OTT Bupati Lombok Barat: Sempat Nobar Final Piala Dunia Sampai Subuh, Ruang Kerja Lalu Ahmad Zaini Disegel KPK

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:00 WIB
Kejagung terbitkan 3 sprindik baru kasus mantan Jampitsus Febri Adriansyah. Tim khusus jaksa alumni KPK dibentuk, dan Kuntadi diusulkan jadi Jampitsus baru.
Kejagung terbitkan 3 sprindik baru kasus mantan Jampitsus Febri Adriansyah. Tim khusus jaksa alumni KPK dibentuk, dan Kuntadi diusulkan jadi Jampitsus baru.

 

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), pada Senin, 20 Juli 2026. Sebelum terjaring operasi senyap tim penindakan lembaga antirasuah tersebut, orang nomor satu di Lombok Barat ini rupanya sempat menghadiri acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia bersama para pegawainya hingga waktu subuh. Penangkapan ini mengejutkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat karena dilakukan beberapa saat setelah acara kebersamaan tersebut selesai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Ahmad Saiku, membenarkan bahwa dirinya bersama sejumlah pegawai dan bupati berada di lapangan yang sama untuk menyaksikan pertandingan sepak bola hingga senin dini hari. Namun, suasana berubah drastis ketika para pegawai mulai masuk kantor dan mendapati ruangan kerja bupati serta ruangan Kepala Dinas PUPR-PKP sudah dalam kondisi tersegel. Pihak Pemkab Lombok Barat mengaku sama sekali tidak menerima pemberitahuan resmi maupun permintaan keterangan khusus dari KPK terkait tindakan hukum tersebut.

Baca Juga: Kasus Mantan Jampitsus Febri Adriansyah: Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru dan Bentuk Tim Khusus Alumni KPK

Dalam operasi tangkap tangan ini, KPK total mengamankan 19 orang yang terdiri dari unsur pejabat pemerintah daerah serta pihak swasta. Sebanyak tujuh orang di antaranya langsung diterbangkan menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam. Sementara itu, posisi Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, dilaporkan sedang berada di luar kantor untuk agenda kerja lain saat peristiwa penangkapan berlangsung.

Kronologi Nobar hingga Penangkapan di Rumah Dinas

Kronologi peristiwa ini bermula dari agenda nonton bareng final Piala Dunia yang digelar di sebuah lapangan di Lombok Barat sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Bupati Lalu Ahmad Zaini hadir langsung dan berbaur bersama jajaran staf Pemkab Lombok Barat untuk menyaksikan laga penentu tersebut. Menurut kesaksian Sekda Ahmad Saiku, bupati terus mendampingi para pegawai dan warga yang hadir hingga berkumandangnya azan subuh.

Baca Juga: OTT Bupati Lombok Barat: Keluar dari Mako Brimob NTB, Haji Lalu Ahmad Zaini dan 6 Orang Diterbangkan ke KPK Jakarta

Setelah pertandingan selesai dan waktu subuh tiba, bupati diketahui langsung bertolak menuju rumah dinas resminya untuk beristirahat. Tak lama berselang, tim penindakan KPK bergerak cepat mendatangi lokasi peristirahatan tersebut dan langsung mengamankan Lalu Ahmad Zaini pada Senin pagi. Di tempat terpisah, petugas KPK lainnya menyisir beberapa lokasi berbeda di wilayah Lombok Barat untuk mengamankan belasan pihak lain yang diduga terlibat.

Para pegawai Pemkab Lombok Barat baru menyadari terjadinya operasi senyap tersebut saat mereka mulai berdatangan ke kantor untuk memulai jam kerja. Mereka dikejutkan oleh keberadaan garis pembatas resmi dan stiker segel berlogo KPK yang terpasang di sejumlah pintu ruangan krusial. Perubahan situasi yang mendadak ini sempat menimbulkan tanda tanya besar di kalangan ASN sebelum adanya konfirmasi resmi.

