OTT Bupati Lombok Barat: Keluar dari Mako Brimob NTB, Haji Lalu Ahmad Zaini dan 6 Orang Diterbangkan ke KPK Jakarta

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:45 WIB
Bupati Lombok Barat Haji Lalu Ahmad Zaini dan 6 orang lainnya diterbangkan ke KPK Jakarta dari Mako Brimob NTB terkait dugaan suap proyek ratusan juta.
Bupati Lombok Barat Haji Lalu Ahmad Zaini dan 6 orang lainnya diterbangkan ke KPK Jakarta dari Mako Brimob NTB terkait dugaan suap proyek ratusan juta.

 

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Bupati Lombok Barat, Haji Lalu Ahmad Zaini, bersama enam orang lainnya resmi diterbangkan ke Jakarta usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin. Rombongan yang dikawal ketat oleh tim penyidik KPK tersebut bertolak dari Markas Komando (Mako) Brimob Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) pada sore hari. Langkah ini dilakukan setelah para pihak yang diamankan menjalani serangkaian pemeriksaan awal secara intensif di posko kepolisian setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan penyidik KPK bersama para terduga korupsi meninggalkan gerbang Mako Brimob Polda NTB tepat pada pukul 16.32 WITA. Rombongan tersebut bergerak cepat menggunakan jalur darat menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM). Dari bandara tersebut, Haji Lalu Ahmad Zaini beserta rombongan langsung diterbangkan menuju Gedung Merah Putih KPK yang berada di Jakarta.

Penangkapan orang nomor satu di Lombok Barat ini mengejutkan banyak pihak, terutama di lingkungan pemerintahan daerah setempat. Proses hukum kini terus berjalan cepat seiring dengan dipindahkannya tempat pemeriksaan ke ibu kota negara. KPK berkomitmen menyelesaikan penanganan kasus ini secara profesional dan transparan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga: OTT Bupati Lombok Barat: KPK Amankan Lalu Ahmad Zaini dan Uang Ratusan Juta Terkait Suap Proyek Pemkab

Kronologi Pemindahan dari Mako Brimob NTB

Kronologi pemindahan para pihak yang diamankan bermula setelah tim penindakan KPK merampungkan proses interogasi awal di Mako Brimob Polda NTB. Pemeriksaan maraton yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dilakukan untuk memilah peran masing-masing pihak. Tepat pada pukul 16.32 WITA, iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan bupati mulai bergerak meninggalkan lokasi.

Tujuan utama dari pergerakan cepat ini adalah Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid di Lombok Tengah. Di bandara, pengawalan ketat tetap diberlakukan guna memastikan proses penerbangan menuju Jakarta berjalan tanpa hambatan. Rombongan dijadwalkan langsung menuju markas komisi antirasuah setibanya di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam.

Langkah menerbangkan para terduga pelaku ke Jakarta pada hari yang sama menunjukkan keseriusan KPK dalam mengamankan penanganan perkara. Proses ini dilakukan demi efisiensi waktu penyidikan yang dibatasi oleh undang-undang. Keberangkatan bupati dan enam orang lainnya menjadi babak baru dalam pengusutan kasus dugaan suap di daerah tersebut.

Total 19 Orang Diamankan Tim KPK

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan penjelasan resmi mengenai total pihak yang berhasil dijaring dalam operasi senyap kali ini. Dalam rangkaian operasi tangkap tangan di wilayah Lombok Barat tersebut, tim penindakan KPK total mengamankan sebanyak 19 orang. Mereka ditangkap dari beberapa titik lokasi yang berbeda di wilayah Kabupaten Lombok Barat sejak Senin pagi.

Penangkapan massal ini melibatkan unsur yang cukup luas, mulai dari jajaran pejabat pemerintahan hingga pihak luar. Bupati Lombok Barat sendiri diketahui diamankan oleh petugas saat berada di dalam rumah dinas resminya pada pagi hari. Sementara itu, belasan pihak lainnya diciduk secara bertahap di sejumlah lokasi berbeda di luar area rumah dinas.

Banyaknya jumlah orang yang diamankan mengindikasikan adanya dugaan praktik lancung yang terstruktur. Kendati demikian, tidak semua orang yang ditangkap langsung diboyong menuju Jakarta. KPK melakukan pemilahan berdasarkan kebutuhan mendesak dari materi penyidikan yang sedang dikembangkan oleh tim di lapangan.

Baca Juga: Cara Menghafal Kalender Aboge Seumur Hidup, Rumus 20 Kata untuk Mengetahui Tanggal Kalender Jawa

Penyitaan Barang Bukti Ratusan Juta Rupiah

Selain mengamankan belasan orang, tim penyidik KPK juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yang bernilai signifikan dalam operasi tersebut. Barang bukti yang paling krusial ditemukan di lapangan adalah uang tunai dalam bentuk mata uang rupiah. Keberadaan uang tunai ini diduga kuat menjadi bagian dari transaksi suap yang melibatkan kepala daerah.

Budi Prasetyo menyatakan bahwa nilai uang tunai yang disita dari hasil operasi tangkap tangan tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Jumlah pasti dari uang pecahan rupiah tersebut saat ini masih dalam proses penghitungan riil oleh tim penyidik. Angka nominal yang pasti akan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses administrasi penyitaan selesai.

Tak hanya uang tunai, petugas juga menyita sejumlah dokumen penting yang ditemukan di lokasi penangkapan. Dokumen-dokumen tersebut disinyalir kuat memuat data atau catatan penting yang berkaitan langsung dengan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani. Seluruh barang bukti tersebut kini dibawa ke Jakarta sebagai kelengkapan berkas perkara.

Dugaan Suap Proyek Pemkab Lombok Barat

Kasus yang menjerat Haji Lalu Ahmad Zaini ini berkaitan erat dengan pelaksanaan proyek di tingkat daerah. KPK menyebut perkara ini berkenaan dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji yang dilakukan oleh Bupati Lombok Barat. Penerimaan tersebut diduga kuat terkait dengan pengaturan atau jatah proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat.

Praktik korupsi ini disinyalir melibatkan jaringan di dalam internal birokrasi serta pihak luar yang berkepentingan. Modus operandi yang digunakan umumnya berkaitan dengan komitmen fee untuk memenangkan pengerjaan proyek tertentu di dinas-dinas pemerintahan. KPK saat ini sedang mendalami proyek sektor mana saja yang menjadi objek transaksi haram tersebut.

Fokus penyelidikan tertutup yang naik ke tahap penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi tata kelola pengadaan barang dan jasa di daerah. Penyidik memastikan akan membongkar seluruh aliran dana serta keterkaitan proyek yang menjadi pemantik terjadinya suap. Penyelidikan mendalam akan terus dilakukan melalui konfirmasi dokumen kepada para saksi.

Baca Juga: Kalender Jawa Sultan Agung, Sejarah Perpaduan Kalender Islam dan Saka yang Masih Dipakai hingga Kini

Komposisi ASN dan Swasta yang Dibawa ke Jakarta

Pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi ini berasal dari latar belakang profesi yang bervariasi. Berdasarkan keterangan resmi KPK, sebagian dari mereka yang ditangkap merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lombok Barat. Sementara itu, sebagian lainnya merupakan para pelaku usaha atau dari pihak swasta.

Dari total 19 orang yang sempat diperiksa di Mako Brimob, KPK akhirnya memutuskan hanya membawa tujuh orang ke Jakarta untuk tahap awal. Komposisi tujuh orang yang diterbangkan tersebut terdiri dari Bupati Lombok Barat beserta enam orang lainnya yang merupakan gabungan dari unsur ASN dan swasta. Detail mengenai identitas dan jabatan pasti dari enam orang tersebut akan diperbarui oleh KPK dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kalender Jawa Sultan Agung, Sejarah Perpaduan Kalender Islam dan Saka yang Masih Dipakai hingga Kini

KPK memiliki waktu terbatas selama 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum dari ketujuh orang tersebut. Pemeriksaan di Gedung Merah Putih Jakarta akan menjadi penentu apakah mereka akan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atau tidak. Pengumuman resmi mengenai konstruksi perkara lengkap akan disampaikan melalui konferensi pers resmi di Jakarta.

Meta Description: Bupati Lombok Barat Haji Lalu Ahmad Zaini dan 6 orang lainnya diterbangkan ke KPK Jakarta dari Mako Brimob NTB terkait dugaan suap proyek ratusan juta.

Baca Juga: Bulan Baik Membangun Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Bulan yang Dianjurkan dan Sebaiknya Dihindari

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
OTT Bupati Lombok Barat KPK tangkap Bupati Lombok Barat korupsi proyek Pemkab Lombok Barat Haji Lalu Ahmad Zaini Mako Brimob Polda NTB