Reshuffle Kabinet Prabowo Ketujuh, Kapolri hingga Menteri Baru Resmi Dilantik

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:45 WIB
Reshuffle kabinet Prabowo ketujuh mengubah posisi menteri, Kapolri, KSP, dan sejumlah pejabat strategis pemerintahan.
Reshuffle kabinet Prabowo ketujuh mengubah posisi menteri, Kapolri, KSP, dan sejumlah pejabat strategis pemerintahan.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Reshuffle kabinet Prabowo kembali dilakukan pada 1 Oktober 2026. Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri, wakil menteri, pejabat lembaga, hingga pimpinan baru Polri dalam perombakan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta. Sebanyak 18 pejabat dilantik dalam rangkaian perubahan tersebut.

Sebelum pelantikan berlangsung, kabar reshuffle memang telah beredar di kalangan wartawan Istana. Laporan dari lokasi menyebut sejumlah staf mulai mempersiapkan perlengkapan untuk agenda resmi, sementara nama-nama pejabat yang akan dilantik masih menunggu konfirmasi.

Situasi tersebut akhirnya terjawab setelah Presiden Prabowo resmi melakukan pelantikan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Perombakan ini menjadi reshuffle ketujuh sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

Salah satu perubahan paling mencolok dalam reshuffle kali ini terjadi di tubuh Polri.

Komjen Pol Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebelumnya, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.

Dalam rangkaian yang sama, Komjen Pol Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri. Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut menjadi bagian dari penataan jabatan strategis yang dilakukan pemerintah. 

Sementara itu, Listyo Sigit Prabowo tidak keluar dari struktur pemerintahan. Ia dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan atau KSP. 

Lima Jabatan Menteri Berubah

Perubahan juga terjadi pada sejumlah posisi menteri dan menteri koordinator.

Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri bergeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Sementara itu, posisi Menteri Luar Negeri ditempati Arrmanatha Christiawan Nasir. Diplomat tersebut sebelumnya memiliki pengalaman panjang dalam bidang hubungan luar negeri Indonesia. 

Jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan juga mengalami perubahan. Dudung Abdurachman dilantik untuk posisi tersebut.

Di sektor industri, Muhammad Sarmuji dipercaya menjadi Menteri Perindustrian. Kelima posisi tersebut menjadi bagian dari perubahan jajaran menteri dalam reshuffle ketujuh Kabinet Merah Putih.

Dedi Prasetyo hingga Fadil Imran Dapat Jabatan Baru

Selain menteri dan pejabat Polri, sejumlah jabatan di lembaga pemerintahan turut mengalami perubahan.

Dedi Prasetyo dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Kemudian Ariyanto Wibowo menjadi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Muhammad Fadil Imran juga mendapat jabatan baru sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Selain itu, sejumlah wakil menteri turut dilantik, termasuk Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan. 

Rangkaian perubahan tersebut menandai penataan terbaru Kabinet Merah Putih untuk melanjutkan pemerintahan periode 2024-2029.

Dengan pelantikan yang telah berlangsung, para pejabat baru mulai menjalankan tugas sesuai jabatan masing-masing. Perubahan ini juga menjadi perkembangan penting dalam struktur pemerintahan Prabowo menjelang memasuki dua tahun masa pemerintahannya pada Oktober 2026.

Baca Juga: Mobil Bekas Murah di Bawah Rp150 Juta, Ada Sienta, Mobilio hingga Duster

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
Reshuffle Kabinet Prabowo Suyudi Ario Seto Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto istana negara