Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Di Ujung Tahun, PAD di Tulungagung Akan Dievaluasi, Terungkap Alasan dari Bapenda

Didin Cahya Firmansyah • Selasa, 14 Oktober 2025 | 04:15 WIB

 

Sektor penyumbang PAD di Tulungagung terbesar di dari retribusi dan pajak daerah.
Sektor penyumbang PAD di Tulungagung terbesar di dari retribusi dan pajak daerah.

 

 

TULUNGAGUNG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tulungagung mencapai angka sekitar 72 persen hingga pertengahan bulan lalu.

Pemkab Tulungagung masih punya pekerjaan rumah untuk memastikan capaian di triwulan terakhir tahun ini sesuai dengan target yang dipatok.

​Kabid Pembukuan dan Penagihan Pajak Bapenda Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya menjelaskan, progres penerimaan PAD per tanggal 11 September lalu sudah mencapai angka 72 persen.

Angka ini mendekati target triwulan III yang dipatok pada 75 persen.

"Kalau PAD kita sampai dengan 11 September itu sekitar 72 persen. Kami yakin nanti PAD pun pasti tercapai di akhir tahun," tuturnya.

Teguh juga memaparkan bahwa capaian realisasi 72 persen ini dihitung dari target PAD yang telah disesuaikan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK), dengan total target di tahun ini sekitar Rp 796,5 miliar.

Dia mengeklaim bahwa posisi ini menempatkan penerimaan PAD Tulungagung dalam kondisi sangat baik.

“Jadi memang sampai hari ini kalau sudah di atas 70 (persen) itu sudah masuk on the track. Masih bagus. Dan kita optimistis ini akan tercapai nanti,” jelasnya.

Capaian ini juga akan diperkuat dengan adanya penerimaan dari sektor yang belum terhitung, seperti pajak bumi dan bangunan (PBB) yang saat ini telah mencapai 98 persen. Tapi, jumlah ini belum seluruhnya masuk dalam realisasi 72 persen.

​Mengenai sumber penerimaan, Teguh mengungkapkan bahwa sektor penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Tulungagung berasal dari retribusi daerah yang diikuti oleh pajak daerah.

Sisanya berasal dari pos lain-lain. Fokus di triwulan terakhir tahun ini adalah untuk menggenjot penerimaan dari sektor retribusi dan pajak daerah.

"Kalau PAD mungkin dari sektor retribusi pajak daerah tetap kita optimalkan nantinya," ujarnya.

​Dalam menghadapi triwulan IV, bapenda berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi ini dilakukan sebagai langkah strategis, mengingat periode ini adalah penghujung tahun anggaran.

"Memang kita akan melakukan evaluasi nantinya. Mungkin bulan-bulan Oktober ini kita lakukan evaluasi, karena ini sudah masuk triwulan IV, dan nanti hasil evaluasi itu akan ada strategi-strategi untuk mencapai realisasi," kata Teguh.

Dia menambahkan bahwa strategi yang akan diterapkan tentunya harus relevan dan tidak memberatkan masyarakat.

Untuk diketahui, target yang ditetapkan bapenda per triwulan adalah 15 persen untuk triwulan I, 40 persen untuk triwulan II, dan 75 persen untuk triwulan III.

Dia memperkirakan realisasi PAD Kabupaten Tulungagung akan melampaui target 75 persen di akhir September. "Perkiraan kami di akhir bulan ini sudah lebih dari 75 persen," terangnya. (dit/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#parkir #bapenda #pad #Tulungagung