Trenggaleknjenggelek-Film Bidaah yang viral di Malaysia mengangkat kisah nyata tentang pemimpin aliran sesat yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan melakukan pelecehan seksual terhadap pengikutnya. Ternyata, sosok seperti "Walid" dalam film itu bukan hanya ada di Malaysia—di Indonesia pun pernah muncul beberapa kasus serupa dengan modus yang nyaris sama.
Imam Mahdi Palsu di Riau: Nikahi Anak di Bawah Umur dan Ubah Tata Cara Shalat
Pada 2022, polisi menangkap seorang pria berinisial WAM (WIR) di Riau yang mengaku sebagai Imam Mahdi. Ia memimpin kelompok Mukhad Pati dan memiliki tujuh istri—enam dinikahi secara siri, lima di antaranya masih di bawah umur.
Modusnya mirip dengan "Walid" dalam Bidaah:
- Mengaku mendapat wahyu bahwa dunia akan kiamat dan meminta pengikutnya menyiapkan "perawan" untuk keselamatan.
- Menikahi anak 13 tahun dengan prosesi nikah tidak sah (tanpa saksi dan penghulu).
- Mengubah tata cara shalat, termasuk menyisipkan namanya dalam niat shalat berbahasa Indonesia.
- Diyakini bisa menyembuhkan penyakit dan dianggap sebagai "orang suci" oleh pengikutnya.
Selain dugaan penipuan dan pelecehan seksual, WAM juga terlibat penyalahgunaan narkotika. Ia akhirnya ditangkap dengan tuduhan penistaan agama, penyebaran hoaks, perundungan anak, dan narkoba.
Kasus "Hakekok" di Banten: Ritual Mandi Telanjang dan Janji Kekayaan
Tahun 2021, Pandeglang digegerkan oleh kelompok Hakekok yang dipimpin oleh Arya. Kelompok ini meyakini Arya sebagai perwakilan Imam Mahdi dan menjanjikan kekayaan pada pengikutnya.
Mirip dengan Bidaah, kelompok ini melakukan ritual mandi telanjang bersama untuk "penyucian dosa". Meski tidak ditemukan bukti pelecehan seksual, polisi menyita jimat, pusaka, dan alat kontrasepsi dari lokasi.
Uniknya, kelompok ini sebenarnya sudah muncul pada 2009 dan sempat dibina, tetapi bangkit lagi secara diam-diam. Saat pertama kali muncul, pemimpinnya, Kasrudin, dicurigai melakukan "perkawinan gaib" dengan santri wanitanya, hingga akhirnya padepokannya dibakar warga yang marah.
Mirip "Walid", Tapi Tak Diangkat ke Film
Kasus-kasus di Indonesia ini punya kemiripan dengan cerita Bidaah:
1. Mengaku sebagai Imam Mahdi untuk menarik pengikut.
2. Memanipulasi ajaran agama (ubah shalat, ritual aneh).
3. Eksploitasi seksual, terutama terhadap perempuan dan anak di bawah umur.
4. Menggunakan kharisma untuk mengontrol pengikut secara psikologis.
Bedanya, kasus-kasus ini tidak diangkat ke layar lebar seperti Bidaah, meski dampaknya sama meresahkan.
Pelajaran dari Kisah Nyata "Walid" di Indonesia
Film Bidaah menjadi cermin bahwa aliran sesat dengan modus serupa bisa muncul di mana saja, termasuk Indonesia. Masyarakat perlu waspada terhadap:
- Figur yang mengaku sebagai "orang suci" dengan ajaran menyimpang.
- Janji-janji keselamatan atau kekayaan yang tidak masuk akal.
- Ritual aneh dan eksploitasi seksual yang dibungkus agama.
Kasus WAM dan Arya membuktikan: Sosok seperti "Walid" bukan fiksi—dia ada di sekitar kita.(jaz)