Pasca OTT Bupati Lombok Barat: KPK Segel Ruang Kerja Lalu Ahmad Zaini dan Kantor Dinas PUPR di Lantai 2

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB
 KPK menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di lantai 2 dan kantor Dinas PUPR pasca OTT terkait dugaan korupsi proyek lelang daerah.
KPK menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di lantai 2 dan kantor Dinas PUPR pasca OTT terkait dugaan korupsi proyek lelang daerah.

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mengamankan sejumlah lokasi krusial pasca menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), pada Senin, 20 Juli 2026. Langkah tegas ini ditandai dengan penyegelan ruang kerja resmi milik orang nomor satu di Lombok Barat tersebut. Tindakan sterilisasi ini dilakukan guna mengamankan aset serta dokumen yang berkaitan erat dengan perkara korupsi yang tengah diusut.

Berdasarkan pantauan langsung tim jurnalis di lapangan, akses utama menuju ruang kerja Bupati Lombok Barat kini sudah ditutup total dan dipasangi garis pengaman resmi. Garis pembatas KPK yang berwarna merah hitam terlihat melintang erat di pintu masuk ruangan tersebut. Penyegelan ini menarik perhatian besar dari para pegawai pemerintahan yang sedang bertugas di kawasan pusat perkantoran daerah.

Hingga saat ini, suasana di sekitar lokasi penyegelan tampak lengang dan dijaga ketat agar tidak ada pihak luar yang masuk. Langkah pengamanan ini merupakan prosedur wajib dari lembaga antirasuah sesaat setelah menggelar operasi senyap di sebuah wilayah. Hal ini dilakukan demi kelancaran penyidikan guna mengumpulkan bukti tambahan yang sah secara hukum.

Baca Juga: OTT Bupati Lombok Barat: Sempat Nobar Final Piala Dunia Sampai Subuh, Ruang Kerja Lalu Ahmad Zaini Disegel KPK

Penyegelan Ruangan di Lantai Dua Gedung Kantor Bupati

Ruangan kerja Bupati Lalu Ahmad Zaini yang menjadi objek penyegelan tim KPK tersebut terletak di posisi yang cukup strategis. Ruangan tersebut berada tepat di lantai dua gedung utama kantor Bupati Lombok Barat kompleks perkantoran daerah. Pemasangan stiker segel dan garis pengaman dilakukan secara cepat oleh tim penindakan setelah bupati berhasil diamankan.

Petugas KPK memastikan bahwa kondisi pintu ruangan dalam keadaan terkunci rapat sebelum dipasangi garis pembatas. Segel berwarna merah hitam berlogo KPK tertempel dengan jelas sebagai penanda resmi bahwa area tersebut berada dalam pengawasan penuh hukum. Seluruh staf maupun pejabat daerah dilarang keras melintasi atau merusak pembatas tersebut tanpa izin tertulis dari penyidik.

Sterilisasi lantai dua gedung bupati ini sempat membuat aktivitas birokrasi di sekitarnya berjalan dengan penuh kehati-hatian. Sejumlah aparatur sipil negara yang berkantor di gedung yang sama memilih untuk tidak mendekati area steril tersebut. Prosedur ini penting dilakukan untuk memastikan tidak ada intervensi terhadap barang bukti yang tertinggal di dalam meja kerja.

Baca Juga: Kasus Mantan Jampitsus Febri Adriansyah: Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru dan Bentuk Tim Khusus Alumni KPK

Kantor Kepala Dinas PUPR-PKP Lombok Barat Ikut Disegel

Tindakan pengamanan area yang dilakukan oleh tim penindakan KPK ternyata tidak berhenti di ruang kerja bupati saja. Petugas di lapangan juga bergerak menuju kantor dinas teknis yang diduga kuat berkaitan langsung dengan pusaran perkara ini. Lokasi kedua yang disasar oleh penyidik adalah ruangan kerja milik Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Lombok Barat.

