PERJALANAN dari sebuah desa hingga menjadi wakil rakyat di tingkat provinsi bukanlah jalan yang selalu mudah. Namun, bagi Hj Siti Mukiyarti SAg MAg, pengalaman panjang berorganisasi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Perempuan yang berasal dari Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, itu kini dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pada periode 2024-2029, namanya tercatat sebagai anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Jawa Timur IX yang meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi. Dia juga duduk di komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat, antara lain pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga.
Baca Juga: Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Ada Anwar Usman dan Rocky Gerung
Jauh sebelum berada di parlemen provinsi, Siti Mukiyarti telah lama berkecimpung dalam organisasi kemasyarakatan. Kiprahnya tercatat melalui sejumlah organisasi perempuan dan kepemudaan, termasuk IPPNU, Fatayat NU, dan Muslimat NU. Pengalaman tersebut membuat isu pemberdayaan perempuan, keluarga, pendidikan, serta perlindungan anak menjadi perhatian dalam aktivitasnya.
Pada 2021, Siti Mukiyarti dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Timur melalui mekanisme pergantian antarwaktu. Sebelumnya, dia telah memiliki pengalaman sekitar satu dekade di DPRD Kabupaten Trenggalek.
Ketika memasuki parlemen provinsi, perempuan tersebut menyampaikan perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai salah satu isu yang ingin dikawal.
Kiprahnya di tengah masyarakat kemudian tidak hanya berbicara mengenai politik. Dalam aktivitasnya bersama Muslimat NU Trenggalek, misalnya, turut mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan.
Baca Juga: Listyo Sigit Dapat Bintang Mahaputera, Bersamaan dengan Pergantian Kapolri
Pada 2023, Muslimat NU Trenggalek mengikuti pelatihan pengembangan usaha pembuatan produk olahan roti yang mencakup produksi, pengemasan, perizinan usaha, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Perhatian terhadap persoalan keluarga juga menjadi salah satu bagian dari aktivitasnya.
Saat terpilih sebagai Ketua PC Muslimat NU Trenggalek masa khidmat 2022–2027, Siti Mukiyarti menyampaikan program pemberdayaan keluarga melalui Konselor Keluarga Maslahah. Program tersebut saat itu disebut telah melibatkan ratusan konselor untuk pendampingan dan advokasi keluarga.
Memasuki era digital, kiprahnya juga berkembang.
Pada Agustus hingga September 2026, dia menginisiasi kegiatan literasi digital dan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bagi pengurus Muslimat dan Fatayat NU di Trenggalek. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya kaum ibu, memahami teknologi dan memanfaatkannya untuk pembelajaran serta dakwah.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Dilantik, Ada Nama Baru di Posisi Strategis
Dari Mlinjon, Suruh, perjalanan Siti Mukiyarti menjadi gambaran tentang bagaimana pengalaman di tengah masyarakat dapat menjadi bekal ketika seseorang memasuki ruang pengambilan kebijakan.
Jejak pengabdiannya memperlihatkan satu benang merah: menjaga kedekatan dengan persoalan masyarakat sambil terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Bagi Trenggalek, kiprah seorang perempuan desa yang kemudian duduk di parlemen Jawa Timur juga menjadi bagian dari cerita tentang keterwakilan dan kesempatan untuk mengambil peran lebih luas.
Perjalanan itu terus berjalan dengan tanggung jawab untuk menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi perhatian dalam kerja-kerja kelembagaan. (gun/c1/din)
Editor : Jonathan Alinskie WinataSumber : RADAR TRENGGALEK