Prabowo Singgung Media, LSM, hingga Isu Indonesia Collapse dalam Pidato: "Kita Bukan Anak Kecil"

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:26 WIB
Pidato Prabowo menyoroti media, LSM, isu Indonesia collapse, hingga perbaikan 67.000 sekolah. Simak isi lengkap pernyataannya (Pinterest).
Pidato Prabowo menyoroti media, LSM, isu Indonesia collapse, hingga perbaikan 67.000 sekolah. Simak isi lengkap pernyataannya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pemberitaan media, peran lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga narasi bahwa Indonesia akan mengalami keruntuhan atau collapse dalam sebuah pidato. Prabowo menegaskan pemerintah tidak antikritik, namun meminta agar kritik disampaikan secara proporsional dan tidak melemahkan semangat bangsa.

Dalam pidato tersebut, Prabowo mencontohkan pemberitaan mengenai kondisi sekolah yang dinilainya tidak menggambarkan situasi secara utuh. Ia mengatakan pemerintah telah memperbaiki puluhan ribu sekolah, namun yang diberitakan justru sekolah yang belum diperbaiki.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan adanya pihak-pihak yang berupaya membangun persepsi negatif terhadap pemerintah dan Indonesia.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol: Duel Sengit Messi dan Lamine Yamal


Prabowo Singgung Pemberitaan Perbaikan Sekolah

Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan perbaikan terhadap sekitar 67.000 sekolah.

Namun, menurutnya, masih ada pihak yang memilih menyoroti sekolah yang belum diperbaiki dan menjadikannya sebagai pemberitaan utama.

"Walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar taruh di halaman pertama," ujar Prabowo.

Meski demikian, ia tidak menyebut media yang dimaksud dalam pidatonya.

Prabowo hanya mengatakan akan menyampaikan identitas media tersebut pada waktu yang dianggap tepat.


Tegaskan Pemerintah Tidak Antikritik

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan Indonesia merupakan negara demokrasi yang terbuka terhadap kritik.

Namun, ia menilai pemerintah juga mampu membedakan kritik yang membangun dengan upaya yang bertujuan melemahkan kepercayaan masyarakat.

"Kita negara demokrasi. Kita tidak antikritik, tapi kita bukan anak kecil," kata Prabowo.


Singgung Istilah "Londo Ireng"

Prabowo juga menyinggung keberadaan pihak-pihak yang menurutnya lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain.

Ia menggunakan istilah "Londo Ireng" untuk menggambarkan kelompok tersebut.

Menurutnya, istilah itu dahulu digunakan untuk menyebut pihak yang berpihak kepada Belanda saat masa perjuangan kemerdekaan.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kelompok tersebut masih ada hingga sekarang, meski dengan bentuk dan profesi yang berbeda.

Ia kemudian menyinggung profesi seperti wartawan, jurnalis, pengamat, maupun LSM.

Prabowo juga mempertanyakan sumber pendanaan sejumlah pihak tersebut.

Baca Juga: Tempat Wisata Terbaru di Jogja 2026 Paling Hits dan Viral: Panduan Panduan Liburan Keluarga dan HTM Lengkap


Bahas Narasi Indonesia Akan Collapse

Selain itu, Prabowo mengkritik narasi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan.

Ia mengatakan isu tersebut terus muncul setiap bulan, namun menurutnya tidak pernah terbukti.

Prabowo menyebut pernah muncul prediksi bahwa Indonesia akan collapse pada April, kemudian bergeser ke Mei, Juni, hingga Juli.

"April lewat enggak collapse. Bulan Mei lewat enggak collapse. Bulan Juni akan collapse. Bulan Juli akan collapse. Tiap bulan akan collapse," ujarnya.


Ibaratkan Dukungan Seperti Suporter Sepak Bola

Dalam pidato itu, Prabowo juga menggunakan analogi pertandingan sepak bola.

Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah tim yang sedang bertanding dan membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Menurutnya, seorang pendukung seharusnya memberikan semangat, bukan justru melemahkan mental tim yang sedang berjuang.

Prabowo mengatakan tidak tepat apabila seseorang mengaku sebagai pendukung, tetapi terus menyampaikan prediksi negatif terhadap tim yang didukungnya.


Singgung Suasana Politik dan PDIP

Menjelang akhir pidatonya, Prabowo menyinggung dinamika politik nasional.

Ia mengatakan persaingan dalam politik merupakan hal yang wajar dan tidak menjadi persoalan.

Menurutnya, meski terdapat perbedaan politik, seluruh pihak pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu berpegang pada Undang-Undang Dasar 1945 dan cita-cita para pendiri bangsa.

Prabowo bahkan menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki semangat yang sama dalam menjaga dasar negara.

Ia kemudian menutup pernyataannya dengan nada bercanda mengenai rekomendasi politik yang disamakan dengan "ijtima ulama".

Pidato tersebut diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada para hadirin.

Baca Juga: Wisata Jogja Viral 2026: Panduan Liburan 3 Hari 2 Malam, Lokasi Hits, Kuliner Legendaris, dan Biaya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Pidato Prabowo Indonesia collapse media Prabowo Subianto lsm