TRENGGALEKJENGGALEK - Motor listrik Alpha Entry Next Generation hadir dengan harga Rp16,5 juta melalui skema sewa baterai. Motor listrik Alpha Entry ini menawarkan desain bergaya skutik, fitur IoT, aplikasi pintar, hingga teknologi Boost Charge yang memungkinkan pengisian baterai lebih cepat. Namun, harga murah tersebut belum termasuk baterai dan ada sejumlah catatan pada pengereman, respons gas, serta jarak tempuh.
Desain Mirip Skutik, Bagian Belakang Jadi Sorotan
Secara tampilan, motor listrik Alpha Entry memiliki dimensi yang menyerupai skutik konvensional seperti Honda Vario atau Yamaha Mio. Bagian depan menjadi salah satu sisi yang cukup menarik dengan lampu sipit dan full LED.
Motor ini menggunakan pelek 14 inci dengan ban Kenda berukuran 80/90. Desain pelek dibuat menyerupai pelek aftermarket dengan pola yang cukup sporty. Namun, bagian spatbor depan dinilai masih terlalu pendek.
Sementara itu, bagian belakang justru menjadi salah satu kekurangan dari sisi desain. Bentuk bodi dinilai terlalu datar dan kaku karena minim lekukan. Meski demikian, lampu belakang, behel, serta desain swing arm yang tertutup tetap membuat tampilan motor terlihat cukup padat.
Baca Juga: New Wuling Almaz RS Tampil Futuristik, Punya Voice Command dan Fitur SAF
Fitur Digital dan Aplikasi Jadi Andalan
Masuk ke bagian teknologi, motor listrik Alpha Entry dibekali panel instrumen digital yang menampilkan berbagai informasi. Pengendara dapat memilih tiga mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport.
Kecepatan maksimum masing-masing mode mencapai sekitar 65 km/jam untuk Eco, 81 km/jam untuk Urban, dan 93 km/jam untuk Sport.
Motor ini juga memiliki Hill Start Assist yang membantu menahan roda belakang ketika kendaraan berada di tanjakan. Selain itu, tersedia power outlet Type-A dan Type-C untuk mengisi daya perangkat.
Salah satu fitur paling menarik adalah konektivitas IoT melalui aplikasi My Alpha. Pengguna dapat memantau kondisi baterai, jarak perjalanan, lokasi kendaraan, kebutuhan servis, hingga estimasi kebutuhan energi untuk perjalanan.
Aplikasi tersebut juga memungkinkan pengguna mengaktifkan motor tanpa remote, mematikan kendaraan dalam kondisi darurat, melakukan booking servis, serta mencari charging station dan service station.
Baterai LFP dan Boost Charge
Alpha Entry Next Generation menggunakan baterai LFP berkapasitas 3,3 kWh dengan sistem sewa. Harga motor Rp16,5 juta tersebut merupakan harga kendaraan dengan skema baterai berlangganan.
Biaya sewa dimulai Rp15 ribu per bulan untuk penggunaan hingga 700 kilometer. Jika jarak tempuh mencapai 700-1.800 kilometer, terdapat tambahan biaya Rp75 ribu. Sementara penggunaan di atas 1.800 kilometer dikenakan tambahan Rp225 ribu per bulan.
Bagi pengguna yang tidak ingin menyewa baterai, tersedia pilihan membeli motor sekaligus baterainya. Namun, harganya menjadi sekitar Rp31,5 juta.
Teknologi Boost Charge menjadi nilai jual lain. Motor ini dapat menggunakan fasilitas pengisian berdaya 2 kW, 3 kW, hingga 4 kW. Dengan fasilitas tersebut, pengisian dapat berlangsung jauh lebih cepat dibanding pengisian standar.
Jarak Tempuh Bergantung Gaya Berkendara
Alpha Entry dibekali motor Hub Drive dengan tenaga maksimum sekitar 4,5 kW dan torsi hingga 125 Nm pada respons awal. Klaim jarak tempuhnya mencapai 140 kilometer dengan kecepatan rata-rata 30-40 km/jam.
Namun, hasil penggunaan nyata sangat bergantung pada gaya berkendara. Dalam pengujian dengan penggunaan Urban dan sesekali Sport, konsumsi energi berada di sekitar 18,46 km/kWh. Dengan gaya berkendara agresif, jarak tempuh dalam sekali pengisian sekitar 70 kilometer.
Pengendara dengan gaya lebih santai berpotensi mendapatkan jarak tempuh di atas 100 kilometer.
Ada Beberapa Catatan
Di balik sejumlah keunggulannya, motor listrik Alpha Entry masih memiliki kekurangan. Rem dinilai terasa keras dan kurang pakem meski sudah menggunakan sistem CBS hidraulik. Respons gas juga cukup sensitif sehingga terasa menyentak, terutama ketika digunakan berboncengan.
Layar speedometer juga dinilai terlalu terang ketika digunakan pada malam hari.
Dengan harga Rp16,5 juta, fitur IoT, aplikasi My Alpha, baterai LFP, serta dukungan Boost Charge, Alpha Entry Next Generation menjadi salah satu pilihan menarik di kelas motor listrik terjangkau. Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan skema sewa baterai dan kebutuhan jarak tempuh sebelum memutuskan membeli.
Baca Juga: Chery Tiggo 8 CSH Tembus Yogyakarta Tanpa Isi Bensin, Klaim 1.300 Km
Editor : Lucky Naiha SyafiraSumber : pinterest