Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 2.925 Siswa di Karangsoko, Trenggalek Bersiap Cetak Generasi Sehat
Zaki Jazai• Kamis, 1 Mei 2025 | 12:35 WIB
Dandim 0806 Trenggalek Letkol Yudo memberi instruksi terkait pelaksanaan MBG.
Trenggaleknjenggelek – Sebuah langkah nyata dalam peningkatan gizi dan kualitas sumber daya manusia dimulai dari Desa Karangsoko, Kecamatan/ Kabupaten Trenggalek. Sebanyak 2.925 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK akan menjadi penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG), yang dijadwalkan diluncurkan resmi pada Senin, 5 Mei 2025.
Program ini digagas melalui kerja sama antara Kodim 0806/Trenggalek, Yayasan Lumbung Boga Sakti, dan berbagai unsur pemerintah daerah. Persiapan peluncurannya dimatangkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto, pada Rabu (30/4/2025) di ruang rapat Makodim Trenggalek. Ini merupakan langkah awal untuk cetak generasi sehat.
“Kami ingin program ini hadir tanpa cela. Semua harus dipastikan matan, dari logistik, sistem distribusi, hingga akurasi data sasaran. Ini bukan hanya tentang memberi makan, tapi tentang mencetak masa depan yang sehat dan cerdas,” ujar Letkol Yudo tegas.
Program ini akan beroperasi melalui Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Karangsoko, yang dikelola oleh Yayasan Lumbung Boga Sakti. Makanan bergizi akan disiapkan dan didistribusikan setiap hari sekolah, menjangkau ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang tersebar di wilayah Karangsoko dan sekitarnya.
Program ini tak hanya menyasar kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membangun ekosistem yang mengedepankan prinsip lokalitas, pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan terpadu. Dukungan pun datang dari berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dispora, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan di wilayah tersebut.
Letkol Yudo menyatakan keyakinannya bahwa Trenggalek siap menjadi pelopor program makan bergizi berbasis komunitas.
“Ini bukan sekadar program bagi-bagi makanan. Ini adalah investasi masa depan bangsa. Dan Trenggalek siap menjadi pionir,” tutupnya.
Dengan semangat gotong royong dan visi bersama, Karangsoko kini menapaki jejak baru dalam memerangi malnutrisi dan menyiapkan generasi unggul dari desa. Program ini diharapkan menjadi role model nasional dalam pembangunan gizi anak sejak usia dini.
Disisi lain Imam Maldi, pengurus yayasan, memastikan keterlibatan sumber daya lokal dalam pengelolaan bahan pangan.
“Kami ingin memastikan anak-anak kita mendapat asupan gizi terbaik setiap hari sekolah, tanpa terkendala logistik atau kualitas bahan,” ujarnya.(jaz)
Para CPNS dan PPPK terlihat sumringah setelah menerima SK pengangkatan. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar saat menyerahkan SK pengangkatan secara simbolis (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO) Editor : Zaki Jazai