Review Polytron Fox 350: Jarak Tempuh Tembus 136 Km, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 16:09 WIB
Polytron Fox 350 mampu menempuh 136 km dalam pengujian. Simak harga, fitur, performa, dan kekurangannya.
Polytron Fox 350 mampu menempuh 136 km dalam pengujian. Simak harga, fitur, performa, dan kekurangannya.

 

TRENGGALEK NJENGGALEK– Polytron Fox 350 hadir sebagai penerus Fox R dengan sejumlah pembaruan pada performa, kenyamanan berkendara, fitur, dan desain. Motor listrik ini menarik perhatian karena ditawarkan mulai sekitar Rp15,5 juta melalui skema sewa baterai, dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 135 kilometer.

Dalam ulasan Otomotif TV setelah menggunakan motor selama lebih dari sepekan, Fox 350 mampu menempuh 136 kilometer dengan sisa baterai 4 persen. Namun, hasil tersebut diperoleh dalam kondisi berkendara tertentu. Selain keunggulan jarak tempuh dan respons tenaga, motor ini masih memiliki sejumlah catatan pada suspensi, kenyamanan jok pengendara, dan kualitas beberapa bagian bodi.

Harga Polytron Fox 350 dan Skema Sewa Baterai

Salah satu daya tarik Polytron Fox 350 adalah harga awal yang relatif terjangkau. Berdasarkan ulasan, motor ini ditawarkan sekitar Rp15,5 juta dengan skema berlangganan baterai, sedangkan biaya sewa baterai disebut sekitar Rp200.000 per bulan.

Baterai juga dapat dibeli secara terpisah. Dalam video, harganya disebut sekitar Rp17,5 juta, tetapi angka tersebut perlu dikonfirmasi melalui informasi resmi Polytron. Pembelian motor beserta baterai disebut memiliki skema harga berbeda.

Perbedaan lainnya terletak pada garansi. Menurut pengulas, baterai yang dibeli mendapatkan garansi selama tiga tahun, sedangkan skema sewa menawarkan perlindungan selama masa berlangganan, termasuk kemungkinan penggantian baterai sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, calon pembeli perlu mempertimbangkan total pengeluaran jangka panjang. Biaya sewa bulanan memang mengurangi modal awal, tetapi tetap menjadi pengeluaran rutin di luar biaya pengisian listrik.

Performa 6.400 Watt dan Regenerative Braking

Dari sisi penggerak, Polytron Fox 350 memiliki daya nominal 3.000 watt dengan daya puncak yang disebut mencapai 6.400 watt. Torsi puncaknya diklaim sebesar 187 Nm, sedangkan kecepatan maksimal mencapai 95 km/jam.

Dibandingkan Fox R, karakter performanya dinilai relatif mirip. Namun, respons gas Fox 350 terasa lebih halus sejak putaran awal. Pengulas menilai jeda tenaga yang sebelumnya terasa ketika membuka gas kembali saat kondisi macet sudah jauh berkurang.

Motor ini juga dilengkapi regenerative braking dengan dua tingkat pengoperasian. Fitur tersebut memanfaatkan energi ketika motor melambat untuk membantu mengisi baterai. Meski demikian, pengulas mengaku belum bisa memastikan seberapa besar kontribusi fitur tersebut terhadap penambahan jarak tempuh.

Pembaruan lain terdapat pada pengendali motor atau controller. Secara keseluruhan, respons tenaga dinilai lebih konsisten, bahkan ketika kapasitas baterai mulai berkurang.

Baca Juga: Suzuki Swift Modifikasi Bergaya Mini Coupe, Hatchback Jepang Ini Tampil Makin Unik

Jarak Tempuh 136 Km dalam Pengujian

Pengujian jarak tempuh menjadi salah satu bagian menarik dalam ulasan tersebut. Dengan baterai terisi penuh, pengulas menggunakan mode D dan membatasi kecepatan sekitar 48–50 km/jam. Hasilnya, motor menempuh 136 kilometer dengan sisa baterai 4 persen.

