Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Proporsi Pekerja Formal Meningkat, Tingkat Pengangguran Terbuka Turun

Gunawan Awan • Kamis, 6 November 2025 | 22:00 WIB

Ilustrasi pencari lowongan kerja.
Ilustrasi pencari lowongan kerja.

 
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan proporsi pekerja formal pada Agustus 2025 yang mencapai 42,20 persen dari total penduduk bekerja.

Angka ini meningkat dari 42,05 persen pada Agustus 2024, menunjukkan perbaikan kualitas pasar tenaga kerja nasional ditengah perekonomian yang tumbuh solid.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2025 tercatat 4,85 persen, turun dari  4,91 persen pada Agustus 2024.

“Terjadi penurunan TPT, diikuti penurunan jumlah pengangguran terbuka menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025”, ungkap Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) pada konferensi pers hari ini (5/11).

“Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan selama Agustus 2024-Agustus 2025, utamanya didorong oleh meningkatnya penduduk yang bekerja sebagai buruh, karyawan atau pegawai”, tambah Edy.

Berdasarkan pendidikan yang ditamatkan, penduduk bekerja lulusan diploma keatas naik dari 10,50 persen pada Agustus 2024 menjadi 10,84 persen pada Agustus 2025.

Sebaliknya, penduduk bekerja berpendidikan SD kebawah turun menjadi 34,75 persen pada Agustus 2025 dari 35,80 persen pada Agustus 2024.

Secara umum, perbaikan kualitas pekerjaan ini menjadi tanda positif bagi ketahanan ekonomi rumah tangga.

Dengan peningkatan proporsi pekerja formal, daya beli masyarakat berpotensi meningkat dan mendukung pertumbuhan konsumsi domestik yang menjadi motor utama ekonomi nasional.

BPS turut mencatat proporsi pekerja penuh waktu pada Agustus 2025 adalah sebesar 67,32 persen, pekerja paruh waktu 24,77 persen, dan setengah pengangguran 7,91 persen.

Diberitakan sebelumnya BPS mengumumkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 5,04 persen; sesuai dengan perkiraan para ekonom.

Industri pengolahan menjadi motor ekonomi Indonesia triwulan III, yang tumbuh sebesar 5,54 persen, yang tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, peranan sektor industri pengolahan naik menjadi 19,15 persen yang sebelumnya 19,02 persen pada Triwulan III-2024.

Di antara lima lapangan usaha dengan share terbesar (yaitu: Industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan), industri pengolahan mampu melesat tumbuh paling tinggi diantara lima lapangan usaha tersebut.

Perdagangan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi kedua, yakni sebesar 0,72 persen.

Sedangkan, lapangan usaha informasi dan komunikasi menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ketiga, yakni sebesar 0,63 persen.

Apabila ditelisik lebih lanjut, industri yang menopang pertumbuhan adalah Industri Makanan dan Minuman yang tumbuh 6,49 persen dan industri logam dasar yang tumbuh 18,62%.

”Industri Logam Dasar tumbuh 18,62 persen sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk logam dasar, khususnya besi dan baja,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud dalam paparannya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pekerja informal #bps