Nissan X-Trail T32 2.0 vs 2.5, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Sesuai untuk Keluarga?

Rahma Wulandari • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:52 WIB
Nissan X-Trail T32 2.0L dan 2.5L memiliki perbedaan tenaga, torsi, serta pilihan transmisi. Simak perbandingan spesifikasi dan hal penting sebelum membeli SUV bekas ini.
Nissan X-Trail T32 2.0L dan 2.5L memiliki perbedaan tenaga, torsi, serta pilihan transmisi. Simak perbandingan spesifikasi dan hal penting sebelum membeli SUV bekas ini.

TRENGGALEKNJENGGALEK – Nissan X-Trail T32 menawarkan dua pilihan mesin bensin yang cukup dikenal di pasar SUV bekas Indonesia, yakni 2.0L dan 2.5L. Keduanya memiliki desain bodi serupa, tetapi berbeda dalam kapasitas mesin, keluaran tenaga, dan pilihan transmisi.

Perbedaan tersebut patut diperhatikan calon pembeli yang sedang mencari SUV keluarga dengan kabin luas dan fitur kenyamanan yang memadai. Selain spesifikasi mesin, kondisi kendaraan serta riwayat perawatan juga menjadi faktor penting ketika memilih unit bekas.

Mesin 2.0L Menghasilkan Tenaga 144 PS

Nissan X-Trail T32 2.0L menggunakan mesin MR20DD berkapasitas 1.997 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum sekitar 144 PS pada 6.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 4.400 rpm.

Di Indonesia, varian 2.0L tersedia dengan pilihan transmisi manual enam percepatan dan otomatis Xtronic CVT, bergantung pada tipe serta tahun produksinya.

Karakter mesin ini dapat dipertimbangkan untuk penggunaan sehari-hari, termasuk perjalanan di dalam kota dan perjalanan bersama keluarga. Namun, respons kendaraan tetap dipengaruhi beban penumpang, kondisi mesin, serta cara pengemudi mengoperasikan pedal akselerator.

Mesin 2.5L Menawarkan Tenaga Lebih Besar

Pada varian 2.5L, Nissan menggunakan mesin QR25DE berkapasitas 2.488 cc. Tenaga maksimumnya mencapai sekitar 171 PS pada 6.000 rpm, dengan torsi puncak 233 Nm pada 4.000 rpm.

Dibandingkan mesin 2.0L, varian 2.5L menawarkan tambahan tenaga dan torsi. Perbedaan tersebut dapat terasa ketika pengemudi membutuhkan akselerasi lebih kuat atau membawa penumpang dan barang dalam jumlah lebih banyak.

Varian 2.5L T32 di Indonesia menggunakan transmisi otomatis Xtronic CVT. Meski kapasitas mesinnya lebih besar, konsumsi bahan bakar aktual tetap bergantung pada kondisi lalu lintas, perawatan, dan kebiasaan berkendara.

Baca Juga: Honda Brio hingga CR-V Turbo Bekas, Ini Pilihan Mobil untuk Anak Muda dan Keluarga

Perbedaan Transmisi dan Karakter Berkendara

Transmisi Xtronic CVT dirancang untuk menghasilkan perpindahan rasio yang halus tanpa perpindahan gigi konvensional seperti pada transmisi otomatis bertingkat.

Karakter tersebut mendukung kenyamanan saat menghadapi lalu lintas perkotaan. Namun, respons akselerasinya dapat terasa berbeda dibandingkan transmisi otomatis konvensional.

Untuk unit bekas, kondisi CVT menjadi salah satu hal penting yang perlu diperiksa. Pastikan kendaraan dapat berakselerasi dengan wajar, tidak menunjukkan gejala getaran yang tidak normal, dan tidak mengalami keterlambatan respons yang mencurigakan.

Riwayat penggantian cairan transmisi sesuai rekomendasi pabrikan juga patut diperhatikan sebelum membeli.

Kabin Tiga Baris untuk Kebutuhan Keluarga

Nissan X-Trail T32 memiliki konfigurasi hingga tujuh penumpang pada varian yang dilengkapi kursi baris ketiga. Susunan ini memberikan fleksibilitas ketika mobil digunakan untuk perjalanan bersama keluarga.

Meski begitu, ruang baris ketiga lebih terbatas dibandingkan dua baris di depan. Ketika seluruh kursi digunakan, kapasitas bagasi juga berkurang.

Fitur lain yang tersedia pada varian tertentu meliputi kamera 360 derajat, jok dengan pengaturan elektrik, keyless entry, tombol start-stop mesin, serta pintu bagasi elektrik. Kelengkapannya perlu disesuaikan dengan tahun produksi dan tipe kendaraan.

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli

Selain membandingkan kapasitas mesin, calon pembeli perlu memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh. Pemeriksaan sebaiknya meliputi mesin, transmisi, sistem pendingin, suspensi, sistem pengereman, dan seluruh perangkat elektronik.

Pada unit dengan transmisi CVT, pemeriksaan oleh teknisi yang memahami kendaraan Nissan dapat membantu mengevaluasi kondisi transmisi. Riwayat servis yang jelas juga memberikan gambaran tentang perawatan kendaraan sebelumnya.

Jangan lupa memeriksa kelengkapan dokumen, riwayat kecelakaan, kemungkinan bekas banjir, dan kondisi bodi. Harga murah tidak selalu berarti lebih hemat apabila kendaraan membutuhkan perbaikan besar setelah dibeli.

Kesimpulan

Nissan X-Trail T32 2.0L menawarkan tenaga sekitar 144 PS, sedangkan varian 2.5L menghasilkan sekitar 171 PS. Varian 2.0L memiliki pilihan transmisi manual atau CVT pada tipe tertentu, sementara 2.5L menggunakan CVT.

Pilihan yang sesuai bergantung pada kebutuhan tenaga, preferensi transmisi, anggaran bahan bakar, dan kondisi unit yang tersedia. Bagi calon pembeli mobil bekas, pemeriksaan kendaraan secara langsung dan riwayat perawatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan pilihan.

Editor : Rahma Wulandari
Spesifikasi Nissan X-Trail SUV keluarga bekas Nissan X-Trail T32 2.0 vs 2.5 mesin QR25DE mesin MR20DD