Dalam pengujian berbeda, motor digunakan menggunakan mode S dengan akselerasi lebih agresif. Jarak yang dicapai sekitar 92,7 kilometer.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa gaya berkendara berpengaruh terhadap konsumsi energi. Kecepatan, akselerasi, kondisi jalan, beban pengendara, dan penggunaan mode berkendara dapat membuat hasil aktual berbeda.

Mode S juga disebut hanya tersedia ketika kapasitas baterai masih di atas 20 persen. Ketika baterai turun di bawah batas tersebut, motor beralih ke mode D dengan kecepatan maksimal yang dilaporkan sekitar 60 km/jam.

Posisi Berkendara Lebih Baik, tetapi Jok Masih Jadi Catatan

Dibandingkan Fox R, Fox 350 menawarkan posisi kaki yang lebih rendah dan pijakan yang lebih nyaman. Pengendara juga bisa meluruskan kaki ke depan, menyerupai posisi berkendara skuter matik besar.

Namun, bagian tengah bodi masih terasa lebar karena menjadi tempat baterai. Setelah berkendara selama 30–45 menit, pengulas merasakan paha bagian dalam mudah pegal akibat posisi kaki yang melebar.

Jok pengendara memang terasa empuk ketika pertama kali diduduki, tetapi busanya dinilai kurang tebal. Setelah digunakan lebih lama, tekanan pada bagian dasar jok mulai terasa. Sebaliknya, jok pembonceng dinilai lebih nyaman karena memiliki bantalan lebih tebal.

Suspensi Empuk, tetapi Mudah Mentok

Sektor suspensi menjadi salah satu kekurangan yang disoroti. Meski lebih empuk dibandingkan Fox R, suspensi Fox 350 dinilai terlalu lembut dengan respons yang cenderung mengayun.

Saat melewati polisi tidur, lubang, atau melakukan pengereman, suspensi depan terasa mudah mencapai batas langkahnya. Kondisi ini membuat pengendara merasakan hentakan, terutama ketika melaju di jalan yang tidak rata.

Pengulas menilai suspensi masih cukup nyaman untuk penggunaan santai pada kecepatan di bawah 50 km/jam. Namun, karakter tersebut perlu diperhatikan oleh pengendara yang sering melewati jalan rusak atau menginginkan kestabilan lebih baik pada kecepatan tinggi.

Selain itu, standar tengah terkadang menimbulkan suara berisik ketika motor melewati jalan bergelombang.

Fitur Keyless dan Bagasi Luas

Polytron Fox 350 menggunakan sistem keyless dengan remote yang mendukung alarm, penguncian roda belakang, dan pengoperasian kelistrikan. Motor juga dapat diaktifkan melalui aplikasi ponsel yang berfungsi sebagai kunci cadangan, selain menyediakan informasi kondisi kendaraan dan baterai.

Fitur lainnya meliputi hill start assist, cruise control, tombol mundur, mode berkendara D dan S, serta port USB Type-C. Bagasinya cukup luas untuk menampung helm open-face, meskipun ruang tersisa akan berkurang ketika helm dimasukkan.

Pengulas juga mengapresiasi desain bodi belakang yang lebih padat dan bagian kolong yang tertutup lebih rapat. Namun, kualitas beberapa bagian plastik masih dinilai biasa saja, dengan sisa cetakan yang terasa tajam, celah antarbodi, serta tutup kompartemen yang sesekali terbuka saat melewati jalan rusak.

Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 menawarkan jarak tempuh yang menjanjikan, respons tenaga halus, dan posisi berkendara yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Meski demikian, calon pembeli perlu mempertimbangkan karakter suspensi, kenyamanan jok, kualitas detail bodi, serta biaya sewa baterai sebelum menentukan pilihan.

 

Baca Juga: Real! Dijual Honda Mobilio RS 2015 Rp140 Jutaan, Pajak Hidup dan KM 154 Ribu!

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
harga Polytron Fox 350 polytron fox 350 motor listrik polytron Jarak tempuh motor listrik review motor listrik