TULUNGAGUNG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Boyolangu Tulungagung dihentikan sementara.
Pihak SMPN 1 Boyolangu Tulungagung memutuskan pemberian sementara penyaluran MBG di sekolah hingga ada evaluasi dari pihak terkait.
Hal tersebut diungkapkan Kepala SMPN 1 Boyolangu Tulungagung, Adi Sutignyo.
Dia menjelaskan bahwa sebagai pihak penerima manfaat MBG sangat menyyangkan peristiwa keracunan tersebut.
Menurutnya, kejadian ini dapat berdampak pada kesehatan siswa-siswinya.
Terlebih lagi, hal ini juga mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar.
“Banyak orang tua murid yang datang ke sekolah untuk menanyakan kondisi anak-anaknya.Wajar saja, nama orang tua pasti khawatir jika ada berita seperti itu,” terangnya.
Dia juga meminta program MBG di sekolahnya dihentikan untuk besok Selasa.
Menurut dia, kejadian ini akan menimbulkan trauma tersendiri bagi murid-murid SMPN 1 Boyolangu.
"Daripada nanti tidak ada yang mau makan. Biar anak-anak tidak trauma dulu. Kami juga menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari puskesmas dan tim kesehatan," katanya.
Berdasarkan pantauan di Puskesmas Boyolangu pada Senin (13/10/2025) siang tampak penuh.
Keracunan para siswa Ditempatkan di ruang-ruang perawatan.
Mereka ditemani sanak saudara masing-masing di setiap ruangan.
Karena ruangannya tidak memadai, sebagian siswa dirawat di ruang semacam aula di puskesmas itu.
Pihak Puskesmas Boyolangu terlihat memeriksa siaga secara berkala demi memastikan kondisi para pasien.
Kondisi siswa-siswi terlihat beragam.
Ada yang sudah terlihat membaik dengan bercengkerama bersama keluarga dan teman-temannya, namun ada juga yang masih terlihat sakit.
Sementara itu, di SPPG penyalur MBG yang terletak di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, yang diduga mengakibatkan keracunan siswa SMPN 1 Boyolangu, ini tampak sepi dan tertutup.
Hanya terlihat penjaga SPPG yang berada di sana. Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG belum bisa ditemui. (sri/ c1/ rka)