Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kominfo Jatim Tegaskan Pentingnya Literasi Publik dan Peran Media Center di Era Digital

Zaki Jazai • Senin, 25 Agustus 2025 | 22:05 WIB

Digital twin kian jadi fondasi industri pintar.
Digital twin kian jadi fondasi industri pintar.

Trenggaleknjenggelek– Ajakan untuk mengisi ruang digital dengan narasi positif kembali digaungkan dalam forum literasi digital yang digelar di Jawa Timur. Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Nursodik Gunarjo, menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus mampu menghadirkan cerita-cerita membanggakan dari akar rumput.

“Indonesia adalah bangsa besar dan mampu berbuat lebih besar lagi. Mari kita isi ruang digital ini dengan cerita-cerita yang membanggakan dan membumi, untuk bangsa dan dunia,” ujarnya menutup sambutan.

 Baca Juga: Komdigi Harus Dengar Suara Jurnalis Lokal untuk Perkuat Literasi Digital

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Jatim, Putur Darmawan, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, menekankan pentingnya pembangunan inklusi informasi dan penguatan literasi publik. Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa merupakan tantangan sekaligus peluang besar.

“Dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa, kita menghadapi tantangan sekaligus peluang besar dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan memberdayakan,” kata Putur.

Ia menjelaskan, kegiatan literasi digital ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperkuat kapasitas masyarakat di ruang digital. Meski indeks literasi digital menunjukkan sedikit peningkatan, data Kominfo dan Siberkreasi menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan hingga akhir 2024.

Baca Juga: Kontribusi 8.055 Koperasi, Jawa Timur Jadi Episentrum Percepatan Program Pangan Nasional

Putur menekankan peran vital Media Center di daerah, termasuk Jawa Timur, yang menjadi simpul diseminasi informasi strategis sekaligus penyeimbang di tengah banjir informasi.

“Media Center tidak hanya berperan sebagai penyambung informasi dari pusat ke daerah, tetapi juga menjadi penjaga nalar publik di tengah banjir informasi,” tegasnya.

Selain literasi digital, ia juga menyinggung program Sekolah Rakyat sebagai bentuk kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Dari total 63 sekolah rakyat tahap awal yang direncanakan, sebanyak 12 berada di Jawa Timur.

Tiga sekolah di antaranya berdiri di atas lahan milik Pemprov Jatim, yakni di UPT PPSPA Kota Batu, Balai Diklat BPSDM Kota Malang, dan SMKN Maritim Lamongan. Sementara sembilan lainnya tersebar di Mojokerto, Malang, Banyuwangi, Pasuruan, Surabaya, Kediri, Pacitan, dan Probolinggo.

Baca Juga: Jawa Timur Jadi Episentrum Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan

Untuk tahun ajaran 2025/2026, program Sekolah Rakyat tahap 1A di Jawa Timur telah menampung 1.183 siswa.

Dalam lima tahun terakhir (2020–2024), Jawa Timur juga konsisten menyumbang lebih dari 8.000 informasi setiap tahun ke portal InfoPublik Jakarta. Meski sempat menghadapi kendala teknis seperti peretasan, Diskominfo Jatim kembali bangkit dengan memperkuat keterhubungan ke portal nasional Indonesia.go.id.

“Kami siap membangun narasi positif baik secara daring maupun luring,” tegas Putur.

Ia menutup sambutannya dengan menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan media adalah kunci dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cakap menghadapi arus informasi.(Jaz)

Editor : Zaki Jazai
#literasi publik #ruang digital #Jawa Timur