Reshuffle Kabinet Prabowo Ketujuh, Sederet Nama Bergeser dan Ada Kapolri Baru

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:50 WIB
Reshuffle kabinet Prabowo ketujuh mengubah sejumlah posisi strategis, termasuk Kapolri, menteri, dan pejabat pemerintahan.
Reshuffle kabinet Prabowo ketujuh mengubah sejumlah posisi strategis, termasuk Kapolri, menteri, dan pejabat pemerintahan.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Reshuffle kabinet Prabowo kembali dilakukan. Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan pejabat negara baru dalam perombakan Kabinet Merah Putih. Sejumlah nama bergeser ke posisi strategis, sementara beberapa jabatan penting seperti Kapolri dan Kepala Staf Kepresidenan juga mengalami perubahan.

Perombakan kabinet kali ini menjadi reshuffle ketujuh sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Pergantian tersebut mencakup sejumlah kementerian, lembaga, hingga posisi strategis di lingkungan pemerintahan dan kepolisian.

Baca Juga: 5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Cocok untuk Harian, Ada Avanza hingga Vios

Sederet Nama Baru di Kabinet

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah nama diumumkan menempati jabatan baru. Salah satunya adalah Dedi Prasetyo yang dipercaya menjadi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Kemudian, Komjen Wahyu Hadiningrat ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Perubahan juga terjadi pada posisi pucuk pimpinan Polri.

Komjen Pol Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri. Ia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memimpin institusi kepolisian.

Sementara itu, Listyo Sigit Prabowo mendapatkan posisi baru sebagai Kepala Kantor Staf Presiden. Pergeseran tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam reshuffle kabinet kali ini.

Sarmuji hingga Bahlil Dapat Posisi Baru

Perubahan juga terjadi di sejumlah kementerian. Sarmuji ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan posisi sebelumnya dalam struktur pemerintahan.

Untuk posisi Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Kristian Nasir dipercaya menjadi pejabat baru. Ia menggantikan Sugiono yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Sugiono kemudian mendapatkan jabatan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Pergeseran posisi tersebut menjadi salah satu perubahan dalam struktur koordinasi pemerintahan.

Selain itu, Dudung Abdurrahman dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Posisi tersebut menjadi salah satu jabatan strategis dalam kabinet karena berkaitan dengan koordinasi sektor politik dan keamanan nasional.

Bahlil Lahadalia juga mengalami perubahan posisi. Ia ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dalam susunan pemerintahan terbaru.

Reshuffle Ketujuh Sejak Prabowo Menjabat

Perombakan Kabinet Merah Putih kali ini tercatat sebagai reshuffle ketujuh selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam setiap perombakan, Presiden memiliki kewenangan untuk melakukan penataan ulang jajaran menteri dan pejabat negara sesuai kebutuhan pemerintahan. Pergantian dapat berupa pencopotan, pengangkatan pejabat baru, maupun perpindahan pejabat ke posisi lain.

Reshuffle kali ini juga memperlihatkan adanya perubahan pada sejumlah posisi yang memiliki peran strategis, mulai dari kementerian, lembaga pemerintahan, hingga institusi kepolisian.

Dengan dilantiknya para pejabat baru, mereka selanjutnya akan menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Perubahan struktur tersebut sekaligus menandai babak baru dalam pelaksanaan program pemerintah di berbagai sektor.

Masyarakat kini akan melihat bagaimana para pejabat yang baru dilantik menjalankan mandat di posisi masing-masing, termasuk Kapolri Suyudi Ario Seto dalam memimpin institusi Polri dan para menteri baru dalam menjalankan agenda pemerintahan.

Baca Juga: 4 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta Tahun 2020-2021, Fitur Modern Harga Terjun Bebas

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
Reshuffle Kabinet Prabowo Suyudi Ario Seto Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto istana negara