Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Siapkan 53 Lokasi Sekolah Rakyat untuk Anak dari Keluarga Kemiskinan Ekstrem, Ini Peta Persebarannya

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 18 April 2025 | 16:00 WIB
Kementerian PU tinjau lokasi usul pembangunan Sekolah Rakyat
Kementerian PU tinjau lokasi usul pembangunan Sekolah Rakyat

Trenggaleknjenggelek - Pemerintah tengah mempersiapkan peluncuran program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Kementerian Sosial dan direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025–2026.

Salah satu fokus utama dari program Sekolah Rakyat saat ini adalah kesiapan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 53 lokasi yang siap digunakan sebagai penyelenggara Sekolah Rakyat. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers pada Senin, 10 Maret 2025.

“Kami melaporkan per hari ini sudah ada lebih dari 50 lokasi, 53 lokasi lah tepatnya, yang siap untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat ini,” ujar Gus Ipul seperti dikutip dari laman resmi Kemensetneg RI.

Mayoritas dari lokasi tersebut merupakan aset milik Kementerian Sosial yang akan dimanfaatkan setelah melalui tahap renovasi.

Selain itu, terdapat 82 lokasi lainnya yang kini tengah dalam proses asesmen awal oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Baik bangunan maupun tanah yang siap dimanfaatkan—entah lewat renovasi kecil atau pembangunan baru—saat ini berjumlah 82 dan sedang dalam proses penilaian,” jelas Gus Ipul.

Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Program Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi miskin ekstrem, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menghapus kesenjangan akses pendidikan.

Selain pembelajaran umum, program ini juga akan membekali peserta dengan keterampilan digital masa depan seperti coding, data science, dan cybersecurity.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, memastikan bahwa peserta program ini dipilih secara ketat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dengan prioritas program ini pada rumah tangga yang masuk dalam Desil 1 dan 2. “Jadi ini sudah sangat selaras dengan data-data yang ada di BPS,” kata Amalia.

Dukungan dari Universitas dan Pemerintah Daerah

Program Sekolah Rakyat juga didukung oleh sejumlah institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Brawijaya di Malang.

Pemerintah daerah pun turut mengambil peran dalam penyediaan lokasi serta dukungan operasional di lapangan.

Berikut daftar lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat berdasarkan wilayah:

Jawa Timur

Jawa Barat

Jawa Tengah

Daerah Istimewa Yogyakarta

DKI Jakarta

Bali dan Nusa Tenggara

Sumatera

Kalimantan

Sulawesi, Maluku, dan Papua

 

Reedem Hadiah Free Fire
Reedem Hadiah Free Fire
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Sekolah Rakyat #kemensos #kemiskinan ekstrem