Trenggaleknjenggelek – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk memastikan distribusi beras medium dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan lancar.
Instruksi ini disampaikan setelah ditemukannya kelangkaan stok beras SPHP di Kabupaten Jember.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan bahwa stok beras SPHP di wilayahnya aman dan terdistribusi dengan baik.
Baca Juga: Kominfo Jatim Tegaskan Pentingnya Literasi Publik dan Peran Media Center di Era Digital
Kabag Perekonomian Setda Trenggalek, Rubianto, menyampaikan koordinasi antara Pemkab dan Bulog selama ini berjalan sangat lancar.
“Kalau SPHP itu kan kewenangannya Bulog. Misalnya Pemkab menghendaki operasi pasar atau gerakan pangan murah, dinas teknis bersurat ke Bulog Tulungagung dan itu mudah banget, karena mereka juga ada penugasan,” ujar Rubianto.
Baca Juga: Komdigi Harus Dengar Suara Jurnalis Lokal untuk Perkuat Literasi Digital
Di Trenggalek, distribusi beras SPHP dilakukan melalui gerakan pangan murah setiap pekan, yang digelar bersamaan dengan program Mening Deh (Makarya Ing Desa Hebat).
Program ini berkeliling dari satu desa ke desa lainnya agar masyarakat mudah mengakses beras dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Kontribusi 8.055 Koperasi, Jawa Timur Jadi Episentrum Percepatan Program Pangan Nasional
Selain itu, Polres Trenggalek juga telah menggelar operasi pasar di 14 kecamatan dengan total penyaluran 95 ton beras SPHP.
Tak hanya itu, Kodim bersama Koramil juga melakukan kegiatan serupa di 14 kecamatan.
Baca Juga: Jawa Timur Jadi Episentrum Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan
SPHP tidak hanya didistribusikan langsung ke masyarakat, tetapi juga melalui pedagang pasar tradisional lewat program Rumah Pangan Kita di bawah binaan Bulog.
“Seluruh pedagang di Pasar Subuh, Pasar Basah, Pasar Bendorejo itu sudah ada semua. Misalnya di Pasar Basah ada 22 kios yang semuanya dikasih SPHP,” kata Rubianto.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Waspada, Gempa Vulkanik Bisa Jadi Tanda Awal Erupsi Gunung Api
Untuk memastikan stok dan harga tetap terkendali, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Pemkab, TNI, Polri, Kejaksaan, dan instansi terkait rutin melakukan pemantauan.
“Selain stok, kita juga pastikan harganya di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) yaitu Rp12.500 per kilogram. Kalau di operasi pasar dijual dengan harga Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu untuk satu sak 5 kilogram,” jelas Rubianto.
Baca Juga: Direktur RSUD Trenggalek Susul 78 PNS dan 1 PPK Pensiun
Bulog juga menegaskan kepada para mitra pedagang agar tidak menjual di atas HET.
Jika melanggar, maka kerja sama dengan Bulog akan diputus.
Dengan sistem distribusi berlapis, dukungan lintas instansi, dan pemantauan rutin, Pemkab Trenggalek optimistis distribusi beras SPHP tetap aman dan lancar.
“Dengan adanya penyaluran berlapis dan pemantauan rutin, insyaallah kami pastikan tidak ada kelangkaan stok beras SPHP di pasaran,” pungkas Rubianto. (kho)