TRENGGALEK NJENGGALEK– Polytron Fox 350 menjadi salah satu motor listrik yang mendapat perhatian berkat desain modern, tenaga responsif, dan fitur premium seperti cruise control. Namun, pengalaman berbeda dialami seorang pengguna kanal Sobat Listrik yang mengaku menghadapi sejumlah masalah selama menggunakan motor listrik tersebut untuk aktivitas harian.
Dalam ulasannya, pengguna itu menyebut unit miliknya beberapa kali mengalami baterai mendadak mati meski indikator masih menunjukkan sekitar 20 persen. Sistem keyless juga dinilai bermasalah karena kerap tidak mendeteksi remote dan baterainya harus berulang kali diganti. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengalamannya tersebut tidak berarti semua unit Polytron Fox 350 mengalami masalah serupa.
Desain Polytron Fox 350 Dinilai Proporsional
Dari sisi tampilan, Polytron Fox 350 mendapat penilaian positif. Desainnya dinilai sesuai dengan selera pasar Indonesia, dengan bentuk bodi yang tegas, futuristis, dan menyerupai skuter matik berukuran besar.
Pengulas menyukai profil samping dan belakang motor yang terlihat padat. Kehadiran rem cakram belakang serta dua suspensi belakang juga membuat tampilannya dinilai lebih menarik dibandingkan sejumlah motor listrik yang terlihat terlalu sederhana.
Namun, terdapat catatan pada kualitas sejumlah komponen. Visor depan pada unit yang digunakan disebut pernah longgar hingga terlepas ketika berkendara. Pengulas juga mengeluhkan beberapa bagian bodi yang terasa kurang kokoh, bahkan ada komponen yang terlepas setelah melewati polisi tidur.
Ia menilai kualitas panel plastik masih cukup baik untuk penggunaan sehari-hari, tetapi belum memberikan kesan premium secara menyeluruh.
Sistem Keyless dan Baterai Jadi Sumber Keluhan
Masalah paling mengganggu dalam pengalaman pengguna tersebut berkaitan dengan sistem keyless. Selama hampir satu tahun pemakaian, baterai remote disebut sudah beberapa kali diganti karena cepat habis.
Remote juga terkadang gagal terdeteksi ketika disimpan di saku. Akibatnya, pengguna harus mengeluarkan remote agar motor dapat dinyalakan.
Persoalan lain muncul ketika sistem kelistrikan bermasalah. Mekanisme pembukaan jok menggunakan tombol elektronik membuat bagasi sulit diakses ketika motor tidak bisa dihidupkan. Pengguna mengaku pernah memanggil teknisi hingga dua kali untuk membantu membuka bagasi saat terjadi gangguan kelistrikan.
Ia juga menceritakan beberapa kejadian ketika motor tiba-tiba mati meski indikator baterai masih menunjukkan sekitar 20 persen. Pada kejadian lain, motor harus diderek ketika mengalami masalah dalam perjalanan yang jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari kantor.
Pengalaman tersebut merupakan keluhan pada unit yang diuji, bukan bukti bahwa seluruh Polytron Fox 350 memiliki kerusakan serupa. Meski begitu, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan sistem baterai, kelistrikan, dan keyless apabila calon pembeli menemukan gejala yang sama.
Tenaga Responsif dan Jarak Tempuh Lebih dari 100 Km
Di luar masalah teknis, pengulas justru menyukai karakter berkendara Fox 350. Motor ini disebut memiliki tenaga sekitar 3.000 watt dan menawarkan dua mode berkendara, yakni Drive dan Sport.
Mode Drive membatasi kecepatan sekitar 60–61 km/jam, sedangkan mode Sport memungkinkan motor mencapai kisaran 80–90 km/jam menurut pengalaman pengulas. Akselerasinya juga dinilai responsif sehingga memberikan sensasi berkendara yang berbeda dari motor berbahan bakar bensin.
Jarak tempuhnya disebut berada pada kisaran 120–140 kilometer, meskipun pengulas tidak mengingat angka pasti spesifikasi yang tercantum. Hasil aktual tetap bergantung pada kecepatan, kondisi jalan, beban, dan gaya berkendara.
Motor ini juga memiliki fitur regenerative braking yang membantu mengubah sebagian energi saat perlambatan menjadi energi listrik untuk baterai.
Baca Juga: Suzuki Swift Modifikasi Bergaya Mini Coupe, Hatchback Jepang Ini Tampil Makin Unik
Cruise Control Jadi Fitur Andalan
Salah satu fitur yang paling diapresiasi adalah cruise control. Fitur ini memungkinkan motor mempertahankan kecepatan tertentu tanpa pengendara harus terus memutar gas.
Dalam demonstrasinya, pengulas mengaktifkan cruise control ketika melaju sekitar 20 km/jam. Motor kemudian mempertahankan kecepatan yang ditetapkan hingga pengendara mengoperasikan rem atau gas untuk menonaktifkannya.
Fitur tersebut dinilai berguna ketika berkendara di jalur yang sesuai dan relatif lengang, terutama untuk mengurangi kelelahan tangan. Namun, pengendara tetap harus memegang kendali setang dan memperhatikan kondisi jalan. Melepas tangan dari setang saat motor bergerak tidak disarankan karena mengurangi kemampuan mengendalikan kendaraan.
Fitur lain yang tersedia mencakup tombol mundur, lampu hazard, sistem keyless, dan bagasi yang dapat menampung helm jenis tertentu.
Posisi Kaki dan Lampu Depan Masih Perlu Diperhatikan
Kenyamanan berkendara Fox 350 dinilai cukup baik, termasuk suspensinya yang terasa nyaman ketika melewati polisi tidur. Rem cakram depan dan belakang juga dianggap memberikan daya pengereman yang meyakinkan oleh pengulas.
Namun, posisi kaki menjadi salah satu kekurangan desain. Baterai ditempatkan di bagian dek tengah sehingga lantai pijakan terasa tinggi. Pengendara akhirnya harus memilih posisi kaki yang agak menekuk atau melebarkannya ke samping.
Pengulas juga mengkritik lampu depan, khususnya lampu jauh, yang dianggap kurang terang dan tidak mampu menjangkau jarak sejauh yang diharapkan. Panel instrumen pun dinilai kurang praktis karena tidak menyediakan penunjuk waktu.
Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 menawarkan desain proporsional, tenaga responsif, kenyamanan suspensi, dan fitur cruise control yang menarik. Namun, pengalaman pengguna tersebut memperlihatkan sejumlah kekurangan pada unitnya, terutama sistem keyless dan gangguan kelistrikan. Calon pembeli sebaiknya melakukan uji coba, memeriksa layanan purnajual, serta memahami ketentuan garansi dan langganan baterai sebelum memutuskan membeli.
Baca Juga: Real! Dijual Honda Mobilio RS 2015 Rp140 Jutaan, Pajak Hidup dan KM 154 Ribu!
Sumber : pinterest