Trenggaleknjenggelek – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya memperkuat literasi digital dan memperluas jangkauan informasi publik melalui portal resmi pemerintah. Namun, dalam praktiknya, pemerintah pusat menekankan pentingnya suara jurnalis lokal di tiap daerah agar narasi yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi nyata masyarakat.
Direktur Informasi Publik Ditjen KPM Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, menegaskan bahwa ekosistem komunikasi publik tidak bisa hanya berjalan dari pusat ke daerah. Menurutnya, jurnalis lokal menjadi pilar penting dalam membangun narasi positif, sehat, dan mencerahkan di ruang digital.
“Kami ingin memastikan bahwa narasi dalam portal indonesia.go.id bukan hanya bersumber dari pusat, tetapi juga hasil dokumentasi dan cerita nyata dari masyarakat di daerah. Di situlah suara jurnalis lokal sangat menentukan,” kata Nursodik.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi wacana, peran jurnalis lokal tidak hanya sebatas penyampai berita, tetapi juga sebagai penjaga ruang publik agar tetap sehat.
“Tugas kita sebagai bagian dari pemerintah bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan mencerahkan. Untuk itu, kerja sama dengan jurnalis daerah mutlak diperlukan,” tegasnya.
Kegiatan Menyapa Daerah Kita, yang melibatkan jurnalis lokal, akademisi, pemerintah daerah, hingga kreator konten, menjadi wadah dialog dua arah. Nursodik menyebut forum ini membuka ruang agar informasi dari portal resmi pemerintah lebih membumi dan merepresentasikan keragaman wajah Indonesia.
Portal tersebut, jelasnya, berperan bukan hanya sebagai penyampai program pemerintah, tetapi juga kurator narasi kebangsaan yang inklusif. Bahkan, portal resmi pemerintah itu dipandang sebagai wajah digital Indonesia di mata dunia internasional.
“Ketika orang luar negeri mencari informasi tentang Indonesia, salah satu yang muncul di hasil pencarian teratas. Karena itu, kredibilitas dan keragaman konten dari daerah sangat penting,” tambahnya.
Melalui penyajian konten dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), portal ini memperkenalkan pembangunan nasional, nilai budaya, hingga semangat gotong royong bangsa. Namun, Nursodik kembali menekankan bahwa jurnalis lokal adalah mitra utama untuk memperkaya narasi dari bawah.
“Kalau suara daerah tidak diangkat, maka narasi kita akan timpang. Justru jurnalis lokal yang tahu denyut nadi masyarakat dan bisa mengangkat praktik baik dari komunitas,” ujarnya.
Selain mendorong literasi digital, kegiatan ini juga sejalan dengan agenda prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya program sekolah rakyat. Melalui ini, Komdigi berharap bisa menjadi ruang berbagi praktik baik, diskusi kebijakan, dan sumber pengetahuan yang lahir dari daerah.(jaz)
Editor : Zaki Jazai