TrenggalekNjenggalek- Motor listrik Vantra mulai menarik perhatian setelah prototipenya diperlihatkan tanpa kamuflase. Motor listrik asal Amerika Serikat ini dikembangkan dengan sejumlah teknologi menarik, termasuk dukungan pengisian daya cepat menggunakan konektor yang umum ditemukan pada fasilitas pengisian kendaraan listrik roda empat.
Vantra sebelumnya sempat muncul di media sosial dengan nama Lira dan balutan kamuflase berwarna biru. Kini, tampilannya mulai diperlihatkan secara lebih jelas, meskipun kendaraan tersebut masih berada dalam tahap prototipe atau praproduksi dan belum dipasarkan secara massal di Indonesia.
Dikembangkan Selama Tiga Tahun
Berdasarkan penjelasan tim riset dan pengembangan (R&D) yang disampaikan dalam video, Vantra telah dikembangkan selama sekitar tiga tahun, termasuk satu tahun pengembangan di Jakarta.
Dari segi dimensi, motor listrik ini memiliki ukuran yang menyerupai skuter matik bermesin 160 cc. Desainnya mengusung konsep maxi scooter dengan windshield cukup besar, jok lebar, serta pijakan kaki yang memungkinkan pengendara memilih posisi berkendara santai maupun lebih sporty.
Karena masih berupa prototipe, sejumlah komponen dan detail desain berpotensi mengalami perubahan sebelum memasuki tahap produksi massal.
Menggunakan Motor Listrik 6 kW dan 7 kW
Vantra diperkenalkan dalam dua pilihan tenaga motor listrik, yakni 6 kW dan 7 kW. Perbedaan tersebut memberikan alternatif bagi pengembangan performa kendaraan sesuai kebutuhan.
Berdasarkan pengujian yang ditampilkan dalam video, unit prototipe mampu mencapai kecepatan sekitar 100 km/jam lebih pada kondisi pengujian tertentu. Pengendara juga dapat memilih tiga mode berkendara, yaitu Eco, Normal, dan Sport.
Mode Eco memberikan respons tenaga yang lebih tertahan, sedangkan mode Normal dan Sport menawarkan respons akselerasi yang lebih kuat. Penguji menyebut tenaga motor terasa lebih optimal ketika kendaraan sudah bergerak pada kecepatan menengah.
Meski demikian, hasil pengujian pada unit prototipe belum dapat dianggap sebagai spesifikasi final untuk versi produksi massal.
Baterai 3,3 kWh dengan Jarak Tempuh 120 Km
Dari sisi baterai, tim R&D disebut mengungkapkan bahwa Vantra menggunakan baterai berkapasitas 3,3 kWh dengan tegangan 72 volt. Kapasitas tersebut diklaim mampu mendukung jarak tempuh hingga 120 kilometer untuk penggunaan di dalam kota.
Motor listrik ini juga memiliki sistem pendinginan yang dirancang untuk membantu menjaga suhu baterai dan pengontrol daya. Sementara itu, komponen controller pada unit prototipe masih ditempatkan di area lengan ayun agar mudah diakses selama proses pengujian.
Pada versi produksi massal, posisi controller direncanakan dipindahkan ke bagian tengah kendaraan. Namun, perubahan tersebut masih berupa rencana dan belum dikonfirmasi pada produk final.
Mendukung Pengisian Daya AC Type 2 dan DC CCS2
Salah satu fitur yang paling menarik dari Vantra adalah sistem pengisian dayanya. Motor listrik ini menggunakan konektor AC Type 2 dan menyediakan konektor DC CCS2 untuk pengembangan sistem pengisian cepat.
Dalam pengujian yang ditampilkan, unit prototipe baru dapat menggunakan pengisian AC Type 2. Sementara itu, konektor CCS2 belum dapat digunakan dan disebut masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.
Penguji mencoba mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dengan konektor AC Type 2. Proses pengisian menunjukkan daya yang masuk dapat mencapai sekitar 10 kW pada kondisi tertentu.
Berdasarkan pengalaman penguji, pengisian dari 7 persen hingga sekitar 60 persen membutuhkan waktu kurang dari 10 menit dalam pengujian tersebut. Sementara itu, pengisian dari sekitar 60 persen hingga 96 persen memerlukan kurang lebih 20 menit.
Waktu pengisian tersebut merupakan hasil pengujian pada unit prototipe dan kondisi stasiun pengisian yang digunakan. Kecepatan pengisian aktual dapat berbeda tergantung kondisi baterai, daya yang tersedia, serta pengaturan sistem pengisian.
Baca Juga: 5 Laptop Desain Grafis Terbaik 2026, dari MacBook Air M2 hingga Dell XPS 15
Dilengkapi Panel Digital dan Bagasi Luas
Vantra juga dibekali panel instrumen digital yang menampilkan berbagai informasi berkendara. Pengendara dapat memantau persentase baterai, perkiraan jarak tempuh, konsumsi energi, odometer, serta data perjalanan sejak pengisian daya.
Tersedia pula fitur keyless, tombol pemutus daya, dan tiga mode berkendara. Panel digitalnya mendapat penilaian positif dari penguji karena informasi terlihat jelas saat digunakan di bawah sinar matahari.
Untuk kebutuhan sehari-hari, motor listrik ini memiliki ruang penyimpanan di bagian depan, port USB Type-A dan Type-C, serta bagasi di bawah jok yang dinilai cukup luas untuk menyimpan helm tertentu.
Sistem pengereman menggunakan cakram depan dan belakang, dengan ABS pada roda depan di unit prototipe yang diuji. Namun, kelengkapan fitur tersebut masih perlu dipastikan kembali pada versi produksi massal.
Suspensi dan Kenyamanan Berkendara
Dalam pengujian jalan, suspensi belakang Vantra mendapat penilaian positif karena terasa cukup empuk ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata. Penguji juga menyebut motor cukup mudah diajak bermanuver ke kanan dan kiri.
Meski demikian, beberapa bagian masih membutuhkan penyempurnaan. Posisi pijakan kaki pengendara dan pembonceng dinilai terlalu maju, sedangkan suspensi depan masih menjadi salah satu bagian yang perlu dievaluasi oleh tim pengembang.
Catatan tersebut menjadi hal yang wajar mengingat Vantra masih berada dalam tahap pengujian dan belum menjadi produk final yang diproduksi secara massal.
Belum Dijual Massal di Indonesia
Saat ini, Vantra belum dipasarkan secara massal di Indonesia. Meski demikian, masyarakat disebut sudah dapat menyewa dan mencoba unit prototipenya melalui layanan yang diinformasikan oleh pihak terkait.
Belum ada informasi resmi mengenai harga jual, jadwal produksi massal, maupun spesifikasi akhir yang akan ditawarkan kepada konsumen. Karena itu, klaim jarak tempuh, kecepatan, dan kemampuan pengisian daya masih perlu dilihat sebagai informasi dari pengujian awal.
Jika spesifikasi dan teknologi pengisian dayanya dapat dipertahankan pada versi produksi, Vantra berpotensi menjadi salah satu motor listrik yang menawarkan pendekatan berbeda di pasar Indonesia. Namun, konsumen tetap perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui harga, garansi, dan kesiapan produk sebelum mempertimbangkannya sebagai kendaraan harian.
Baca Juga: Laptop Dell Precision 5570 Bekas Rp13 Jutaan, Layarnya 4K dan Cocok untuk Desainer!
Editor : Rahma Wulandari