Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengingat Jati Diri Bangsa, Makna Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025

Zaki Jazai • Minggu, 1 Juni 2025 | 13:35 WIB
Lambang garuda
Lambang garuda

Trenggaleknjenggelek — Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, hari bersejarah ketika lima dasar negara pertama kali diungkapkan oleh Bung Karno dalam sidang BPUPKI tahun 1945. Lebih dari sekadar seremonial, peringatan ini menjadi ajakan untuk kembali merenungkan jati diri bangsa, yaitu Pancasila.

Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengangkat tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya", sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 3 Tahun 2025. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya dokumen historis, tetapi ideologi hidup yang harus terus dihayati dan diamalkan dalam setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

"Di tengah derasnya arus informasi global, perbedaan pandangan, dan tantangan kebangsaan, Pancasila hadir sebagai tali pengikat yang menyatukan. Ia menjadi fondasi kuat untuk menjaga keberagaman dan membangun masa depan bersama," ujar Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam sambutannya.

Peringatan ini mengandung makna strategis:

Bahwa bangsa ini berdiri bukan semata karena kesamaan ras atau agama, melainkan karena kesepakatan luhur untuk hidup bersama dalam bingkai Pancasila. Lima sila dalam Pancasila menjadi peta moral sekaligus arah kebijakan pembangunan nasional.

Pancasila juga menegaskan bahwa agama dan kemanusiaan, keadilan dan musyawarah, serta persatuan dan kesejahteraan sosial adalah prinsip utama yang harus dijaga oleh seluruh warga negara. Dalam konteks kekinian, Pancasila menjadi benteng terhadap radikalisme, polarisasi sosial, dan sikap intoleransi.

Makna memperingati Hari Lahir Pancasila adalah memperbarui komitmen kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda. Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan perlu ditanamkan tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui simbol logo Garuda Niskala Hema, BPIP menyampaikan pesan bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada karakter dan moralitas warganya, yang tumbuh dari akar nilai Pancasila. Logo itu menggambarkan generasi emas Indonesia yang berpegang pada nilai luhur, berpijak pada lima sila, dan menjadikan ilmu serta keberanian sebagai bekal menatap masa depan.

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kolektif untuk mengingat siapa kita sebagai bangsa. Dalam dunia yang terus berubah, Pancasila adalah jangkar yang menjaga arah dan identitas Indonesia.(jaz) 

 

 

 

Fans Paris Saint-Germain membentangkan spanduk bergambar Xana menyaksikan Luis Enrique menancapkan bendera Paris Saint-Germain usai menjadi juara Liga Champions.
Fans Paris Saint-Germain membentangkan spanduk bergambar Xana menyaksikan Luis Enrique menancapkan bendera Paris Saint-Germain usai menjadi juara Liga Champions.
Editor : Zaki Jazai
#hari lahir pancasila #garuda #1 juni