Ruangan kerja Kepala Dinas PUPR-PKP tersebut kini juga sudah berada dalam kondisi tersegel rapat dengan skema pengamanan yang sama. Pemasangan garis merah hitam KPK di pintu masuk dinas ini memperkuat dugaan adanya keterkaitan proyek infrastruktur dalam kasus suap daerah. Dua titik penyegelan ini menjadi fokus utama pengamanan aset dokumen oleh tim KPK di wilayah Lombok Barat.

Keterlibatan dinas teknis seperti PUPR-PKP dalam pusaran operasi tangkap tangan kepala daerah seringkali menjadi pola dalam kasus korupsi pengadaan barang dan jasa. Penyegelan serentak ini ditujukan agar berkas-berkas lelang, dokumen kontrak, serta evaluasi proyek tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan. Penjagaan berkas di kantor dinas ini terus dipantau secara ketat.

Suasana Pemeriksaan dan Respons Pejabat Daerah

Di sisi lain, situasi internal Pemkab Lombok Barat dilaporkan cukup dinamis setelah kabar penangkapan dan penyegelan ini mencuat ke publik. Sejumlah pejabat teras daerah yang baru kembali dari agenda luar kota mengaku terkejut dengan kecepatan penanganan yang dilakukan oleh KPK. Salah satu pejabat daerah, Pak Herman, saat ditemui menyatakan kondisinya dalam keadaan sehat meskipun terkejut mendengar kabar OTT ini.

Beberapa pejabat penting daerah dilaporkan sedang berada di luar wilayah, termasuk ada yang baru saja menyelesaikan agenda kedinasan dari Solo. Hal ini membuat konfirmasi searah di lingkungan internal sempat berjalan lambat karena kepulangan yang mendadak. Informasi mengenai detail kasus pun masih dinantikan oleh jajaran birokrasi melalui rilis resmi dari markas pusat komisi antirasuah.

Pihak pemerintah daerah menyatakan akan tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang dijalankan oleh tim penyidik KPK. Mereka memastikan bahwa pelayanan publik di dinas-dinas lain di luar ruangan yang disegel akan tetap berjalan seperti biasa. Koordinasi internal terus dilakukan untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan pasca penangkapan kepala daerah.

Menanti Keterangan Resmi dan Konstruksi Perkara KPK

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan pers resmi secara menyeluruh yang dikeluarkan oleh pimpinan KPK terkait detail penangkapan di Lombok Barat. Tim jurnalis masih terus bertahan di lokasi perkantoran bupati untuk memantau perkembangan terbaru dan mengonfirmasi sejumlah pihak berwenang. Semua pihak masih menanti kepastian mengenai jumlah total tersangka yang akan ditetapkan dari kasus ini.

Konstruksi perkara mengenai dugaan suap lelang proyek yang melibatkan Lalu Ahmad Zaini diperkirakan baru akan dibuka secara gamblang di Jakarta. KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak waktu penangkapan untuk menentukan nasib hukum dari para pihak yang terjaring. Dokumen-dokumen dari ruang kerja bupati dan Dinas PUPR akan menjadi materi penting dalam ekspos perkara nantinya.

Masyarakat Lombok Barat kini menaruh perhatian penuh pada tindak lanjut penanganan kasus mega korupsi di wilayah mereka. Penyegelan dua kantor strategis ini menjadi bukti awal bahwa KPK memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengusut tuntas aliran dana suap. Proses hukum ini dipastikan akan bergulir panjang hingga ke meja hijau pengadilan tipikor.

Baca Juga: OTT Bupati Lombok Barat: Keluar dari Mako Brimob NTB, Haji Lalu Ahmad Zaini dan 6 Orang Diterbangkan ke KPK Jakarta

 

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube
OTT Bupati Lombok Barat KPK tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini korupsi proyek Pemkab Lombok Barat BaratPK tangkap Bupati Lombok Barat