudah ditangani melalui jaringan dealer resmi. Konsumen tidak harus sepenuhnya bergantung pada komponen impor untuk kebutuhan seperti baterai atau motor listrik.
Untuk menjawab kekhawatiran mengenai harga jual kembali, Mitsubishi juga disebut menyiapkan sertifikasi kondisi baterai melalui bengkel resmi. Sertifikat kesehatan baterai tersebut nantinya dapat menjadi informasi tambahan ketika kendaraan dijual kembali.
Dengan strategi tersebut, Mitsubishi Hybrid 2026 diproyeksikan menjadi salah satu pemain baru dalam persaingan kendaraan elektrifikasi Indonesia, dengan mengandalkan efisiensi, produksi lokal, fitur keselamatan, serta kemampuan kendaraan menghadapi kondisi jalan yang beragam.
Baca Juga: 5 Pakan Hidup untuk Ikan Cupang, Ada yang Bisa Bikin Warna Makin Cerah
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest