Trenggaleknjenggelek- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengajak para kepala desa di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan potensi warga desa yang bergelar sarjana dalam pengelolaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Langkah ini ditujukan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa, sekaligus mengurangi pengangguran terdidik yang berasal dari desa.
“Sarjana yang masih menganggur di kota bisa kita minta pulang. Kita latih menjadi manajer atau pelaksana Koperasi Desa Merah Putih,” kata Yandri dalam keterangan persnya.
Selain para sarjana, Yandri juga mendorong agar desa melibatkan warganya yang memiliki keterampilan, namun terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun yang sudah pensiun dari profesi sebelumnya. Menurutnya, pelibatan mereka menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
“Tenaga sumber daya manusia akan kita utamakan warga atau penduduk yang berasal dari desa itu. Bisa jadi yang ada di kota atau pensiunan yang profesional,” ujarnya.
Kopdes Merah Putih merupakan salah satu program strategis yang saat ini sedang dikebut Kementerian Desa. Targetnya, terbentuk 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia dalam waktu dekat. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa dan membuka lapangan kerja lokal.
Baca Juga: Mentan Buka Kornas Penyuluh Pertanian, Tegaskan Peran Vital PPL dalam Ketahanan Pangan
Kementerian juga merancang skema pelatihan dan pendampingan bagi pengelola Kopdes, agar sistem pengelolaan koperasi berjalan profesional dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memperkuat ekonomi desa dari dalam, dengan mengutamakan potensi lokal yang tersedia.(jaz)
Editor : Zaki Jazai