TRENGGALEK NJENGGELEK- Reshuffle kabinet Prabowo kembali mengubah sejumlah posisi strategis pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, pada 1 Oktober 2026, mulai dari menteri koordinator, menteri, wakil menteri, hingga Kapolri.
Perombakan kali ini mencakup sejumlah sektor penting, mulai dari keamanan, ekonomi, energi, diplomasi hingga lembaga pemerintahan. Sejumlah pejabat juga bergeser dari posisi sebelumnya untuk mengisi jabatan baru dalam pemerintahan.
Baca Juga: Mobil Bekas Murah Mulai Rp35 Jutaan, Ada Nissan Teana hingga Ford Everest
Dudung Abdurrahman Jadi Menko Polkam
Salah satu perubahan utama terjadi pada posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Dudung Abdurrahman kini dipercaya menduduki jabatan tersebut.
Sebelumnya, Dudung menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Setelah bergeser menjadi Menko Polkam, posisi Kepala Staf Kepresidenan kemudian diisi oleh mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Perubahan tersebut membuat Listyo Sigit meninggalkan posisi Kapolri yang sebelumnya diembannya.
Jabatan Kapolri kini ditempati Suyudi Ario Seto. Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sebelum dipercaya memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bahlil Rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM
Di sektor ekonomi dan energi, Bahlil Lahadalia mendapat posisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Dalam rangkaian pelantikan dan penandatanganan berita acara, Bahlil juga tercatat merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM.
Sementara Sugiono bergeser dari posisi Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Pergantian tersebut kemudian membuat posisi Menteri Luar Negeri ditempati Arrmanatha Kristiawan Nasir. Sebelumnya, Arrmanatha merupakan Wakil Menteri Luar Negeri.
Sejumlah Wakil Menteri Ikut Berganti
Reshuffle kabinet Prabowo juga menyentuh sejumlah posisi wakil menteri.
Drajat Hari Wibowo dipercaya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sementara Nur Kholisoh Ibnu Aman dan Luki Alfirman masing-masing menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Selain itu, sejumlah posisi wakil menteri lain juga mengalami perubahan sebagai bagian dari penataan kabinet.
Di sektor industri, Muhammad Sarmuji ditetapkan sebagai Menteri Perindustrian. Perubahan tersebut melengkapi susunan baru kabinet setelah pelantikan pada awal Oktober 2026.
Perubahan Menjangkau Banyak Sektor
Rangkaian reshuffle tidak hanya menyentuh kementerian. Perubahan juga mencakup sejumlah posisi strategis di lembaga pemerintahan.
Dalam keputusan pengangkatan yang dibacakan sebelumnya, Dedi Prasetyo ditetapkan sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Ariyanto Wibowo diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, sedangkan Muhammad Fadil Imran menjadi Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Nuzran Joher juga ditetapkan sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia bersama Radian Sam sebagai anggota.
Dengan perubahan tersebut, reshuffle kabinet Prabowo pada 1 Oktober 2026 mencakup sejumlah bidang sekaligus. Mulai dari keamanan dan kepolisian, ekonomi dan energi, diplomasi, hingga lembaga pemerintahan.
Para pejabat yang baru dilantik kemudian menjalankan tugas untuk melanjutkan pemerintahan hingga akhir masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Baca Juga: Mobil Bekas Murah di Bogor Mulai Rp18 Juta, Ada Ford Escape hingga Yaris
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest