TRENGGALEK NJENGGELEK- Presiden Prabowo Subianto melantik dua Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Keduanya bergabung dengan Wamenkeu Juda Agung untuk membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengelola Kementerian Keuangan, dengan tiga agenda utama yang langsung menanti, yakni menyelesaikan APBN 2026, menyiapkan pelaksanaan APBN 2027, serta melanjutkan reformasi internal Kementerian Keuangan.
Pelantikan kedua Wamenkeu tersebut menjadi bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih. Pengangkatan Luky dan Nurkholisoh ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026. Keduanya kemudian langsung diperkenalkan kepada jajaran Kementerian Keuangan setelah prosesi pelantikan di Istana Negara.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo Ketujuh, Kapolri hingga Menteri Baru Resmi Dilantik
APBN 2026 Masuk Tiga Bulan Terakhir
Luky Alfirman mengatakan ada sejumlah pekerjaan yang harus segera dikerjakan setelah dirinya kembali ke lingkungan Kementerian Keuangan. Salah satu yang paling dekat adalah memastikan pelaksanaan APBN 2026 dapat diselesaikan dengan baik.
Memasuki 1 Oktober, pelaksanaan anggaran 2026 telah memasuki kuartal IV. Artinya, pemerintah hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan berbagai target yang telah ditetapkan dalam APBN tahun berjalan.
Luky menegaskan bahwa dirinya tidak membawa program khusus sebagai Wamenkeu. Ia menyebut tugas wakil menteri adalah membantu presiden dan menteri keuangan menjalankan berbagai pekerjaan sesuai penugasan.
“Program khusus enggak ada, kita tunggu penugasan dari Pak Menteri,” ujar Luky dalam keterangannya.
Selain penyelesaian APBN 2026, perhatian berikutnya diarahkan pada persiapan APBN 2027. Meskipun APBN tahun depan telah disahkan DPR, masih terdapat berbagai pekerjaan teknis yang harus diselesaikan agar pelaksanaannya dapat berjalan sejak awal tahun.
Reformasi Kementerian Keuangan Berlanjut
Agenda ketiga yang menjadi perhatian adalah konsolidasi internal dan keberlanjutan reformasi di Kementerian Keuangan. Luky mengatakan penguatan internal diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas kementerian yang luas.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga belum menetapkan pembagian tugas spesifik untuk ketiga wakil menterinya. Ia mengatakan akan duduk bersama Luky, Nurkholisoh, dan Juda Agung untuk melihat seluruh pekerjaan Kementerian Keuangan sebelum pembagian tugas dilakukan.
Menurut Suahasil, ketiga Wamenkeu nantinya akan saling mengisi sesuai kebutuhan dan ruang lingkup pekerjaan yang akan dibagi.
Nurkholisoh Bawa Pengalaman 20 Tahun di Bank Indonesia
Sementara itu, Nurkholisoh Ibnu Aman merupakan wajah baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik sebagai Wamenkeu, ia memiliki pengalaman sekitar 20 tahun berkarier di Bank Indonesia.
Nurkholisoh mengaku masih perlu mempelajari berbagai hal terkait tugas pokok, organisasi, hingga mekanisme kerja Kementerian Keuangan. Ia juga menyoroti besarnya organisasi Kementerian Keuangan yang memiliki jumlah pegawai jauh lebih banyak dibandingkan Bank Indonesia.
Karena itu, Nurkholisoh menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama dengan seluruh insan Kementerian Keuangan. Ia ingin terlebih dahulu memahami organisasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap efektivitas kerja kementerian.
Di tengah pergantian formasi pimpinan tersebut, Suahasil juga menyampaikan sejumlah indikator ekonomi terbaru. PMI manufaktur Indonesia pada akhir September berada di level 52 atau kembali masuk zona ekspansif setelah sebelumnya berada di level 49. Inflasi tercatat 3,28 persen, sedangkan neraca perdagangan masih mencatat surplus sekitar 3,5 miliar dolar AS.
Suahasil mengatakan angka-angka tersebut akan menjadi bagian dari perkembangan ekonomi yang perlu diperhatikan pemerintah menjelang akhir 2026. Sementara finalisasi angka pelaksanaan APBN 2026 masih dilakukan Kementerian Keuangan sebelum disampaikan kepada publik.
Baca Juga: Harta Suahasil Nazara vs Purbaya Yudhi Sadewa, Siapa Lebih Tajir?
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest