Trenggaleknjenggelek – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa penanggulangan bencana di Jawa Timur membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Kawan-kawan BPBD semuanya, tetap semangat, sehat, dan terus bisa memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat. Mudah-mudahan Jawa Timur dan Indonesia dijauhkan dari bencana,” kata Khofifah.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK RI, Lilik Kurniawan, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, forum seperti ini mempererat kerja sama antar-BPBD sekaligus menjadi sarana bertukar informasi lapangan.
Baca Juga: Penanganan Bencana di Trenggalek Perlu Kerja Sama Lintas Sektor
“Kami mengapresiasi Jawa Timur karena terus melakukan upaya-upaya kesiapsiagaan yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menambahkan bahwa penanganan bencana memerlukan kreativitas, keterampilan, dan kolaborasi yang terjaga.
“Selain menjaga kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini juga untuk mengecek peralatan, logistik, dan kemampuan personel agar selalu siap saat dibutuhkan,” jelasnya.
Baca Juga: BPBD Trenggalek Wajib Maksimalkan Penggunaan EWS Portable untuk Penanggulangan Bencana
Selain apel kesiapsiagaan, sarasehan, dan pameran peralatan, kegiatan ini juga diwarnai berbagai perlombaan seperti penataan logistik, chainsaw competition, pendirian tenda, yel-yel, hingga jungle rescue. BPBD Kabupaten Jember keluar sebagai juara umum, memborong kemenangan di sejumlah kategori.
Baca Juga: 37 Kabupaten/Kota di Jatim Harus Siap Atasi Bencana, Pentingnya Sinergi dan Mindset Kesiapsiagaan
Sinergi yang dibangun dalam Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.(jaz)
Editor : Zaki Jazai