Penyegelan Ruang Kerja Bupati dan Dinas PUPR

Tindakan tegas tim KPK di lapangan diikuti dengan pengamanan sejumlah ruangan yang diduga menyimpan dokumen-dokumen penting terkait perkara. Petugas melakukan penyegelan total pada ruang kerja Bupati Lalu Ahmad Zaini yang berada di kompleks perkantoran utama. Langkah ini dilakukan guna mencegah adanya upaya pemindahan atau penghilangan barang bukti oleh pihak-pihak tertentu.

Selain ruang kerja bupati, tim penindakan KPK juga mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Lombok Barat. Petugas langsung memasang segel ketat pada ruangan milik Kepala Dinas PUPR-PKP, Lalu Ratnawi. Kabar mengenai penyegelan dua kantor dinas penting ini pun langsung beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Baca Juga: Kalender Jawa Masih Dipakai Menentukan Weton hingga Hari Baik, Benarkah Punya Dasar Ilmiah?

Hingga Senin siang, aktivitas di sekitar ruangan yang disegel tersebut tampak dijaga ketat dan dibatasi untuk umum. Langkah sterilisasi ini merupakan prosedur standar KPK dalam setiap operasi tangkap tangan untuk menjaga keaslian tempat kejadian perkara. Pegawai yang berdinas di sekitar ruangan tersebut diminta untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Uang Ratusan Juta dan Dokumen Proyek Disita

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan rincian terkait perolehan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim penindakan di lapangan. Selain membawa para terduga, petugas juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan mata uang rupiah. Berdasarkan taksiran awal dari tim penyidik di lokasi, nilai uang yang diamankan tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

KPK juga mengamankan bundelan dokumen penting dari berbagai titik lokasi penggeledahan dan penangkapan di Lombok Barat. Dokumen-dokumen tersebut diduga kuat memuat catatan administrasi dan data yang berkaitan langsung dengan perkara korupsi yang sedang diselidiki. Seluruh barang bukti tersebut kini dikumpulkan menjadi satu bagian dari berkas perkara penyidikan.

Budi Prasetyo menjelaskan bahwa perkara dugaan korupsi yang menjerat Lalu Ahmad Zaini ini berkenaan dengan penerimaan hadiah atau suap. Hadiah tersebut diduga diberikan oleh pihak ketiga sebagai pemulus dalam proses lelang proyek-proyek pembangunan di lingkungan Pemkab Lombok Barat. KPK menegaskan akan terus mendalami aliran dana ini untuk melihat sejauh mana praktik tersebut telah berlangsung.

Rombongan Tujuh Orang Diterbangkan ke Jakarta

Setelah ditangkap dari berbagai lokasi berbeda, seluruh 19 orang yang terjaring operasi sempat dibawa menuju Markas Komando (Mako) Brimob Polda NTB. Di markas kepolisian tersebut, mereka menjalani serangkaian pemeriksaan awal secara intensif untuk memetakan peran masing-masing. Setelah proses pemilahan selesai, KPK menetapkan tujuh orang yang paling memenuhi kebutuhan penyidikan untuk segera dipindahkan ke Jakarta.

Rombongan yang berjumlah tujuh orang tersebut meliputi Bupati Lalu Ahmad Zaini, Kepala Dinas PUPR-PKP Lalu Ratnawi, serta Direktur PT Air Minum atau PAM Giri Menang, Sudirman. Sisanya merupakan perpaduan antara oknum ASN Pemkab Lombok Barat dan beberapa orang dari pihak kontraktor swasta. Rombongan ini dikawal ketat menggunakan iring-iringan enam unit mobil menuju bandara sebelum diterbangkan.

Tim KPK beserta rombongan bupati dijadwalkan tiba di Bandara Jakarta dan langsung digiring menuju Gedung Merah Putih pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB. Setibanya di ibu kota, ketujuh orang tersebut akan langsung diinterogasi lebih lanjut dalam waktu 1x24 jam. KPK memiliki waktu terbatas tersebut untuk mengumumkan status hukum resmi serta konstruksi utuh perkara suap lelang proyek ini kepada publik.

Baca Juga: OTT Bupati Lombok Barat: KPK Amankan Lalu Ahmad Zaini dan Uang Ratusan Juta Terkait Suap Proyek Pemkab

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
OTT Bupati Lombok Barat KPK tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini korupsi proyek Pemkab Lombok Barat nobar final piala dunia Lombok Barat