Trenggaleknjenggelek – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur kembali menyoroti pentingnya etika bermedia sosial di tengah masifnya penggunaan platform digital oleh masyarakat. Pasalnya, Diskominfo Jatim menegaskan bahwa menyadarkan masyarakat tentang etika digital bukan hal mudah—dan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan bersama.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita menyampaikan bahwa 72,6 persen masyarakat Indonesia menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi, sebagaimana data dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Baca Juga: Penanggulangan Bencana di Jawa Timur Butuh Sinergi Berbagai Pihak
“Namun penggunaan yang tinggi ini belum diimbangi dengan pemahaman yang cukup tentang etika, keamanan, dan tanggung jawab digital. Ini jadi ikhtiar bersama yang masih harus terus kita kuatkan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) JatimPutut Darmawan menjelaskan bahwa literasi digital tak sekadar soal teknis penggunaan gawai atau aplikasi.
“Etika bermedia, kesadaran akan keamanan data pribadi, dan kemampuan menyaring informasi—itu semua belum menjadi budaya. Di sinilah letak PR kita,” tegasnya.
Baca Juga: SE Bupati Trenggalek Mendadak Revisi, Komisi II: Roda Ekonomi Harus Berjalan
Senada diungkapkan Anggota Komisi A DPRD Jatim Eko Wahyudi menilai bahwa bijak bermedia sosial adalah cerminan kematangan diri. Menurutnya, hal ini bukan lagi pilihan melainkan keharusan di era digital.
“Etika digital itu kompleks. Ini bukan cuma soal sopan santun, tapi bagaimana kita mengelola emosi, menahan diri untuk tidak menyebar hoaks, dan sadar bahwa jejak digital kita bisa berkonsekuensi panjang,” katanya.
Baca Juga: e-KTP Tidak Bisa Discanning? Ini Penyebab dan Solusi yang Harus Anda Lakukan
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Jatim berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa etika digital adalah fondasi penting dalam membangun ruang digital yang sehat dan produktif. Namun mereka juga mengakui, jalan menuju budaya digital yang bertanggung jawab masih panjang dan penuh tantangan.(jaz)
Editor : Zaki Jazai