JAKARTA - Jaecoo J7 kembali menjadi sorotan setelah disebut sebagai salah satu plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) termurah di Indonesia dengan harga Rp499 juta. Dalam ulasan Ridwan Hanif, SUV ini menawarkan kombinasi mesin turbo 1.500 cc, kemampuan berkendara dengan tenaga listrik hingga sekitar 90 kilometer, serta tenaga gabungan mencapai 300 HP. Tak hanya mengandalkan harga, Jaecoo J7 juga menawarkan kabin nyaman, fitur berlimpah, dan jarak tempuh total yang diklaim bisa mencapai 1.300 kilometer.
Desain Jaecoo J7 Terinspirasi Range Rover
Dari sisi eksterior, Jaecoo J7 tampil dengan desain SUV modern yang disebut memiliki inspirasi dari Range Rover. Dalam video tersebut, Ridwan Hanif menyebut proses desainnya melibatkan tim yang pernah menangani Jaguar Land Rover.
Detail eksteriornya juga cukup menarik. Bagian depan menggunakan crash impact beam berbahan logam atau aluminium dengan konstruksi tebal. Sistem pencahayaan memakai proyektor atas-bawah, sementara terdapat lubang aerodinamis yang dibuat tembus hingga bagian belakang.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Dekati Rekor 109 Poin Ogura, Tinggal Butuh 5 Angka
SUV ini menggunakan ban Kumho berukuran 235/50 R19. Gagang pintunya juga memiliki mekanisme otomatis yang dapat keluar dan masuk. Kesan premium diperkuat panoramic sunroof pada bagian atas kabin.
Kabin Nyaman dengan Fitur Berlimpah
Masuk ke interior, Jaecoo J7 memiliki konfigurasi lima penumpang dengan material kabin yang terasa empuk. Kualitas perakitan juga dinilai solid dalam pengujian Ridwan Hanif.
Ruang baris kedua menjadi salah satu keunggulan. Headroom dan legroom dinilai cukup lega, ditambah sandaran kursi yang dapat diatur kemiringannya sehingga penumpang belakang bisa mendapatkan posisi duduk lebih nyaman.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Dekati Rekor 109 Poin Ogura, Tinggal Butuh 5 Angka
Fitur kenyamanan juga cukup lengkap. SUV ini dibekali head unit berukuran besar, wireless charging 50W dengan kipas pendingin, serta konsol tengah yang memiliki pendingin AC. Fitur tersebut membuat J7 tidak hanya mengutamakan tampilan, tetapi juga kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Tenaga 300 HP dan Jarak Tempuh hingga 1.300 Km
Jantung Jaecoo J7 mengandalkan mesin bensin turbo 1.500 cc yang dipadukan sistem PHEV. Dalam mode EV, mobil disebut mampu menempuh sekitar 90 kilometer tanpa menggunakan bensin.
Sementara itu, jika tangki bahan bakar dan baterai sama-sama dalam kondisi penuh, jarak tempuh total diklaim dapat mencapai sekitar 1.300 kilometer. Angka tersebut didukung kapasitas tangki bahan bakar sebesar 60 liter.
Untuk performa, tenaga gabungan sistem hybrid mencapai sekitar 300 HP. Akselerasi 0-100 kilometer per jam diklaim dapat dicapai dalam waktu sekitar tujuh detik. Dengan kemampuan tersebut, J7 diposisikan bukan sekadar SUV irit bahan bakar, tetapi juga menawarkan performa yang cukup agresif.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Dekati Rekor 109 Poin Ogura, Tinggal Butuh 5 Angka
Nyaman untuk Harian, tetapi Rem Perlu Adaptasi
Dalam pengujian berkendara, dimensi Jaecoo J7 yang memiliki panjang sekitar 4,5 meter dan lebar 1.865 mm dinilai pas untuk penggunaan harian. Peredaman kabin juga menjadi nilai tambah karena menggunakan kaca depan double glass.
Suspensinya terasa empuk dan mampu meredam permukaan jalan yang tidak rata, termasuk ketika melewati polisi tidur. Namun, karakter pengereman menjadi salah satu catatan. Rem terasa sangat pakem sehingga pengemudi membutuhkan waktu untuk beradaptasi agar pengereman lebih halus dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang.
Beberapa pengaturan AC dan fitur keselamatan juga dinilai masih bisa mengganggu. Sensor parkir serta kamera 360 derajat yang dapat aktif otomatis ketika mendeteksi kendaraan di sekitar, misalnya, terkadang terasa menginterupsi penggunaan Android Auto.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Dekati Rekor 109 Poin Ogura, Tinggal Butuh 5 Angka
Dengan banderol Rp499 juta, Jaecoo J7 menawarkan paket yang menarik di segmen PHEV. Kombinasi harga, teknologi hybrid, tenaga besar, kenyamanan, serta potensi jarak tempuh panjang membuat SUV ini layak diperhitungkan konsumen Indonesia yang mencari kendaraan elektrifikasi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya listrik.
Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh AklilaSumber : Sumber: Youtube Ridwan Hanif