Trenggaleknjenggelek – Pelayanan publik yang prima bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap pemerintah desa. Hal inilah yang terus diupayakan oleh Pemerintah Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, melalui berbagai inovasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Kepala Desa Prigi, Imam Muslimin, menegaskan bahwa pelayanan yang cepat, transparan, dan ramah merupakan tanggung jawab moral perangkat desa kepada warganya.
“Kami ingin warga merasa nyaman dan puas. Prinsip kami, siapa pun yang butuh bantuan, kami siap melayani, bahkan di luar jam kerja,” ujarnya.
Desa Prigi telah menerapkan sejumlah program seperti pelayanan administrasi secara online, aplikasi pengaduan desa, hingga jemput bola ke rumah warga. Menurut Imam, langkah ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mempercepat proses birokrasi di tingkat desa.
Meski jam kerja perangkat desa secara formal hanya sampai pukul 14.30, Imam menyebut seluruh jajaran Pemdes tetap siaga kapan pun dibutuhkan.
“Kalau ada warga yang sakit atau butuh bantuan ke rumah sakit tengah malam pun, kami tetap siap. Ini bagian dari komitmen kami,” imbuhnya.
Upaya ini membuahkan hasil. Warga mengaku semakin mudah mengurus dokumen dan merasa dilayani dengan cepat serta humanis.
“Pelayanannya enak, cepat, dan tidak ribet. Kalau ada yang perlu ditanya, langsung dijawab,” ujar salah satu warga Prigi.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Desa Prigi menjadi contoh bagaimana pelayanan publik yang prima harus dijalankan oleh pemerintah desa. Kehadiran negara di tingkat paling bawah, melalui perangkat desa yang sigap dan peduli, menjadi penentu kenyamanan serta kepuasan masyarakat. (gun/jaz)
Editor : Zaki Jazai